Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Subsidi di Cabut, Bantuan Berebut

Subsidi di Cabut, Bantuan Berebut

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 14 Sep 2022
  • visibility 346
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Beberapa hari lalu, setelah kenaikan harga bahan bakar yang notabene memberatkan masyarakat menurut sebagian orang. Kini kantor pos dan balai desa ramai oleh orang orang yang mengantri untuk mengambil bantuan dari dampak BBM di paksa naik. Saya hanya mengamati, melihat hiruk pikuk tersebut, ada yang saling desak berdesakan, ada pula saling tertawa bahagia sebab mendapatkan manfaat dari harga BBM yang naik. Dan ada pula yang sebaliknya.

“Saya ikut beli BBM kok tak dapat bantuan,”

Saya mendengar celotehan tersebut dengan senyum kecil. Mau tak tanya, kenapa tak dapat bantuan, mengapa? Saya urungkan saja, bisa jadi karena orang tersebut tak dapat bantuan karena sebab lain, yaitu bukan saudaranya pegawai pemerintahan desa, bukan  pula saudaranya pegawai Rukun Tetangga dan Rukun warga dan saudara saudaranya dari saudaranya lurah yang menjabat saat ini. Begitulah desas desus yang di beritakan saat ini.  Seringkali menjadi rahasia yang di umumkan.

Maka, dengan adanya kenaikan bahan bakar tersebut saya dan Anda tak dapat lari, atau menghindar. Yang bisa dilakukan seperti saya dan Anda adalah menggerutu sejadi jadinya. Atau sekadar di jagongke  pada cangkruk cangkruk warung kopi di pojok desa,  pelosok kampung, yang dulunya harga secangkir kopi hanya dua ribu rupiah dan sekarang telah naik menjadi tiga ribu rupiah. Kenaikan yang fantastis bukan.

Saat saya melakukan perjalanan yang cukup panjang melewati jalan tol, jalan kota, jalan yang banyak di lewati mobil mobil mewah, mobil besar. Ada pemandangan yang menarik dan menggelitik, di sepanjang SPBU yang menyediakan dan menjual  Pertalite selalu antri banyak, selalu mengular,  bahkan kalau dalam bahasa saya kayak tak ada hari esok hari. Dan anehnya pemandangan di kota tersebut tak ada sepeda motor yang ikut mengantri. Kalau boleh dibilang mereka mengantri hanya untuk mendapatkan bahan bakar yang bersubsidi bukan? Naik mobil akan tetapi bahan bakarnya bersubsidi, siapa yang salah tak tahu.

Dari kejadian tersebut, saya dan Anda akan mempunyai angan bahwa pemandangan tersebut seakan bertolak belakang dengan apa yang terjadi di desa desa, kampung kampung; yang saat ini lagi gencar-gencarnya di bangun  dan di buka Pertashop (Pertamina Shop) adalah outlet penjualan Pertamina berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya dengan mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina.

Padahal Perthashop yang telah dibangun di desa-desa dengan BBM non subsidi, dan para konsumennya adalah para kuli harian lepas, para pekerja kasar, para buruh di pasar, tukang tebang tebu, kuli tandur, tukang babat rumput dan lainnya.  Dan mereka semua bisa melihat lampu merah yang berada di jalan-jalan kota,  saja bisa dikatakan setahun sekali, itu pun saat ada  rombongan ziarah atau menjenguk tetangganya yang rawat inap di rumah sakit kota. Pertashop di desa di kampung konsumsinya adalah para pengguna sepeda montor yang di pergunakan untuk pergi ke sawah, ke ladang dan untuk menebang tebu dan lainnya.

Sebuah ironi berkontradiktif bukan? Gambaran  desa dan  kota, sungguh berbeda. Sebenarnya mana yang lebih membutuhkan subsidi? Masyarakat kota, atau masyarakat desa. Jangan orang kecil menjadi alasan, menjadi argumen untuk melancarkan kebijakan. Indonesia tetap merdeka. Meski subsidi di cabut, bantuan banyak berebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Workshop Implementasi Kurikulum Nasional

    Workshop Implementasi Kurikulum Nasional

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Pati.Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pati, mengadakan Workshop Implementasi Kurikulum Nasional mata pelajaran umum yang di ikuti oleh Madrasah Tsanawiyag (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA) di lingkungan Lembaga Ma’arif NU Pati, acara berlangsung selama dua hari, bertempat di Aula Kampus IPMAFA, ( 27-28/8) kemarin.             Masa depan Nahdlatul Ulama sangat tergantung pada hasil pendidikan […]

  • Ratusan Produk UMKM Pesantren Ramaikan Jalan Sehat Santri NU Jawa Tengah

    Ratusan Produk UMKM Pesantren Ramaikan Jalan Sehat Santri NU Jawa Tengah

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

      Semarang – Berlokasi di Lapangan Pancasila Simpanglima Kota Semarang, ratusan produk UMKM pesantren di Jawa Tengah dipasarkan dalam puluhan stand bazar di depan panggung utama Jalan Sehat Santri NU Jawa Tengah yang digelar PWNU Jawa Tengah, Ahad (17/10/2024). Pantauan di lapangan, bazar tersebut dibuka oleh Pesantren Tarbiyatul Khoirot Semarang, Pesantren Darul Amanah Semarang, PP. […]

  • LFNU Pati Rukyah Awal Bulan Dzulhijjah di Pantai Kartini Jepara

    LFNU Pati Rukyah Awal Bulan Dzulhijjah di Pantai Kartini Jepara

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    JEPARA-Pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pati melakukan Rukyah Hilal di Pantai Kartini Jepara. Kegiatan tersebut dilakukan pada Hari Kamis (1/7) sore. Rombongan LFNU berangkat dari pati pada hari yang sama sekitar pukul 14.30 WIB dan sampai di Pantai kartini Jepara pukul 16.30 WIB. Ru’yatul hilal yang dilakukan LFNU Pati di Pantai Kartini Jepara Setibanya […]

  • PCNU-PATI

    Hj. Maria Ulfah, Ketua PC Muslimat NU Pati 2010-2020 Wafat

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Kabar duka kembali datang dari PC Muslimat NU Pati. Salah satu kader terbaiknya, berpulang ke rahmatullah pada Senin (5/9) pukul tujuh pagi tadi. Dia adalah Hj. Maria Ulfah Mundzir, Ketua PC Muslimat NU Pati 10 tahun, terhitung sejak 2010. Hj. Ulfah mengakhiri masa jabatannya sebagai Nakhoda kaum ibu Nahdliyyin pada 2020 lalu.  Jenazah […]

  • PCNU-PATI

    Setelah Jepara, Giliran Lazisnu Grobogan Bantu Korban Bencana Pati

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id PATI – Di tengah maraknya bencana yang terjadi di Indonesia, tingkat kepedulian masyarakat menjadi meningkat. Bahkan sebagian masyarakat tergerak merogoh kocek lebih dalam untuk membantu sesamanya yang menjadi korban bencana.  Bantuan yang datang pun beragam, mulai dari uang, sembako, pakaian layak pakai. Justru, menurut pantauan Lazisnu Pati, bantuan non-tunai inilah yang dibutuhkan korban yang […]

  • PCNU-PATI

    Rumi

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Oleh: M Iqbal Dawami Mungkin ada yang belum tahu Jalaluddin Rumi. Ia adalah sufi cum penyair yang terkenal. Ia berasal dari Balkh, Afghanistan. ia belajar tasawuf kepada beberapa guru, tapi yang paling mempengaruhinya adalah Syamsuddin al-Tabrizi atau Syamsi Tabriz. Sebelum tampil menjadi ahli tasawuf Rumi adalah seorang guru yang memiliki banyak murid. Sekian lama mengajar, […]

expand_less