Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NgAllah Suluk Maleman JANGAN JADIKAN AGAMA SEBAGAI MESIN CUCI

NgAllah Suluk Maleman JANGAN JADIKAN AGAMA SEBAGAI MESIN CUCI

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
  • visibility 8.650
  • comment 0 komentar

 

Ramadan tentu bukanlah sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum besar untuk melakukan muhasabah atau introspeksi total. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, muncul sebuah fenomena yang memprihatinkan: menjadikan agama sebagai “mesin cuci”.
Kalimat satir itu diungkapkan oleh budayawan Anis Sholeh Ba’asyin saat membuka Suluk Maleman pada Sabtu (21/2). Dia menyebut dengan beribadah, seringkali seseorang sudah merasa bisa menghapus dosa besar yang telah dilakukan.
“Seperti halnya seorang koruptor, dengan bersedekah dia sudah merasa baik, tanpa benar-benar memperbaiki esensi moralnya,” terang Anis.
Bagi Anis, puasa sebenarnya mengajarkan tentang mencegah seseorang untuk melakukan apa yang dia mampu. Seperti halnya menahan untuk tidak makan dan minum meski bisa saja melakukannya.
“Bagaimana seseorang itu menahan diri. Maka kalau seperti itu, salah satu puasa utama yang harusnya dilakukan para pejabat itu ya dengan tidak korupsi. Tidak menyalahgunakan kekuasaan meski dia mampu melakukan,” tegas dia.
Dia juga menyebut ibadah khususnya puasa mengajarkan agar manusia dapat lebih berhati-hati dan waspada. Jika selama dan sesudah puasa manusia bisa berhati-hati dalam bersikap maka bisa jadi puasa itu diterima.
“Seperti salat mengajarkan untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang buruk dan mungkar. Kalau sudah salat tapi mungkarnya tidak berkurang maka kita bisa bertanya apakah salat itu sudah benar atau belum?” tanya dia.
Budayawan asal Pati itu kemudian menukil salah satu falsafah Jawa yang mengajarkan bagaimana “ngelmu tinemu dening laku”. Menurut Anis, falsafah itu menekankan tentang ilmu yang harus dilakukan atau diamalkan.
“Al Qur’an sendiri mengajarkan jika sesorang mengamalkan satu ilmu, akan diberi ilmu baru. Ilmu akan benar-benar ketemu kalau sudah dilakukan. Dahlan Iskan pernah menceritakan saat di Yaman ada ulama yang menerangkan keutamaan siwak. Keesokannya, muridnya tidak membawanya lalu kelas dihentikan. Ini menjelaskan bagaimana ilmu yang telah dipelajari harus dilakukan,” terang dia.
Anis menyebut ada sebuah hadis Qudsy yang menyebut “Aku sakit, kenapa engkau tidak menjengukku?”. Hal itu tentu menjadi pertanyaan besar mengingat Allah merupakan Maha Segalanya.
“Rupanya sakit itu merujuk pada tetangga si Fulan yang sakit. Kalau dia menjenguknya maka Allah disitu. Kemudian juga disebutkan ada hadis serupa namun persoalan lapar. Ini mengajarkan selain kepada Tuhan, ada sikap antar makhluk khususnya manusia yang harus kita perhatikan,” terang dia.
Bahkan dalam hadis tersebut, Anis menyebut, sikap sosial menjadi penting. Sebagai personal, kita penting untuk saling peduli dengan sesama manusia. Bahkan saat menjadi pejabat maka bertanggungjawab atas pemenuhan kebutuhan dasar bagi rakyatnya.
“Saat ada anak yang meninggal dunia karena kemiskinan, atau kondisi bencana di Aceh dan Sumatera para pejabat jelas ikut menanggug dosanya,” tegas dia.
Ratusan warga tampak antusias mengikuti ngaji budaya tersebut baik datang secara langsung maupun melalui sejumlah kanal media sosial Suluk Maleman. Suasana kian hangat dengan iringan musik Sampak GusUran.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Aku Sakit, Kenapa Kau Tak MenjengukKu” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (21/2).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Ramadhan, MWC NU Kayen: Ikut NU Tidak Bakal Kelaparan

    Sambut Ramadhan, MWC NU Kayen: Ikut NU Tidak Bakal Kelaparan

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

      Acara Megengan Bareng yang digelar oleh MWC NU Kayen, tepat pada malam nosfu Sya’ban KAYEN-Tradisi megengan telah melekat di sejumlah kalangan masyarakat di jawa. Upacara penyambutan bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan dengan ragam cara.  “Intinya, megengan itu ekspresi kegembiraan akan datangnya Bulan Ramadhan,” tutur K. Saeku, Sekretaris PCNU Pati.  Salah satunya, kegiatan megengan dilaksanakan […]

  • Dinkes : Mengunggah Sertifikat Vaksin di Sosmed Bisa Sangat Berbahaya

    Dinkes : Mengunggah Sertifikat Vaksin di Sosmed Bisa Sangat Berbahaya

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Ruang webinar Kesehatan yang diselenggarakan oleh KKN MDR Super Ipmafa 2021 menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Pati PATI – KKN MDR Super Ipmafa mendapatkan kesempatan berharga memperluas pengetahuan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Kegiatan positif ini merupakan rangkaian program kelompok KKN tersebut.  Selasa (31/8) kemarin KKN MDR Super menyelenggarakan seminar berbasis online (webinar) tentang kesehatan. Dengan […]

  • Konsolidasi Fatayat NU Margoyoso Digelar Minggu Kemarin

    Konsolidasi Fatayat NU Margoyoso Digelar Minggu Kemarin

    • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Fatayat NU Pati termasuk salah satu Badan Otonom (Banom) yang giat melaksanakan kegiatan. Di masing-masing PAC, Fatayat NU di Kabupaten Pati secara rutin menyelenggarakan konsolidasi melalui rutinan. Ahad (8/1), giliran PAC Fatayat NU Margoyoso yang menyelnggarakan rutinan tersebut. Selain dihadiri internal NU, seperti Syuriyah dan juga elemen Fatayat NU sendiri, kegkatan ini juga […]

  • PCNU-PATI

    Prestis! Rutinan Fatayat NU Margorejo Dihadiri Dua Pengasuh Pondok

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id MARGOREJO –   Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. masih berlangsung. Salah satunya adalah yang dilaksanakan oleh PAC Fatayat NU Kecamatan Margorejo.  Sabtu (4/3) lalu, para pemudi NU tersebut menyelenggarakan peringatan Isro’ Mi’roj sekaligus rutinan Fatayat NU di Desa Sukobubuk. Bahkan, dalam agenda tersebut dihadiri salah seorang pengasuh Ponpes Roudlotul Falah, Bermi, Gembong, Kiai Ali Nur […]

  • Harlah NU ke-94 di Madrasah Mazro’atul Ulum

    Harlah NU ke-94 di Madrasah Mazro’atul Ulum

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wedarijaksa 6/2/2020. Ikatan Siswa – siswi Madrasah Mazro’atul Ulum (ISMU) mengadakan acara memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-94 bertempat di Aula Madrasah Mazro’atul Ulum. Acara diikuti mulai dari murid MI, MTs, dan MA. Kegiatan sholawatan dipimpin langsung oleh Ahmad Syukron Ketua Jamaah Bersholawat (Jamber NU) Suwaduk Wedarijaksa, yang juga dulu Ketua IPNU ranting Suwaduk. […]

  • LAZISNU Pati, Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    LAZISNU Pati, Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    • calendar_month Sen, 18 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di gedung Lantai 3 Kantor Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati, LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama) mengadakan acara santunan kepada anak yatim dan dhuhafa’ pada akhir bulan Ramadlan kemarin. (30/6) LAZISNU setiap tahunya terutama di bulan Ramadhan selalu berbagai dengan mereka yang kurang berutung yaitu Yatama dan Dhuhafa’ hal ini untuk […]

expand_less