Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
  • visibility 498
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id – Ribuan ketupat dan lepet diarak warga Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (17/4/2024) siang.

Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosekar agar anak-anak muda tertarik dan tidak meninggalkan budaya syawalan.

Sebagaimana diketahui, masyarakat Muslim Jawa punya tradisi lebaran ketupat yang dirayakan sepekan setelah Idulfitri.

Acara bertajuk Kenduri Seribu Ketupat ini sudah dua tahun belakangan dilaksanakan masyarakat setempat.

Ribuan ketupat dan lepet disusun dan dihias di atas mobil bak, kemudian diarak keliling desa sebelum didoakan dan dimakan bersama oleh warga.

Kades Wonosekar, Muhammad Zaenuri mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat desa Wonosekar yang lebih menguri-uri adat-istiadat Jawa yang sudah mulai memudar.

Menurut dia, ketupat dan lepet punya filosofi tersendiri dalam kehidupan masyarakat.

“Kupat dan lepet mengibaratkan keluputan atau kelepatan (kesalahan) seseorang bisa diampuni atau dimaafkan, khususnya pada saat Idulfitri. Kupatan-lepetan ini intinya mengajak masyarakat Wonosekar khususnya, juga seluruh warga Kecamatan Gembong, untuk saling menjalin silaturahim dan saling memaafkan,” kata dia.

Dia menjelaskan, budaya seperti ini harus tetap dieksiskan agar tidak tergerus oleh zaman.

Zaenuri juga menyayangkan kondisi saat ini, di mana tradisi dan kebudayaan mulai memudar. Bahkan menurutnya, generasi muda banyak yang tidak tahu tradisi kenduri ketupat.

“Mereka hanya mengenal game HP saja. Maka kami kenalkan kebudayaan kenduri ketupat syawalan ini,” jelas dia.

Zaenuri menuturkan, seribu ketupat yang diarak merupakan hasil swadaya warga. Setiap rumah menyumbang 10 ketupat dan lima lepet.

Adapun rombongan kirab dibagi dalam lima kelompok, yakni Sekar Kulon, Dologan, Tenggeran, Kauman, dan Tambak Mijen. Tiap-tiap kelompok terdiri atas dua RT.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang mana arak-arakan hanya berada di dalam desa saja. Namun tahun ini rute diperluas karena pihak desa berupaya agar kenduri ketupat bisa lebih membudaya di Kecamatan Gembong.

“Lewat izin Kapolsek, kami lewat jalur Pohgading, Gembong, Ngembes, dan kembali ke lapangan sepakbola Desa Wonosekar yang juga merupakan titik start,” ucap Zaenuri.

Setelah diarak, ketupat dan lepet dihajatkan atau didoakan bersama di lapangan desa setempat. Kemudian bisa diambil dan dinikmati oleh warga yang hadir.

Selain diikuti perangkat desa dan para pemuda, dalam arak-arakan itu juga terdapat rombongan dari Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama setempat.

“PKK, Fatayat, dan Muslimat memberikan sayur atau lauk untuk makan bersama. Ada ingkung juga. Harapannya warga bisa guyub rukun,” tandas Zaenuri. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Canda Tawa Rasulullah

    Canda Tawa Rasulullah

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Kita bisa bayangkan rumah yang lampu penerangnya redup dengan rumah yang terang, pasti akan mempengaruhi semangat hidup penghuninya. Maka, senyum dan sedikit tawa riang benar-benar menjadi sebuah kebutuhan bagi umumnya manusia. Para ulama mantiq mengatakan” Manusia adalah merupakan hewan yang bisa tertawa.”             Dari makolah di atas dapat di simpulkan tertawa adalah cirri khas manusia […]

  • MTs Salafiyah Kajen Gelar Tes Tahfidz dan Kitab

    MTs Salafiyah Kajen Gelar Tes Tahfidz dan Kitab

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah  Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, adakan ujian tahfidz dan kitab kuning, Sabtu (9/3/2024) pagi. Sebagaimana diketahui, Salafiyah merupakan lembaga pendidikan formal berbasis pesantren yang memiliki Program Unggulan Tahfidz dan Kitab. Pada ujian yang digelar tahunan seperti ini, melibatkan seluruh siswa-siswi kelas 9. Kali ini, ujian diikuti sebanyak 440 […]

  • Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Penyaluran santunan ke rumah salah satu yatim oleh Para Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Gembong, Kamis (19/8) GEMBONG – Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Kecamatan Gembong berkeliling desa Kamis (19/8) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyantuni anak-yatim yang berasa di desa ini.  “Karena luasnya desa, jadi kami cicil. Santunan yatama ini merupakan gelombang ke dua,” terang […]

  • Takbiran Bocah jadi Tradisi Sambut Lebaran Qurban di Tapen

    Takbiran Bocah jadi Tradisi Sambut Lebaran Qurban di Tapen

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Banyak cara untuk memeriahkan malam takbiran Idul Adhha 1444 H. Salah satunya adalah pawai takbir keliling. Kegiatan ini pula yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid Baitussalam dan MI Miftahul Huda, Tapen, Kertomulyo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Bukan sekadar takbir keliling, namun pihak penyelenggara mengadakan agenda ini khusus diikuti oleh anak-anak. Hal ini disampaikan […]

  • Jejak Ulama: Panduan Hidup untuk Kebaikan Umat

    Teladani Ulama

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.202
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Jamal Makmur Asmani, M.A.* “Ulama adalah sumber nilai, ilmu, dan etika yang harus diteladani dalam mengarungi kehidupan ini”, demikian tegas Jamal Ma’mur Asmani, dalam seminar “Cara Menulis Produktif” yang diadakan oleh santri-santri Putri Pondok Pesantren Al-Hikmah Kajen Pati pada hari jum’at, 31 Oktober 2025 di Aula Lantai 2. Acara ini diadakan dalam […]

  • Keterangan foto: Ali Fatkhan, Anis Sholeh Ba’asyin dan Afthonul Afif dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Hikayat Negeri Berkabut’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (19/4) kemarin.

    Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

    • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Dunia yang serba instan tak selalu memiliki dampak yang positif, tak jarang justru membuat manusia gagal menata akhlak. Padahal akhlak adalah elemen penting manusia, baik sebagai pribadi mau pun dalam bermasyarakat dan berbangsa. Topik mendalam itu dibahas dalam Suluk Maleman edisi ke-160 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (19/4) dengan tema […]

expand_less