Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Subsidi di Cabut, Bantuan Berebut

Subsidi di Cabut, Bantuan Berebut

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 14 Sep 2022
  • visibility 400
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Beberapa hari lalu, setelah kenaikan harga bahan bakar yang notabene memberatkan masyarakat menurut sebagian orang. Kini kantor pos dan balai desa ramai oleh orang orang yang mengantri untuk mengambil bantuan dari dampak BBM di paksa naik. Saya hanya mengamati, melihat hiruk pikuk tersebut, ada yang saling desak berdesakan, ada pula saling tertawa bahagia sebab mendapatkan manfaat dari harga BBM yang naik. Dan ada pula yang sebaliknya.

“Saya ikut beli BBM kok tak dapat bantuan,”

Saya mendengar celotehan tersebut dengan senyum kecil. Mau tak tanya, kenapa tak dapat bantuan, mengapa? Saya urungkan saja, bisa jadi karena orang tersebut tak dapat bantuan karena sebab lain, yaitu bukan saudaranya pegawai pemerintahan desa, bukan  pula saudaranya pegawai Rukun Tetangga dan Rukun warga dan saudara saudaranya dari saudaranya lurah yang menjabat saat ini. Begitulah desas desus yang di beritakan saat ini.  Seringkali menjadi rahasia yang di umumkan.

Maka, dengan adanya kenaikan bahan bakar tersebut saya dan Anda tak dapat lari, atau menghindar. Yang bisa dilakukan seperti saya dan Anda adalah menggerutu sejadi jadinya. Atau sekadar di jagongke  pada cangkruk cangkruk warung kopi di pojok desa,  pelosok kampung, yang dulunya harga secangkir kopi hanya dua ribu rupiah dan sekarang telah naik menjadi tiga ribu rupiah. Kenaikan yang fantastis bukan.

Saat saya melakukan perjalanan yang cukup panjang melewati jalan tol, jalan kota, jalan yang banyak di lewati mobil mobil mewah, mobil besar. Ada pemandangan yang menarik dan menggelitik, di sepanjang SPBU yang menyediakan dan menjual  Pertalite selalu antri banyak, selalu mengular,  bahkan kalau dalam bahasa saya kayak tak ada hari esok hari. Dan anehnya pemandangan di kota tersebut tak ada sepeda motor yang ikut mengantri. Kalau boleh dibilang mereka mengantri hanya untuk mendapatkan bahan bakar yang bersubsidi bukan? Naik mobil akan tetapi bahan bakarnya bersubsidi, siapa yang salah tak tahu.

Dari kejadian tersebut, saya dan Anda akan mempunyai angan bahwa pemandangan tersebut seakan bertolak belakang dengan apa yang terjadi di desa desa, kampung kampung; yang saat ini lagi gencar-gencarnya di bangun  dan di buka Pertashop (Pertamina Shop) adalah outlet penjualan Pertamina berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya dengan mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina.

Padahal Perthashop yang telah dibangun di desa-desa dengan BBM non subsidi, dan para konsumennya adalah para kuli harian lepas, para pekerja kasar, para buruh di pasar, tukang tebang tebu, kuli tandur, tukang babat rumput dan lainnya.  Dan mereka semua bisa melihat lampu merah yang berada di jalan-jalan kota,  saja bisa dikatakan setahun sekali, itu pun saat ada  rombongan ziarah atau menjenguk tetangganya yang rawat inap di rumah sakit kota. Pertashop di desa di kampung konsumsinya adalah para pengguna sepeda montor yang di pergunakan untuk pergi ke sawah, ke ladang dan untuk menebang tebu dan lainnya.

Sebuah ironi berkontradiktif bukan? Gambaran  desa dan  kota, sungguh berbeda. Sebenarnya mana yang lebih membutuhkan subsidi? Masyarakat kota, atau masyarakat desa. Jangan orang kecil menjadi alasan, menjadi argumen untuk melancarkan kebijakan. Indonesia tetap merdeka. Meski subsidi di cabut, bantuan banyak berebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penulisan Al-Quran dengan Tinta Najis

    Penulisan Al-Quran dengan Tinta Najis

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 902
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Ada seseorang yang menulis al-Qur`an dan memaknai kitab tafsir al-Qur`an dengan menggunakan tinta tutul (ala santri) dan air yang digunakan untuk mencairkan tinta tersebut ternyata air najis/mutanajjis. Bagaimana menulis Al-qur`an dan memaknai kitab tafsir tersebut di saat dia mengetahui bahwa tinta tersebut itu najis ? Bagaimana solusinya, bila tulisan al-qur`an tersebut dihukumi […]

  • Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

    Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.057
    • 0Komentar

    Sebuah pertanyaan satir menyeruak saat Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin membuka NgAllah Suluk Maleman pada Sabtu (18/7) malam. Dia melempar pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dicari manusia di dunia ini. Meski terasa sederhana, namun pertanyaan ini merupakan upaya eksplorasi filosofis mengenai sifat manusia, keberadaan, dan kondisi manusia di era modern. Anis Sholeh Ba’asyin menantang para hadirin […]

  • LP Ma’arif NU dan Kemnaker Buka Seleksi Nasional Magang Jepang di Pekalongan

    LP Ma’arif NU dan Kemnaker Buka Seleksi Nasional Magang Jepang di Pekalongan

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.924
    • 0Komentar

    PEKALONGAN — Seleksi Nasional Magang Jepang, kerja sama LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan IM Japan, resmi dilaksanakan pada 10–13 Agustus 2026 di SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan. Sebanyak 234 peserta dari berbagai daerah mengikuti seleksi ini. Kegiatan dibuka secara langsung oleh perwakilan Direktorat […]

  • PCNU-PATI

    Pentas Seni Senja Berpuisi Perkenalkan Sastra Untuk Anak Muda

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Senin 21/8/2023,-  “Pentas seni Senja Berpuisi kali ini sengaja mengambil lokasi publik area untuk memperkenalkan dunia sastra khususnya kepada anak-anak muda generasi milenial di Kota Jakarta dan sekitarnya,” jelas Diki Lukman Hakim, Kepala Perpustakaan Jakarta dan Kepala Satuan Pelaksana Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin. Dalam wawancara khusus dengan penulis  di ujung acara Pentas […]

  • PCNU PATI - PR Fatayat NU Bermi Terbentuk, PAC Tinggal Satu yang Belum

    PR Fatayat NU Bermi Terbentuk, PAC: Tinggal Satu yang Belum

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    GEMBONG – Ranting Fatayat NU Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati telah sah memiliki ketua baru setelah sekian lama mengalami kekosongan kepemimpinan. Hal ini berkat mediasi antara PAC Fatayat NU Gembong dengan ketua Ranting NU Bermi dan beberapa pemudi setempat. Hal ini berlangsung selama beberapa bulan sebelum akhirnya dilakukan pemilihan pada Jumat (12/8). Menurut Ariful […]

  • Hafidz Qur’an, Bisa Daftar Jadi Imam Masjid di Uni Emirat

    Hafidz Qur’an, Bisa Daftar Jadi Imam Masjid di Uni Emirat

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Kemenag membuka pendaftaran imam untuk masjid-masjid di Uni Emirat Arab JAKARTA-Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali membuka peluang bagi kader terbaik bangsa. Kali ini, melalui Dirjen Bimbingan Masyarakat  (Bimas) Islam, Kemenag akan melakukan seleksi calon imam masjid untuk Uni Emirat Arab.  Pendaftaran calon imam ini dilaksanakan 13 sampai 22 Agustus 2021. Namun seleksinya dilakukan secara virtual 25 […]

expand_less