Wujud Kepedulian, Siswa As-Salafiyah Lahar Sisihkan Uang Saku untuk Korban Longsor dan Banjir
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7.093
- comment 0 komentar

Wujud Kepedulian, Siswa As-Salafiyah Lahar Sisihkan Uang Saku untuk Korban Longsor dan Banjir
Pcnupati.or.id – Kabupaten Pati dikepung bencana banjir hingga tanah longsor sejak Jumat (9/1/2026) lalu. Saat ini, masih ada puluhan desa di Bumi Mina Tani yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Adanya bencana tersebut menggugah hati siswa-siswi Yayasan As-Salafiyah Lahar, Kecamatan Tlogowungu, untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Mereka pun menggalang donasi saat acara peringatan Isra Miraj di aula Madrasah Aliyah setempat, Kamis (15/1/2026).
Adapun donasi yang telah mereka kumpulkan, kemudian disalurkan kepada warga terdampak tanah longsor di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, pada Senin (19/1/2026). Di antaranya, diberikan kepada Suwarseh, warga Dukuh Pangonan RT 3 RW 1 yang rumahnya mengalami kerusakan pada tembok sepanjang 6 meter.
Donasi juga diberikan kepada Tiah, Warga Dukuh Pulingan yang rumahnya mengalami kerusakan parah akibat tertimpa reruntuhan bebatuan dan tanah. Lalu, diberikan kepada Suparlan, warga Dukuh Ngrandu yang rumahnya mengalami kerusakan pada tembok.
Kepala MA Salafiyah Lahar, Ahmad Sugiarto mengatakan, donasi itu dikumpulkan dari seluruh siswa-siswi Yayasan As-Salafiyah, hingga terkumpul Rp2,8 juta. Rinciannya, disalurkan kepada korban tanah longsor, masing-masing Rp500 ribu. Sisanya, bakal disalurkan kepada korban banjir.

Wujud Kepedulian, Siswa As-Salafiyah Lahar Sisihkan Uang Saku untuk Korban Longsor dan Banjir
“Yang Rp1.500.000 untuk korban longsor, sisanya untuk korban banjir. Distribusi bantuan korban banjir direncanakan besok di wilayah Ngantru,” kata dia kepada Wartaphoto.
Ia juga mengapresiasi inisiatif siswa-siswinya yang telah menggalang donasi dalam momen peringatan Isra Miraj ini.
“Dalam perjalanan isra, kita diajari untuk bersosial dan berbagi. Sedangkan miraj adalah pengakuan kita sebagai hamba yang sejatinya tidak mampu berbuat apa-apa kecuali atas izin Allah,” terang dia.
“Kemampuan untuk berdonasi, semua dari karunia Allah. Setelah kita dapat karunia, maka wajib kita berbagi, distribusi, jangan ditumpuk dalam ambisi,” lanjut Sugiarto.
Sementara itu Ketua Yayasan As-Salafiyah Lahar, Moh. Aly menambahkan, kegiatan ini sebagai bukti bahwa siswa dari yayasannya selalu peka terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Mereka sekaligus mengimplementasikan teori pembelajaran yang didapat di bangku sekolah soal hablum minannas ke dalam kehidupan nyata,” ucap dia. (Angga/LTN).
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar