Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peran Strategis Pesantren Dalam Moderasi Agama

Peran Strategis Pesantren Dalam Moderasi Agama

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Des 2024
  • visibility 564
  • comment 0 komentar

 

Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 bekerjasama dengan Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar halaqah “Menggali Nilai Moderasi dan Penguatan Pesantren” di The Wujil Resort & Conventions, Semarang, Kamis hingga Sabtu (12-14/10/2024).

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H menyinggung dalam 15 tahun terakhir kita membincangkan moderasi. Berbagai macam sudut pandang betapa masyarakat dan kondisi berubah. Agama tak hanya dibincangkan oleh ahli agama saja. Adanya teknologi diiringi dengan keterbukaan informasi, bukan ahli agama bisa mengumpulkan data seolah menjadi ahli agama. Wajah agama pun berubah sesuai dengan siapa yang membincangkannya.

“Peran agama tetap menjadi entitas menarik bagi generasi masa depan,” ungkap Musta’in Ahmad.

Lembaga pesantren kita harapkan dapat meneruskan dalam menjaga tradisi, kita ingin agama terus menjadi warna bagi kehidupan. Musta’in Ahmad mengibaratkan moderasi dengan sebuah pohon, dengan akar yaitu akidah, syariat dan akhlak yang kuat menghujam ke tanah maka akan menghasilkan cabang dan daun berupa komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan adaptif terhadap kearifan lokal. Tentu ini tak lepas dari batang yang tidak bengkok ke kanan (radikalis) atau ke kiri (liberalis).

H. Amin Handoyo, Lc, M. Ag selaku Kepala Bidang Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren menyampaikan kerjasama dengan RMI PWNU Jateng ini menguatkan pesantren itu sendiri. Moderasi kemudian meningkat menjadi harmoni dan kerukunan. Di pesantren banyak sekali nilai-nilai moderasi yang perlu dimunculkan.

Hal ini diamini Ketua RMI PWNU Jateng, KH. Ahmad Fadlullah Turmudzi bahwa Pesantren menjadi sistem pendidikan tertua di negeri ini sejak politik etis 1901 hingga lahir Undang-Undang Pesantren no 18 tahun 2019. Sebagai lembaga pendidikan tertua di nusantara masih ada hingga kini karena mampu menjaga kecakapannya dalam 2 hal, yaitu sanad keilmuan dan estafet kepemimpinan.

“Berkat daya tahan adaptasinya pesantren dalam keragamannya mempunyai praktek terbaiknya (best practice) sendiri dalam pemeliharaan dan peningkatan pendidikannya,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Salaf APIK Kauman.

KH. Ubaidillah Shodaqoh (Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah) menegaskan bahwa pesantren memiliki andil besar dalam mewujudkan moderasi beragama. Moderasi bukan hanya soal teori pemahaman belaka, namun harus mampu diterapkan dalam pergaulan lokal hingga internasional. Jangan sampai terjadi konflik antar pesantren. Ditambah yang hadir disini harus menjadi perekat umat.

Dalam kegiatan ini juga akan didiskusiakan bentuk-bentuk pengembangan integrasi nilai dan tradisi pesantren dalam proyek moderasi beragama bagi masyarakat. Pesantren akan memberikan penguatan moderasi kepada masyarakat dan memberikan kesempatan masyarakat belajar langsung dari nilai dan tradisi pesantren yang selaras dengan moderasi beragama. Bahkan pesantren membuka layanan program kerjasama di pondok pesantren, seperti dialog lintas iman, live-in di pesantren bagi masyarakat lintas agama, dan bakti sosial.

Selain itu, beberapa narasumber KH. Noor Machin Chudlori (Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo) dengan materi Pola Pengasuhan Kiai Dalam Menanamkan Sikap Moderat Santri, Dr. K.H. Fadholan Musyafa’, L.c, M.Ag (Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlu Fadhlan) menyampaikan Radikalisme dan Terorisme Berkedok Agama Islam dan KH. Ahmad Zaki Fuad, M. Ag (Wakil Ketua PWNU Jateng) mengangkat Strategi Komunikasi Interreligius dalam Membangun Lingkungan Pesantren yang Moderat serta Dr. KH. Abu Choir, MA (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadholi) membedah tentang Inventarisasi tradisi pesantren yang mengajarkan nilai tasamuh, tawasuth, tawazun dan I’tidal yang Mendorong Terwujudnya Moderasi Beragama di Pesantren (*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kemampuan Lapangan, Banser Pati Gelar Orientasi Kenal Medan

    Tingkatkan Kemampuan Lapangan, Banser Pati Gelar Orientasi Kenal Medan

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

      Salah satu materi Orientasi Kenal Medan Banser Pati  PATI – Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pati menggelar Orientasi Kenal Medan (OKM) 2022 di kawasan pegunungan Desa Medani, Kecamatan Cluwak akhir pekan kemarin. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan anggota Banser yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan. Adapun pembukaan kegiatan di Obyek Wisata […]

  • Inilah Tuntutan Ketua Kopri Pati PC PMII Pati

    Inilah Tuntutan Ketua Kopri Pati PC PMII Pati

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di gedung DPRD Kab Pati Ketua Kopri beserta jajaran Pengurusnya mengadakan audience terkait kenaikan harga BBM, Rabu 7 September kemarin. “Kami kecewa surat audiensi sudah kami layangkan akan tetapi tak ada satupun dewan yang menemui karena 50 Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pati melakukan kunjungan kerja di luar daerah” jelas Nur Khoiriyah selaku ketua […]

  • Berawal dari YouTube, Eks Santri Kajen Sukses Rintis Bisnis Kue Balok Lumer di Kayen

    Berawal dari YouTube, Eks Santri Kajen Sukses Rintis Bisnis Kue Balok Lumer di Kayen

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.158
    • 0Komentar

      PATI ‐ Aroma sedap cokelat dan pandan akan menyapa siapa saja yang berhenti atau melintas di lampu lalu lintas tepi Jalan Raya Pati-Purwodadi, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. ​Aroma manis nan menggugah selera itu bersumber dari lapak dagangan milik Hendri Irawan. Di lapak sederhana tersebut, pemuda 27 tahun ini berupaya membangkitkan kembali geliat […]

  • Salut Komitmen Polres Berantas Pekat, Para Kyia Minta Tutup Karaoke Ilegal

    Salut Komitmen Polres Berantas Pekat, Para Kyia Minta Tutup Karaoke Ilegal

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    https://www.pcnupati.or.id/-  Polres Pati di bawah kepemimpinan AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.IK baru-baru ini melaksanakan berbagai kegiatan penertiban penyakit masyarakat. Sebagaimana dikabarkan Tribratanews.pati.jateng.polri.go.id. Tim Patroli gabungan dari Piket Fungsi dan Staf Polres Pati dengan Sandi Kebo Landoh melaksanakan Operasi Kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran Miras.  Dengan di Pimpin oleh Kasat Sabhara AKP Sugino, Tim Kebo Landoh […]

  • IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    • calendar_month Rab, 24 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

      Suasana Economy Creative Student Expo (ECSE) yang diselenggarakan oleh PW IPNU & IPPNU Jawa Tengah, Rabu (24/11).  Dalam rangka meningkatkan kemandirian organisasi Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah ajak anggota untuk jadi enterpreneurship muda.  Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa […]

  • Mendahulukan Umroh atau Haji?

    Mendahulukan Umroh atau Haji?

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

      Pak karyo adalah seorang petani dan beliau sudah di anggap cukup atau mampu secara finansial untuk melaksanakan rukun islam yang ke lima yaitu haji. Pak karyo sudah tahu mengenai haji yang hanya di wajibkan bagi mereka yang telah mampu melaksanakannya yakni mereka yang yelah memiliki cukup bekal dan ongkos menuju tanah suci, serta kemampuan […]

expand_less