Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Subsidi di Cabut, Bantuan Berebut

Subsidi di Cabut, Bantuan Berebut

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 14 Sep 2022
  • visibility 365
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Beberapa hari lalu, setelah kenaikan harga bahan bakar yang notabene memberatkan masyarakat menurut sebagian orang. Kini kantor pos dan balai desa ramai oleh orang orang yang mengantri untuk mengambil bantuan dari dampak BBM di paksa naik. Saya hanya mengamati, melihat hiruk pikuk tersebut, ada yang saling desak berdesakan, ada pula saling tertawa bahagia sebab mendapatkan manfaat dari harga BBM yang naik. Dan ada pula yang sebaliknya.

“Saya ikut beli BBM kok tak dapat bantuan,”

Saya mendengar celotehan tersebut dengan senyum kecil. Mau tak tanya, kenapa tak dapat bantuan, mengapa? Saya urungkan saja, bisa jadi karena orang tersebut tak dapat bantuan karena sebab lain, yaitu bukan saudaranya pegawai pemerintahan desa, bukan  pula saudaranya pegawai Rukun Tetangga dan Rukun warga dan saudara saudaranya dari saudaranya lurah yang menjabat saat ini. Begitulah desas desus yang di beritakan saat ini.  Seringkali menjadi rahasia yang di umumkan.

Maka, dengan adanya kenaikan bahan bakar tersebut saya dan Anda tak dapat lari, atau menghindar. Yang bisa dilakukan seperti saya dan Anda adalah menggerutu sejadi jadinya. Atau sekadar di jagongke  pada cangkruk cangkruk warung kopi di pojok desa,  pelosok kampung, yang dulunya harga secangkir kopi hanya dua ribu rupiah dan sekarang telah naik menjadi tiga ribu rupiah. Kenaikan yang fantastis bukan.

Saat saya melakukan perjalanan yang cukup panjang melewati jalan tol, jalan kota, jalan yang banyak di lewati mobil mobil mewah, mobil besar. Ada pemandangan yang menarik dan menggelitik, di sepanjang SPBU yang menyediakan dan menjual  Pertalite selalu antri banyak, selalu mengular,  bahkan kalau dalam bahasa saya kayak tak ada hari esok hari. Dan anehnya pemandangan di kota tersebut tak ada sepeda motor yang ikut mengantri. Kalau boleh dibilang mereka mengantri hanya untuk mendapatkan bahan bakar yang bersubsidi bukan? Naik mobil akan tetapi bahan bakarnya bersubsidi, siapa yang salah tak tahu.

Dari kejadian tersebut, saya dan Anda akan mempunyai angan bahwa pemandangan tersebut seakan bertolak belakang dengan apa yang terjadi di desa desa, kampung kampung; yang saat ini lagi gencar-gencarnya di bangun  dan di buka Pertashop (Pertamina Shop) adalah outlet penjualan Pertamina berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya dengan mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina.

Padahal Perthashop yang telah dibangun di desa-desa dengan BBM non subsidi, dan para konsumennya adalah para kuli harian lepas, para pekerja kasar, para buruh di pasar, tukang tebang tebu, kuli tandur, tukang babat rumput dan lainnya.  Dan mereka semua bisa melihat lampu merah yang berada di jalan-jalan kota,  saja bisa dikatakan setahun sekali, itu pun saat ada  rombongan ziarah atau menjenguk tetangganya yang rawat inap di rumah sakit kota. Pertashop di desa di kampung konsumsinya adalah para pengguna sepeda montor yang di pergunakan untuk pergi ke sawah, ke ladang dan untuk menebang tebu dan lainnya.

Sebuah ironi berkontradiktif bukan? Gambaran  desa dan  kota, sungguh berbeda. Sebenarnya mana yang lebih membutuhkan subsidi? Masyarakat kota, atau masyarakat desa. Jangan orang kecil menjadi alasan, menjadi argumen untuk melancarkan kebijakan. Indonesia tetap merdeka. Meski subsidi di cabut, bantuan banyak berebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

    PATI – Selasa, 3 September 2019 mendatang, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf akan hadir di alun-alun Pati untuk memimpin acara Pati Bersholawat 1441 H. Kepastian kehadiran Habib kondang asal Surakarta ini disampaikan oleh Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, saat memberikan sambutan dalam acara Istighosah Ulama dan Umara se-Kabupaten Pati, Kamis (22/08) malam di Pendopo […]

  • Wabup Nadia Muna Tegaskan Informasi Konten Kreatif Belum Tentu Benar dan Valid

    Wabup Nadia Muna Tegaskan Informasi Konten Kreatif Belum Tentu Benar dan Valid

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.877
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Temanggung — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menyelenggarakan talkshow bertema “Santri Melek Digital: Menjaga Akhlak di Era Modern” pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Acara tersebut digelar di Aula Lantai Tiga INISNU Temanggung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri oleh […]

  • ASWAJA FEST 2025: Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah MTs/SMP LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung Sukses Digelar

    ASWAJA FEST 2025: Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah MTs/SMP LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung Sukses Digelar

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

      Temanggung – MTs Integrasi Al Hudlori Kebonsari Temanggung menjadi tuan rumah Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah tingkat MTs dan SMP di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan semangat keagamaan serta melestarikan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di kalangan pelajar. Acara berlangsung pada Kamis, 19 Juni […]

  • PCNU-PATI

    NU Pati Apresiasi Langkah Pemerintah Membongkar Warung Remang-Remang di Margorejo 

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sejumlah warung remang-remang di wilayah Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, dibongkar oleh pihak berwenang, pada Senin (12/6/2023).  Warung-warung itu berada di sepanjang jalan raya Pati-Kudus. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah terjun langsung melakukan pembongkaran tersebut.  Mereka juga di dampingi Satpol PP Pati, TNI, Polri, Bina Marga Jawa Tengah, pihak Kecamatan Margorejo hingga […]

  • Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan Fasilitasi UMKM Berjualan  

    Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan Fasilitasi UMKM Berjualan  

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Margoyoso. Kampung Ramadhan Sumohadiwijayan adalah acara rutin yang diadakan setiap bulan ramadhan. Acara ini digelar di sekitar balai desa Kajen, Margoyoso Pati selama 15 hari yang dimulai pada tanggal 1 ramadhan. Beragam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) turut meramaikan dengan aneka makanan dan minuman yang dijual untuk buka puasa. Untuk tahun ini, ada 64 stan […]

  • a couple of people walking down a dirty street

    Islam, Perang dan Perdamaian

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.459
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Perang di Timur Tengah sejak Ramadlan 1447 H. menyita perhatian publik, baik di dunia nyata maupun online. Perang terjadi secara offline dan digital. Isu agama mencuat tajam. Pihak Iran menyebut ini ada perang agama sehingga umat Islam dunia harus mendukung Iran. Sedangkan Amerika lewat Menteri Pertahanan menyatakan bahwa ini adalah perang […]

expand_less