Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kuatkan Literasi dan Numerasi, Ma’arif NU Jateng Launching Gerakan Literasi Ma’arif Plus

Kuatkan Literasi dan Numerasi, Ma’arif NU Jateng Launching Gerakan Literasi Ma’arif Plus

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
  • visibility 680
  • comment 0 komentar

Semarang – Sebagai bagian dari program unggulan pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029, program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus secara resmi dilaunching. Hal ini terungkap dalam Pembukaan dan Launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus sekaligus Pendidikan dan Pelatihan GLM perdana pada Selasa (29/10/2024) secara virtual. Kegiatan launching dilakukan oleh Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Pembukaan dan Launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus sebagai bagian dari program unggulan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029,” katanya.

Pada hari ini, kita berkumpul untuk melaksanakan pembukaan dan launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus, sebuah inisiatif yang diharapkan menjadi tonggak baru dalam menguatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah. “Disebut GLM Plus karena di dalam GLM ini ditambahkan aspek numerasi, dan pendidikan inklusi,” kata Fakhrudin.

Gerakan ini, lanjut dia, bukan hanya sekadar upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis semata, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, numerasi, penguatan pendidikan inklusi, dalam menghidupkan kesadaran kritis dan memperkaya wawasan keilmuan, keagamaan, serta kebangsaan di kalangan generasi muda kita dalam bingkai faham Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah.

“Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus diinisiasi dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman ala Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah, kebangsaan, dan kebudayaan yang menjadi landasan kita sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, literasi menjadi kemampuan dasar yang sangat penting. Bukan hanya literasi dalam artian membaca, tetapi juga literasi digital, literasi budaya,  literasi kebangsaan, literasi numerasi, dan pendidikan inklusi yang mampu menguatkan identitas kita sebagai generasi penerus bangsa yang berakar pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memaparkan data yang rinci. Pada tahun 2016, riset tentang World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State University menyatakan, Indonesia berada di posisi ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.  “Institut Statistik UNESCO (UIS) menyebutkan tingkat literasi global pada kalangan usia 15 tahun ke atas pada 2021 sebesar 86,3 persen dan dari 208 negara yang disurvei, Indonesia menempati posisi ke-100 dengan tingkat literasi 95,44 persen atau lebih rendah dari Filipina (96,62 persen), Brunei (96,66 persen), dan Singapura (96,677 persen). Indonesia masih dalam posisi di bawah dari negara di Asia tersebut,” papar dia.

Di sisi lain, pihaknya juga menjelaskan Survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2022 menempatkan bahwa Indonesia berada di peringkat 68 dengan skor matematika (379), sains (398) dan membaca (371) dengan kategori masih rendah.

“Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI tahun 2022 melaporkan nilai budaya literasi Indonesia sebesar 57,4 poin, naik 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, nilai ini masih dinilai minim untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas,” lanjut dia.

Data BPS Jateng, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jateng tahun 2023 masih 73,39, naik 0,59 poin dari sebelumnya yang sebesar 72,80. “IPM Jateng masuk dalam kategori tinggi dan tidak ada daerah di Jateng yang berkategori rendah. Meski demikian, IPM Jateng masih perlu dinaikkan,” paparnya.

Oleh karena itu, katanya, saya secara langsung diminta mengawal oleh Ketua PWNU Jawa Tengah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. “Maka, GLM ini harus dijalankan serius, selain literasi dan numerasi sebagai gerakan yang masif seperti ini, namun perlu juga literasi dan numerasi dikuatkan sebagai kompetensi guru dan siswa, karena intinya ada pada kesuksesan belajar siswa,” jelasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Fakhrudin secara resmi melaunching program GLM Plus dan dilanjutkan dengan pemutaran video GLM yang diikuti lebih dari 150 peserta secara virtual tersebut. Mereka terdiri atas guru, kepala madrasah, kepala sekolah, dan pelajar Ma’arif NU se Jawa Tengah.

Sementara itu, Koordinator GLM Plus Hamidulloh Ibda, melaporkan bahwa sampai acara dilaksanakan, sudah ada pendaftar melalui Google Form sebanyak 387. “Yang sudah gabung di grup sebanyak 253, dan saya yakin ini akan bertambah karena kegiatan ini akan berakhir sampai akhir tahun 2024 yang kita laksanakan setiap hari Selasa,” beber penulis buku Media Literasi Sekolah tersebut.

Dijelaskan Ibda, bahwa GLM Plus sendiri memiliki tiga aspek program. Pertama, Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus dengan kegiatan gerakan literasi membaca dan menulis, gerakan literasi karya jurnalistik, gerakan literasi karya ilmiah, gerakan literasi karya sastra, gerakan literasi numerasi, dan temu penulis dan sastrawan Ma’arif dan Ma’arif NU Award.

Kedua, penguatan penerbitan Maarifnujateng.or.id, MOPDIK, Jurnal ASNA, dan CV. Asna Pustaka dengan kegiatan penerbitan Majalah MOPDIK tiap tahun, penerbitan Artikel Jurnal ASNA dua kali setahun, dan penerbitan dan percetakan buku CV. ASNA Pustaka. Ketiga, penguatan Pendidikan inklusi dan dukungan persiapan pendidikan inklusi melalui mainstreaming dan piloting dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan, dukungan pelaksanaan program, serta dukungan sarana dan prasarana.

Pada GLM Plus episode pertama, dikatakan Ibda dilakukan secara virtual sebanyak sembilan kali, yaitu GLM Plus Part 1: Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik dengan materi Manajemen dan Strategi Branding Madrasah dan Sekolah berbasis Digital Strategi Penulisan, Rillis, dan Publikasi Berita Kegiatan Ma’arif NU yang akan dilaksanakan setelah pembukaan kegiatan ini.

Glm Plus Part 2: Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik dengan materi Strategi Penulisan Artikel Populer (Opini) bertema Pendidikan dan Strategi Penulisan Esai Populer bertema Pendidikan. Glm Plus Part 3: Gerakan Literasi Karya Tulis Ilmiah dengan materi strategi penulisan artikel ilmiah dengan ai di jurnal ilmiah dan bedah struktur naskah artikel ilmiah di jurnal Sinta/Scopus. GLM Plus Part 4: gerakan literasi karya sastra puisi dengan materi proses kreatif penulisan puisi bertema pendidikan dan strategi penulisan puisi bertema pendidikan.

GLM Plus Part 5: Gerakan Literasi Karya Sastra Cerpen dengan materi proses kreatif penulisan cerpen bertema pendidikan dan strategi penulisan cerpen bertema pendidikan. GLM Plus Part 6: Gerakan Literasi Digital dengan materi strategi pembuatan meme/gambar, dan animasi untuk branding pendidikan dan strategi pembuatan lagu/musik dan video untuk branding pendidikan.

GLM Plus Part 7: Gerakan Literasi Numerasi dengan materi strategi peningkatan kompetensi numerasi siswa Ma’arif NU dan strategi asesmen kompetensi numerasi siswa Ma’arif NU.

GLM Plus Part 8: Gerakan Pendidikan Inklusi Ma’arif dengan materi manajemen pengelolaan pendidikan inklusi madrasah-sekolah Ma’arif NU dan standar layanan pendidikan inklusi madrasah-sekolah Ma’arif NU. GLM Plus Part 9: Gerakan Literasi Ma’arif (Glm) Bermuatan Aswaja dengan materi peningkatan literasi keagamaan melalui deradikalisasi dan kontra narasi radikalisme di sekolah dan madrasah Ma’arif NU dan penguatan karakter Aswaja NU siswa Ma’arif NU melalui kurikulum Ke-NU-an.

Iba mengajak kepada peserta didik, guru, dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif NU se Jawa Tengah mengikuti kegiatan GLM Plus dengan melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/DaftarGLMPart1-9 secara gratis. Usai pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan Diklat GLM Part 1 dengan narasumber Kepala MTs Negeri 1 Salatiga Dr. Hidayatun, Tim GLM dan Direktur Babad.id Abdul Arif dengan moderator Muhammad Zainudin Aklis. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat NU Dukuhseti Semangat Bagikan Takjil

    Muslimat NU Dukuhseti Semangat Bagikan Takjil

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Ada banyak cara untuk mengisi Bulan Ramadhan. Salah satunya adalah dengan memperbanyak sedekah dan ibadah. Kaum ibu-ibu PAC Muslimat NU Dukuhseti pun memiliki cara tersendiri untuk memeriahkan agungnya Bulan Ramadhan. Pada Senin (18/4) kemarin, emak-emak tersebut berkumpul di depan Gedung MWC NU Dukuhseti untuk membagi-bagikan takjil. Hal ini dituturkan oleh Ketua PAC Muslimat […]

  • PCNU - PATI Photo by Mufid Majnun

    Uang Pemberian Calon KADES

    • calendar_month Ming, 3 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 1.267
    • 0Komentar

    Disuatu desa akan diadakan pemilihan Kades (kepala desa). Dalam PILKADES tersebut ada seorang calon membagi-bagikan uang atau sejenisnya kepada calon pemilih didesa tersebut, dengan maksud dan tujuan tiada lain adalah menjadi KADES terpilih. Pertanyaan : Bagaimana hukum pemberian uang dalam kasus diatas ? Jawaban :  Tafsil, Jika menjadi KADES itu hukumnya fardlu `ain (sebab tidak […]

  • Islam Agama Nurani. Photo by Mubashir Ahmet on Unsplash.

    Islam Agama Nurani

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Malam takbir Idul Qurban mengingatkan pelajaran Fiqih di madrasah tempo dulu. Seorang guru menjelaskan binatang yang sah digunakan qurban, di antaranya, genap usianya dan tidak cacat fisik. Step berikutnya, kalau bisa ya yang jantan, berbadan besar dan lain sebagainya. Intinya, carilah binatang terbaik di kelasnya. Kalau domba ya domba terbaik, kalau […]

  • IPNU-IPPNU  Menjadi Pelopor Organisasi Positif

    IPNU-IPPNU Menjadi Pelopor Organisasi Positif

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Warta,IPNU-IPPNU  Pati. Sabtu 7 Maret 2015 di Pendopo Kabupaten Pati, Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU melakukan pelantikan pengurus baru, masa bakti 2014-2015.” Dengan adanya organisasi yang positif sudah barang tentu akan mengurangi kenakalan remaja dan dampak-dampak negative lainnya. Sehingga dengan adanya berbagai macam organisasi yang bernaung dibawah bendera Nahdlatul Ulama (NU) ini, di harapkan dapat […]

  • Fakhruddin Karmani Monitoring Tenda Mudik Sakomanu di Rembang

    Fakhruddin Karmani Monitoring Tenda Mudik Sakomanu di Rembang

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Rembang – Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani melakukan monitoring dan memberikan dukungan kepada tim Satuan Komunitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Rembang yang membuka Tenda Mudik dan Balik di dua titik pada Kamis (27/3/2025). Pihaknya mengapresiasi ketiga Sakomanu LP. Ma’arif NU PCNU di […]

  • PCNU-PATI

    Dosen Inisnu Sebut Menulis Artikel di Scopus Lebih Mudah dari Sinta

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa menulis artikel di jurnal internasional terindeks Scopus lebih mudah daripada menulis artikel di jurnal nasional terindeks Sinta. Hal itu diungkapkan dalam Seminar Publikasi Internasional secara daring dengan tema “Menjadi Akademisi Global […]

expand_less