Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kuatkan Literasi dan Numerasi, Ma’arif NU Jateng Launching Gerakan Literasi Ma’arif Plus

Kuatkan Literasi dan Numerasi, Ma’arif NU Jateng Launching Gerakan Literasi Ma’arif Plus

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
  • visibility 423
  • comment 0 komentar

Semarang – Sebagai bagian dari program unggulan pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029, program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus secara resmi dilaunching. Hal ini terungkap dalam Pembukaan dan Launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus sekaligus Pendidikan dan Pelatihan GLM perdana pada Selasa (29/10/2024) secara virtual. Kegiatan launching dilakukan oleh Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Pembukaan dan Launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus sebagai bagian dari program unggulan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029,” katanya.

Pada hari ini, kita berkumpul untuk melaksanakan pembukaan dan launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus, sebuah inisiatif yang diharapkan menjadi tonggak baru dalam menguatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah. “Disebut GLM Plus karena di dalam GLM ini ditambahkan aspek numerasi, dan pendidikan inklusi,” kata Fakhrudin.

Gerakan ini, lanjut dia, bukan hanya sekadar upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis semata, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, numerasi, penguatan pendidikan inklusi, dalam menghidupkan kesadaran kritis dan memperkaya wawasan keilmuan, keagamaan, serta kebangsaan di kalangan generasi muda kita dalam bingkai faham Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah.

“Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus diinisiasi dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman ala Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah, kebangsaan, dan kebudayaan yang menjadi landasan kita sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, literasi menjadi kemampuan dasar yang sangat penting. Bukan hanya literasi dalam artian membaca, tetapi juga literasi digital, literasi budaya,  literasi kebangsaan, literasi numerasi, dan pendidikan inklusi yang mampu menguatkan identitas kita sebagai generasi penerus bangsa yang berakar pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memaparkan data yang rinci. Pada tahun 2016, riset tentang World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State University menyatakan, Indonesia berada di posisi ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.  “Institut Statistik UNESCO (UIS) menyebutkan tingkat literasi global pada kalangan usia 15 tahun ke atas pada 2021 sebesar 86,3 persen dan dari 208 negara yang disurvei, Indonesia menempati posisi ke-100 dengan tingkat literasi 95,44 persen atau lebih rendah dari Filipina (96,62 persen), Brunei (96,66 persen), dan Singapura (96,677 persen). Indonesia masih dalam posisi di bawah dari negara di Asia tersebut,” papar dia.

Di sisi lain, pihaknya juga menjelaskan Survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2022 menempatkan bahwa Indonesia berada di peringkat 68 dengan skor matematika (379), sains (398) dan membaca (371) dengan kategori masih rendah.

“Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI tahun 2022 melaporkan nilai budaya literasi Indonesia sebesar 57,4 poin, naik 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, nilai ini masih dinilai minim untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas,” lanjut dia.

Data BPS Jateng, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jateng tahun 2023 masih 73,39, naik 0,59 poin dari sebelumnya yang sebesar 72,80. “IPM Jateng masuk dalam kategori tinggi dan tidak ada daerah di Jateng yang berkategori rendah. Meski demikian, IPM Jateng masih perlu dinaikkan,” paparnya.

Oleh karena itu, katanya, saya secara langsung diminta mengawal oleh Ketua PWNU Jawa Tengah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. “Maka, GLM ini harus dijalankan serius, selain literasi dan numerasi sebagai gerakan yang masif seperti ini, namun perlu juga literasi dan numerasi dikuatkan sebagai kompetensi guru dan siswa, karena intinya ada pada kesuksesan belajar siswa,” jelasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Fakhrudin secara resmi melaunching program GLM Plus dan dilanjutkan dengan pemutaran video GLM yang diikuti lebih dari 150 peserta secara virtual tersebut. Mereka terdiri atas guru, kepala madrasah, kepala sekolah, dan pelajar Ma’arif NU se Jawa Tengah.

Sementara itu, Koordinator GLM Plus Hamidulloh Ibda, melaporkan bahwa sampai acara dilaksanakan, sudah ada pendaftar melalui Google Form sebanyak 387. “Yang sudah gabung di grup sebanyak 253, dan saya yakin ini akan bertambah karena kegiatan ini akan berakhir sampai akhir tahun 2024 yang kita laksanakan setiap hari Selasa,” beber penulis buku Media Literasi Sekolah tersebut.

Dijelaskan Ibda, bahwa GLM Plus sendiri memiliki tiga aspek program. Pertama, Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus dengan kegiatan gerakan literasi membaca dan menulis, gerakan literasi karya jurnalistik, gerakan literasi karya ilmiah, gerakan literasi karya sastra, gerakan literasi numerasi, dan temu penulis dan sastrawan Ma’arif dan Ma’arif NU Award.

Kedua, penguatan penerbitan Maarifnujateng.or.id, MOPDIK, Jurnal ASNA, dan CV. Asna Pustaka dengan kegiatan penerbitan Majalah MOPDIK tiap tahun, penerbitan Artikel Jurnal ASNA dua kali setahun, dan penerbitan dan percetakan buku CV. ASNA Pustaka. Ketiga, penguatan Pendidikan inklusi dan dukungan persiapan pendidikan inklusi melalui mainstreaming dan piloting dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan, dukungan pelaksanaan program, serta dukungan sarana dan prasarana.

Pada GLM Plus episode pertama, dikatakan Ibda dilakukan secara virtual sebanyak sembilan kali, yaitu GLM Plus Part 1: Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik dengan materi Manajemen dan Strategi Branding Madrasah dan Sekolah berbasis Digital Strategi Penulisan, Rillis, dan Publikasi Berita Kegiatan Ma’arif NU yang akan dilaksanakan setelah pembukaan kegiatan ini.

Glm Plus Part 2: Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik dengan materi Strategi Penulisan Artikel Populer (Opini) bertema Pendidikan dan Strategi Penulisan Esai Populer bertema Pendidikan. Glm Plus Part 3: Gerakan Literasi Karya Tulis Ilmiah dengan materi strategi penulisan artikel ilmiah dengan ai di jurnal ilmiah dan bedah struktur naskah artikel ilmiah di jurnal Sinta/Scopus. GLM Plus Part 4: gerakan literasi karya sastra puisi dengan materi proses kreatif penulisan puisi bertema pendidikan dan strategi penulisan puisi bertema pendidikan.

GLM Plus Part 5: Gerakan Literasi Karya Sastra Cerpen dengan materi proses kreatif penulisan cerpen bertema pendidikan dan strategi penulisan cerpen bertema pendidikan. GLM Plus Part 6: Gerakan Literasi Digital dengan materi strategi pembuatan meme/gambar, dan animasi untuk branding pendidikan dan strategi pembuatan lagu/musik dan video untuk branding pendidikan.

GLM Plus Part 7: Gerakan Literasi Numerasi dengan materi strategi peningkatan kompetensi numerasi siswa Ma’arif NU dan strategi asesmen kompetensi numerasi siswa Ma’arif NU.

GLM Plus Part 8: Gerakan Pendidikan Inklusi Ma’arif dengan materi manajemen pengelolaan pendidikan inklusi madrasah-sekolah Ma’arif NU dan standar layanan pendidikan inklusi madrasah-sekolah Ma’arif NU. GLM Plus Part 9: Gerakan Literasi Ma’arif (Glm) Bermuatan Aswaja dengan materi peningkatan literasi keagamaan melalui deradikalisasi dan kontra narasi radikalisme di sekolah dan madrasah Ma’arif NU dan penguatan karakter Aswaja NU siswa Ma’arif NU melalui kurikulum Ke-NU-an.

Iba mengajak kepada peserta didik, guru, dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif NU se Jawa Tengah mengikuti kegiatan GLM Plus dengan melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/DaftarGLMPart1-9 secara gratis. Usai pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan Diklat GLM Part 1 dengan narasumber Kepala MTs Negeri 1 Salatiga Dr. Hidayatun, Tim GLM dan Direktur Babad.id Abdul Arif dengan moderator Muhammad Zainudin Aklis. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Selamat Lebaran

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Sepekan lalu kita semua telah merayakan hari raya idul fitri. Tak dipungkiri, saling berkunjung kerumah saudara maupun tetangga kini telah menjadi tradisi. Ada banyak hal yang berkenaan dengan adanya silaturahmi tersebut. Salah satunya adalah cerita-cerita dan pertanyaan tentang kehidupan pribadi. Saya, yang kini masih belum berpasangan tak lepas dari pertanyaan kapan […]

  • Bupati Undang Tokoh Agama di Pendopo Kabupaten

    Bupati Undang Tokoh Agama di Pendopo Kabupaten

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Ratusan Pengurus Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Pati memadati Pendopo Kabupaten, Kamis (26/6) malam. Mereka terdiri dari jajaran PCNU, MWC-NU lengkap dengan Banom-Banomnya. Kehadiran para ulama’ ini dalam rangka memenuhi undangan Setda Pati untuk melaksanakan Istighotsah Ulama’ dan Umaro’. Kegiatan ini diaktifkan kembali oleh Bupati Sudewo setelah beberapa saat vakum. Melalui KH. Yusuf Hasyim, […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 7 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Saya mau membuka sebuah usaha, namun tetangga saya sudah ada yang menjalankan usaha yang serupa, saya kawatir jika saya menjalankan usaha tersebut tetangga saya akan merasa tersaingi, mohon dijelaskan bagaimana pandangan fiqih tentang usaha tersebut, apakah saya perlu meminta izin pada tetangga saya ?. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Membuka usaha […]

  • Perayaan HSN Tayu Diwarnai Donor Darah Gratis

    Perayaan HSN Tayu Diwarnai Donor Darah Gratis

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

    TAYU-Hari Santri Nasional (HSN) 2019 berlangsung meriah. Di Kabupaten Pati sendiri, tidak ada satupun kecamatan yang tidak merayakan dan memperingati peristiwa bersejarah ini. Kecamatan Tayu Misalnya, selain pentas seni dan kirab, upacara HSN juga dihelat oleh panitia. Kegiatan peringatan HSN Tayu sendiri diprakarsai oleh panitia bentukan MWC NU Tayu. Proses donor darah gratis dalam rangka […]

  • LTMNU Pati Data Ulang Masjid dan Mushola se Kabupaten

    LTMNU Pati Data Ulang Masjid dan Mushola se Kabupaten

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Pati, akan melakukan pendataan ulang masjid dan mushola yang terdapat di seluruh Kabupatenb Pati. Hal ini menjadi salah satu keputusan penting yang disepakati dalam rapat koordinasi antara LTMNU Kabupaten dengan LTMNU Kecamatan (MWC NU) se-Kabupaten Pati. Rapat koordinasi LTMNU tersebut digelar siang ini (Ahad, 21/07) di Gedung Islamic […]

  • Didatangi Cabang, Ketua UPZIS MWCNU Gembong Siap Turba

    Didatangi Cabang, Ketua UPZIS MWCNU Gembong Siap Turba

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.809
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Unit Pengelola Zakat (UPZIS) MWC NU Gembong menerima kunjungan dari Lazisnu Pati, Ahad (30/11) di Gedung MWCNU Gembong). Kedatangan rombongan dari kabupaten tersebut adalah dalam rangka monitoring. Ahmad Shodiq Ketua Lazisnu Gembong, menilai monitoring ini sebagai langkah evaluasi. Dia menilai kendala pengelolaan ZIS di Gembong cukup kompleks. “Kami terimakasih kepada Lazisnu cabang. […]

expand_less