Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
  • visibility 6.624
  • comment 0 komentar

JAWA TENGAH – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, melepas keberangkatan rombongan relawan NU Peduli Jawa Tengah menuju Aceh pada Sabtu (10/1/2026). Bertempat di Gedung PWNU Jateng, pelepasan ini menandai dimulainya misi kemanusiaan tahap pertama yang melibatkan 22 relawan pilihan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
​Sebelum bertolak ke Serambi Mekkah, para relawan telah menjalani pembekalan intensif melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin).

​Kiai Ubaidillah menekankan bahwa tugas yang diemban para relawan bukan sekadar aksi sosial biasa. Ia menyebut pengabdian ini sebagai perwujudan nyata dari konsep hablum minannas (hubungan antarmanusia) yang menyatu dengan hablum minallah (hubungan dengan Allah).

“Misi kemanusiaan ini sangat lekat dengan dimensi ketuhanan. Allah menolong saudara-saudara kita di sana melalui tangan panjenengan semua,” ungkap dia.

​kiai Ubaid juga memberikan wejangan mengenai kondisi psikologis para penyintas bencana. Ia mengingatkan relawan untuk menyiapkan mental baja dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak menentu.

Di antaranya, relawan harus menjaga kesabaran, sebab korban bencana seringkali berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Kemudian keikhlasan, relawan diharapkan tetap tulus bekerja meski kehadiran mereka mungkin belum bisa langsung dirasakan atau direspon dengan hangat oleh warga yang sedang berduka.

​Salah satu prioritas utama NU Peduli dalam misi ini adalah rehabilitasi fasilitas ibadah dan pendidikan, seperti masjid, musala, langgar, hingga madrasah. Kiai Ubaid menilai kerja fisik ini merupakan sedekah jariyah yang memiliki dampak jangka panjang bagi kehidupan beragama di Aceh.

“Bukan hanya sedekah sembarang sedekah, tapi sedekah yang juga punya kemanfaatan keagamaan secara langsung,” terang dia.

​Misi ini juga ditegaskan sebagai bentuk Syiar Persaudaraan dan solidaritas antara nahdliyin di Jawa Tengah dengan masyarakat Aceh. Kehadiran fisik dan atribut NU di lokasi bencana menjadi simbol bahwa ukhuwah Islamiyah melampaui batas geografis.

“Kita harus datang secara fisik, kita harus datang secara bendera, kita harus datang secara materi, dan kita harus datang secara tenaga. Ini syiar persaudaraan NU Jawa Tengah dengan masyarakat muslim dan NU di Aceh,” tegas dia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Mintakan Sholat Ghoib untuk BJ Habibie

    PCNU Pati Mintakan Sholat Ghoib untuk BJ Habibie

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati memintakan sholat ghoib untuk Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Habibie yang meninggal dunia, Rabu, 11 September lalu. Permohonan sholat ghoib ini ditujukan kepada semua warga nahdliyyin se-Kabupaten Pati. Permohonan ini disebarkan melalui Surat PCNU Kab. Pati Nomor 047/PC/A.II/XI.06/VIII/2019 tertanggal 12 September 2019. Dalam salinan surat yang […]

  • Si Dombos, Logo dan Maskot Porsema XIII Ma’arif NU Jateng

    Si Dombos, Logo dan Maskot Porsema XIII Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Wonosobo – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah kembali menggelar agenda besar, Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII Tahun 2025. Kegiatan bergengsi ini akan berlangsung pada Rabu 10 September 2025 – Sabtu 13 September 2025 di Kabupaten Wonosobo dengan tema “Kolaborasi membangun generasi yang sehat, hebat dan […]

  • Photo by Jubéo Hernandez

    Ketika Cinta Dipertanyakan

    • calendar_month Ming, 7 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Namaku Gami. Aku tinggal di desa paling utara Kabupaten Gresik. Kota sebelum ibukota jawa timur ini tak lebih besar dan tak kurang maju dari Surabaya. Dari lahir hingga kini sudah beranjak dewasa. Aku punya dua sahabat. Namanya Kristal dan Banu. Mereka juga lahir dan tinggal di sini. Kami bersahabat sejak kecil. […]

  • Seramnya Rumah Hantu di Ruko Salza Pati

    Seramnya Rumah Hantu di Ruko Salza Pati

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Keberadaan rumah hantu menjadi tempat hiburan baru bagi masyarakat di Kabupaten Pati. Wahana yang memacu adrenalin ini berada di lantai dua Ruko Salza, sebelah timur Alun-alun Kabupaten Pati.  Setiap harinya, wahana ini dipadati oleh pengunjung. Mereka rela mengantre untuk bisa merasakan sensasi seram di dalam wahana Rumah Hantu yang mengusung tema Misteri Penjaga […]

  • PAC Fatayat Juwana Gelar Istighosah dan  Khotmil Quran

    PAC Fatayat Juwana Gelar Istighosah dan Khotmil Quran

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

      JUWANA – PAC Fatayat Juwana gelar Istighosah serta Tahtimul Qur’an bil ghoib dan bin nadhor, minggu (20/03) dengan pembicara Ibu Hj. Mustabsyiroh dari Tayu. Acara yang digelar di Pendopo Kecamatan Juwana dihadiri oleh seluruh perwakilan Pengurus Ranting Fatayat Se-Ancab Juwana dan ketua banom PAC Juwana serta yang hadir camat Juwana dan ketua Penggerak PKK […]

  • Awas… Bahaya Laten HTI

    Awas… Bahaya Laten HTI

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Di antara keistimewaan syari’at Islam dari agama lainnya ialah adanya sanad atau mata rantai yang berkesinambungan hingga pembawa syari’at itu sendiri; Rasulullah. Karena itulah munculnya faham-faham menyimpang yang dapat menyesatkan umat Islam sangat kecil kemungkinannya untuk tidak terdeteksi. Sanad inilah yang kemudian menjadi tradisi di kalangan Ahlussunnah untuk selalu d ilestarikan, karena dengan terus membudayakannya […]

expand_less