Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
  • visibility 6.907
  • comment 0 komentar

JAWA TENGAH – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, melepas keberangkatan rombongan relawan NU Peduli Jawa Tengah menuju Aceh pada Sabtu (10/1/2026). Bertempat di Gedung PWNU Jateng, pelepasan ini menandai dimulainya misi kemanusiaan tahap pertama yang melibatkan 22 relawan pilihan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
​Sebelum bertolak ke Serambi Mekkah, para relawan telah menjalani pembekalan intensif melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin).

​Kiai Ubaidillah menekankan bahwa tugas yang diemban para relawan bukan sekadar aksi sosial biasa. Ia menyebut pengabdian ini sebagai perwujudan nyata dari konsep hablum minannas (hubungan antarmanusia) yang menyatu dengan hablum minallah (hubungan dengan Allah).

“Misi kemanusiaan ini sangat lekat dengan dimensi ketuhanan. Allah menolong saudara-saudara kita di sana melalui tangan panjenengan semua,” ungkap dia.

​kiai Ubaid juga memberikan wejangan mengenai kondisi psikologis para penyintas bencana. Ia mengingatkan relawan untuk menyiapkan mental baja dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak menentu.

Di antaranya, relawan harus menjaga kesabaran, sebab korban bencana seringkali berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Kemudian keikhlasan, relawan diharapkan tetap tulus bekerja meski kehadiran mereka mungkin belum bisa langsung dirasakan atau direspon dengan hangat oleh warga yang sedang berduka.

​Salah satu prioritas utama NU Peduli dalam misi ini adalah rehabilitasi fasilitas ibadah dan pendidikan, seperti masjid, musala, langgar, hingga madrasah. Kiai Ubaid menilai kerja fisik ini merupakan sedekah jariyah yang memiliki dampak jangka panjang bagi kehidupan beragama di Aceh.

“Bukan hanya sedekah sembarang sedekah, tapi sedekah yang juga punya kemanfaatan keagamaan secara langsung,” terang dia.

​Misi ini juga ditegaskan sebagai bentuk Syiar Persaudaraan dan solidaritas antara nahdliyin di Jawa Tengah dengan masyarakat Aceh. Kehadiran fisik dan atribut NU di lokasi bencana menjadi simbol bahwa ukhuwah Islamiyah melampaui batas geografis.

“Kita harus datang secara fisik, kita harus datang secara bendera, kita harus datang secara materi, dan kita harus datang secara tenaga. Ini syiar persaudaraan NU Jawa Tengah dengan masyarakat muslim dan NU di Aceh,” tegas dia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makesta IPNU/IPPNU Sumur Tekankan Wawasan Kebangsaan

    Makesta IPNU/IPPNU Sumur Tekankan Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    CLUWAK-Sebanyak 67 anggota IPNU-IPPNU Ranting Desa Sumur, Cluwak  mengikuti kegiatan Makesta (masa kesetiaan anggota), Senin 12 Agustus sampai Selasa 13 Agustus 2019.  Acara yang diadakan di gedung muslimat NU desa Sumur ini menghadirkan instruktur dari IPNU-IPPNU cabang Pati. Pembukaan Makesta IPNU-IPPNU Desa Sumur Kecamatan Cluwak Dalam acara pembukaan, hadir pengurus ranting NU, muslimat, fatayat dan […]

  • PCNU-PATI

    Gambang Rancag Perlu Dilestarikan Karena Nyaris Lenyap

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Senin, 28 Agustus 2023,-  Kehadiran empat buku antologi puisi Penyair Nusantara, Jakarta, dan Betawi sejak tahun 2019 sampai tahun 2023, semoga tak berhenti ditahun ini.Bisa saja ditahun depan ada gagasan dengan tema lain, misalnya Jakarta Pasca Pemilu tahun 2024,” ujar Nanang R.Supriyatin, Ketua Penyelenggara peluncuran buku Antologi Puisi Penyair Nusantara, Jakarta, dan Betawi 4 […]

  • PCNU-PATI

    Ai

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan. SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai […]

  • PCNU Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah Seminar Literasi Wakaf NU

    PCNU Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah Seminar Literasi Wakaf NU

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

        Setelah 2 minggu sebelumnya menyelenggarakan Bahtsul Masail bertema Tahqiq Wakaf Uang, maka pada Jumat, 31 Mei 2024 PCNU (Pengurus Cabang Nahdltul Ulama) Kabupaten Pati melalui LWPNU (Lembaga Wakaf dan Pertanahan) menyelenggarakan Seminar Literasi dan Inklusi Wakaf. Seminar ini merupakan kerjasama LWP PCNU Kabupaten Pati sebagai pelaksana acara dengan LWP PBNU, Kementerian Agama, dan […]

  • Perdana, Kader PMII Pati Tembus PB

    Perdana, Kader PMII Pati Tembus PB

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Proses pelantikan Imam Hanafi sebagai salah satu pengurus Besar PMII KOTA-Kabar menggembirakan datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Khususnya Komisariat Joyo Kesumo, Stai Pati. Salah satu kadernya, berhasil menduduki jabatan di Pengurus Besar (PB) PMII.  Imam Hanafi, yang pernah menjadi Ketua Komisariat PMII Joyo Kesumo pada 2012, sekarang sedang menjabat sebagai bendahara bidang hubungan […]

  • Puisi-Puisi Juita Intifada

    Puisi-Puisi Juita Intifada

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

      Sabtu Malam Sabtu Malam Minggu kabarmu yang lama ku tunggu tiba bertamu “bagaimana kau tahu?” sedang indomini membisu tersisa aku memeluk rindu   Sore di Tepian Rindu sore di hari minggu satu satu bergegas melaju menyusur tepian rindu dua dua menunggu aku merayu   “kemari, sama-sama mencebur” mereka tersenyum sedang rasaku makin larut dimana […]

expand_less