Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Qurban Ramah Lingkungan Ala MT Darul Hasyimi Jogja

Qurban Ramah Lingkungan Ala MT Darul Hasyimi Jogja

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
Panitia qurban ramah lingkungan MT Darul Hasyimi Jogja sedang membungkus daging qurban dengan besek dan daun jati

GUNUNGKIDUL-Cinta lingkungan termasuk bagian dari menjalankan ajaran agama. Sebab, nabi diturunkan bukan hanya untuk memberi rahmat bagi umat islam, namun juga bagi seluruh alam. Hal ini yang disampaikan oleh Eko Sulistyo, Ketua Pengurus Daerah Majelis Ta’lim Darul Hasyimi (MTDH), Jogja. 

Motto hidup tersebut, bagi Eko bukan sekadar jargon. Namun bersama rekan-rekannya di MTDH, ia mewujudkan jargon tersebut melalui langkah kecil yang nyata, yaitu qurban ramah lingkungan. 
“Ide qurban ramah lingkungan ini dari ketua umum MTDH, Habib Muhammad Baha’uddin, putranya Habib Luthfi Bin Yahya,” tutur Eko. 
Berlokasi di Ponpes Al Hasan, Kapanewon, Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta, pelaksanaan qurban ramah lingkungan ini berlangsung Rabu (21/7) pagi.  Konsepnya, lanjut Eko, plastik kresek yang biasa digunakan untuk membungkus daging, diganti dengan daun jati dan besek (kotak makan dari anyaman bambu-red). 
Pihaknya memerlukan sedikitnya dua ratusan besek untuk membungkus daging dari sembilan ekor kambing dan seekor sapi yang disembelih di Ponpes Al Hasan tersebut.
“Dawuh dari Habib Baha’uddin, bungkusnya memang harus dari bahan yang aman. Dari alam,” lanjutnya. 
Meskipun terkesan sepele, namun langkah ini bisa menjadi teladan bagi ummat islam dalam menyelenggarakan qurban. Dengan menggunakan bahan alami seperti daun jati sebagai pengganti plastik, upaya ini diharapkan dapat menyelamatkan lingkungan. 
“Dalam momen idul adha, ada berapa juta plastik yang dipakai. Jika semua panitia qurban mau beralih ke bungkus dari bahan alam insya allah menjadi jariyah kita untuk bumi tercinta dan anak cucu,” papar Eko. 
Dirinya menuturkan, bahwa langkah kecil tersebut jika dilakukan bersama-sama minimal ketika idul adha, akan memberi dampak besar bagi bumi. 
“Kalau kita belum bisa ikut melestarikan lingkungan, minimal kita tidak ikut merusaknya,” ungkap dia. 
Penggunaan plastik secara berlebih, memang dapat mengganggu kelestarian lingkungan. Sebab, bahan plastik membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk bisa diurai oleh tanah. 
Dalam qurban ramah lingkungan tersebut, ada sembilan ekor kambing dan seekor sapi yang disembelih boleh MTDH. Dagingnya, dibagikan ke warga sekitar Ponpes Al Hasan. Selain ramah lingkungan, kegiatan semacam ini juga memiliki nilai estetis dan keunikan tersendiri.(karim/ltn)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Mukhlison Hadi Singgung NU dalam Acara Maulid

    KH. Mukhlison Hadi Singgung NU dalam Acara Maulid

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    TRANGKIL-Takmir Masjid Sirojul Anam Trangkil menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW., Sabtu (15/11) kemarin. Pengurus takmir, Dr. Jamal Makmur menyatakan bahwa setiap tahun, masjid ini menyelenggarakan peringatan maulid dengan berbagai variasi. KH. Mukhlison Hasi Khoiron menyampaikan tausyiyah dalah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh takmir Masjid Sirojul Anam, Trangkil. “Maulidan merupakan agenda […]

  • Puisi-Puisi Melisa Yusrina

    Puisi-Puisi Melisa Yusrina

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

      Sepucuk Kata Untuk Rekanita   Keringatmu adalah semangat Lelahmu adalah cambuk kehidupan Langkahmu tanda perjuangan Pengabdianmu tanda cinta   Semua itu hanya untuk satu tujuan Untuk menyirnakan kegelepan Untuk tetap melanjutkan perjuangan sang panutan Mekar seribu bunga di taman Mekar cinta pada ikatan Sehat selalu rekanita tersayang Tetaplah belajar, berjuang, dan bertaqwa tanpa bosan. […]

  • Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal  di Perpustakaan Mutamakkin

    Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal di Perpustakaan Mutamakkin

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Dalam rangka menggali pemikiran dan memperdalam keilmuan Almaghfurlah KH Sahal Mahfudh atau akrab dipnggil Mbah Sahal, pengurus Perpustakaan Mutamakkin menggadakan bedah buku  karya Dr. Jamal makmur, MA “Elaborasi Lima Ciri Pokok Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh”, kemarin. Menurut Jamal Makmur selaku narasumber dan penulis kebesaran KH MA Sahal Mahfudh tidak diragukan lagi di kalangan Nahdlatul […]

  • From above of crowded square around Kaaba cube in Great Mosque of Mecca at night time

    Haji; dari Ibadah Hingga Merasa Wah

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Senja masih seperti kemarin, ada guratan mega memerah. Mendung bergelantungan. Hujan tak datang. Mendung terus menghadang menemani perjalanan pulang dari rutinitas harian. Pergi pagi pulang sore hari. Maklum karyawan kantoran seperti yang dikatakan orang-orang. Perjalanan masih panjang. Mendung masih menghadang. Notifikasi pesan masuk di whatshap berdatangan tak karuan. Sesekali panggilan masuk berurutan. Saya tak peduli […]

  • PCNU-PATI

    Memasuki Tahun Politik, Rais Syuriyah PCNU Pati Ingatkan Pentingnya Berpolitik Ala Santri

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati adakan dialog kebangsaan bertajuk “Etika Santri Berpolitik Ala Imam Ghazali”. Kegiatan yang berlangsung di aula PCNU Pati, pada Sabtu (21/10/2023) pagi itu digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2023.  Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rais Syuriah PCNU Pati, Ketua Tanfidziyah beserta para […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    NU dan Gagasan Islam Nusantara

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Pemahaman keagamaan merupakan bentuk laku kesadaran manusia dalam beragama. Cara manusia memahami agama senantiasa akan mengalami hambatan jika ia tidak mampu menangkap pesan-pesan Tuhan (al-murâd al-ilâhiy) yang tersirat dalam setiap sendi ajaran agama.  Jika Islam memiliki daya vitalitas yang tinggi, maka upaya revitalisasi pemahaman keagamaan merupakan sebuah keniscayaan. Hal inilah yang […]

expand_less