Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kuatkan Literasi dan Numerasi, Ma’arif NU Jateng Launching Gerakan Literasi Ma’arif Plus

Kuatkan Literasi dan Numerasi, Ma’arif NU Jateng Launching Gerakan Literasi Ma’arif Plus

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
  • visibility 609
  • comment 0 komentar

Semarang – Sebagai bagian dari program unggulan pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029, program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus secara resmi dilaunching. Hal ini terungkap dalam Pembukaan dan Launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus sekaligus Pendidikan dan Pelatihan GLM perdana pada Selasa (29/10/2024) secara virtual. Kegiatan launching dilakukan oleh Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Pembukaan dan Launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus sebagai bagian dari program unggulan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029,” katanya.

Pada hari ini, kita berkumpul untuk melaksanakan pembukaan dan launching Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus, sebuah inisiatif yang diharapkan menjadi tonggak baru dalam menguatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah. “Disebut GLM Plus karena di dalam GLM ini ditambahkan aspek numerasi, dan pendidikan inklusi,” kata Fakhrudin.

Gerakan ini, lanjut dia, bukan hanya sekadar upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis semata, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, numerasi, penguatan pendidikan inklusi, dalam menghidupkan kesadaran kritis dan memperkaya wawasan keilmuan, keagamaan, serta kebangsaan di kalangan generasi muda kita dalam bingkai faham Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah.

“Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus diinisiasi dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman ala Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah, kebangsaan, dan kebudayaan yang menjadi landasan kita sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, literasi menjadi kemampuan dasar yang sangat penting. Bukan hanya literasi dalam artian membaca, tetapi juga literasi digital, literasi budaya,  literasi kebangsaan, literasi numerasi, dan pendidikan inklusi yang mampu menguatkan identitas kita sebagai generasi penerus bangsa yang berakar pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memaparkan data yang rinci. Pada tahun 2016, riset tentang World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State University menyatakan, Indonesia berada di posisi ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.  “Institut Statistik UNESCO (UIS) menyebutkan tingkat literasi global pada kalangan usia 15 tahun ke atas pada 2021 sebesar 86,3 persen dan dari 208 negara yang disurvei, Indonesia menempati posisi ke-100 dengan tingkat literasi 95,44 persen atau lebih rendah dari Filipina (96,62 persen), Brunei (96,66 persen), dan Singapura (96,677 persen). Indonesia masih dalam posisi di bawah dari negara di Asia tersebut,” papar dia.

Di sisi lain, pihaknya juga menjelaskan Survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2022 menempatkan bahwa Indonesia berada di peringkat 68 dengan skor matematika (379), sains (398) dan membaca (371) dengan kategori masih rendah.

“Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI tahun 2022 melaporkan nilai budaya literasi Indonesia sebesar 57,4 poin, naik 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, nilai ini masih dinilai minim untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas,” lanjut dia.

Data BPS Jateng, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jateng tahun 2023 masih 73,39, naik 0,59 poin dari sebelumnya yang sebesar 72,80. “IPM Jateng masuk dalam kategori tinggi dan tidak ada daerah di Jateng yang berkategori rendah. Meski demikian, IPM Jateng masih perlu dinaikkan,” paparnya.

Oleh karena itu, katanya, saya secara langsung diminta mengawal oleh Ketua PWNU Jawa Tengah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. “Maka, GLM ini harus dijalankan serius, selain literasi dan numerasi sebagai gerakan yang masif seperti ini, namun perlu juga literasi dan numerasi dikuatkan sebagai kompetensi guru dan siswa, karena intinya ada pada kesuksesan belajar siswa,” jelasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Fakhrudin secara resmi melaunching program GLM Plus dan dilanjutkan dengan pemutaran video GLM yang diikuti lebih dari 150 peserta secara virtual tersebut. Mereka terdiri atas guru, kepala madrasah, kepala sekolah, dan pelajar Ma’arif NU se Jawa Tengah.

Sementara itu, Koordinator GLM Plus Hamidulloh Ibda, melaporkan bahwa sampai acara dilaksanakan, sudah ada pendaftar melalui Google Form sebanyak 387. “Yang sudah gabung di grup sebanyak 253, dan saya yakin ini akan bertambah karena kegiatan ini akan berakhir sampai akhir tahun 2024 yang kita laksanakan setiap hari Selasa,” beber penulis buku Media Literasi Sekolah tersebut.

Dijelaskan Ibda, bahwa GLM Plus sendiri memiliki tiga aspek program. Pertama, Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus dengan kegiatan gerakan literasi membaca dan menulis, gerakan literasi karya jurnalistik, gerakan literasi karya ilmiah, gerakan literasi karya sastra, gerakan literasi numerasi, dan temu penulis dan sastrawan Ma’arif dan Ma’arif NU Award.

Kedua, penguatan penerbitan Maarifnujateng.or.id, MOPDIK, Jurnal ASNA, dan CV. Asna Pustaka dengan kegiatan penerbitan Majalah MOPDIK tiap tahun, penerbitan Artikel Jurnal ASNA dua kali setahun, dan penerbitan dan percetakan buku CV. ASNA Pustaka. Ketiga, penguatan Pendidikan inklusi dan dukungan persiapan pendidikan inklusi melalui mainstreaming dan piloting dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan, dukungan pelaksanaan program, serta dukungan sarana dan prasarana.

Pada GLM Plus episode pertama, dikatakan Ibda dilakukan secara virtual sebanyak sembilan kali, yaitu GLM Plus Part 1: Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik dengan materi Manajemen dan Strategi Branding Madrasah dan Sekolah berbasis Digital Strategi Penulisan, Rillis, dan Publikasi Berita Kegiatan Ma’arif NU yang akan dilaksanakan setelah pembukaan kegiatan ini.

Glm Plus Part 2: Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik dengan materi Strategi Penulisan Artikel Populer (Opini) bertema Pendidikan dan Strategi Penulisan Esai Populer bertema Pendidikan. Glm Plus Part 3: Gerakan Literasi Karya Tulis Ilmiah dengan materi strategi penulisan artikel ilmiah dengan ai di jurnal ilmiah dan bedah struktur naskah artikel ilmiah di jurnal Sinta/Scopus. GLM Plus Part 4: gerakan literasi karya sastra puisi dengan materi proses kreatif penulisan puisi bertema pendidikan dan strategi penulisan puisi bertema pendidikan.

GLM Plus Part 5: Gerakan Literasi Karya Sastra Cerpen dengan materi proses kreatif penulisan cerpen bertema pendidikan dan strategi penulisan cerpen bertema pendidikan. GLM Plus Part 6: Gerakan Literasi Digital dengan materi strategi pembuatan meme/gambar, dan animasi untuk branding pendidikan dan strategi pembuatan lagu/musik dan video untuk branding pendidikan.

GLM Plus Part 7: Gerakan Literasi Numerasi dengan materi strategi peningkatan kompetensi numerasi siswa Ma’arif NU dan strategi asesmen kompetensi numerasi siswa Ma’arif NU.

GLM Plus Part 8: Gerakan Pendidikan Inklusi Ma’arif dengan materi manajemen pengelolaan pendidikan inklusi madrasah-sekolah Ma’arif NU dan standar layanan pendidikan inklusi madrasah-sekolah Ma’arif NU. GLM Plus Part 9: Gerakan Literasi Ma’arif (Glm) Bermuatan Aswaja dengan materi peningkatan literasi keagamaan melalui deradikalisasi dan kontra narasi radikalisme di sekolah dan madrasah Ma’arif NU dan penguatan karakter Aswaja NU siswa Ma’arif NU melalui kurikulum Ke-NU-an.

Iba mengajak kepada peserta didik, guru, dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif NU se Jawa Tengah mengikuti kegiatan GLM Plus dengan melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/DaftarGLMPart1-9 secara gratis. Usai pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan Diklat GLM Part 1 dengan narasumber Kepala MTs Negeri 1 Salatiga Dr. Hidayatun, Tim GLM dan Direktur Babad.id Abdul Arif dengan moderator Muhammad Zainudin Aklis. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah. Photo by RU Recovery Ministries on Unsplash.

    Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    M. Iqbal Dawami Sebagai orang yang mencintai aktivitas baca-tulis, saya mencoba menularkan “virus” ini kepada keluarga saya. Di tengah masyarakat yang tak punya tradisi literasi ini, bukan hal mudah untuk menerapkannya, karena keluarga yang berbeda dengan kebanyakan di lingkungan bisa dianggap “aneh”, meskipun itu hal yang positif. Termasuk mengenalkan buku kepada tetangga. Saya coba sedikit […]

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Demi Waktu

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Oleh M. Iqbal Dawami Hari berganti menjadi penanda bahwa waktu bergulir tak pernah berhenti. Kita bisa menghentikan aktivitas dan menunda-nunda hal yang mesti kita lakukan, tapi waktu tak bisa ditunda. Waktu sekarang ya sekarang. Hari ini ya hari ini, bukan hari yang kemarin. Waktu yang sudah kita lewati menjadi masa lalu, tak bisa dikembalikan. Belum […]

  • Fatayat Se-Kabupaten Pati Sepakati 5 Poin Babon

    Fatayat Se-Kabupaten Pati Sepakati 5 Poin Babon

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    PATI-PC Fatayat NU Pati menggelar pertemuan rutin perdana dengan PAC-PAC yang ada, Minggu (29/9). Madrasah Manbauk Ulum, Sinoman Pati menjadi lokasi bertemunya puluhan pimpinan Anak Cabang Fatayat se-Kabupaten Pati tersebut. Pertemuan ini nantinya akan berjalan selama tiga bulan sekali. Lokasinya disebar di seluruh PAC. Untuk putaran pertama ini, jatuh pada PAC Pati Kota. Para Pengurus […]

  • Foto: Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati bersama penyuluh agama Islam membersihkan rumah warga. (PCNU Pati/Kemenag Pati)

    Kemenag Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bulumanis Kidul

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.154
    • 0Komentar

      Pati – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati bersama penyuluh agama Islam menunjukkan kepedulian terhadap korban banjir. Mereka pun menyalurkan bantuan di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Minggu (11/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, tim membawa bantuan berupa paket peralatan kebersihan, pakaian layak pakai, serta ratusan bungkus makanan siap saji untuk warga terdampak banjir. Mereka juga membantu […]

  • MBG Dalam Perspektif Maqashidus Syariah

    MBG Dalam Perspektif Maqashidus Syariah

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.875
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Makan bergizi gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Banyaknya kasus keracunan yang mencapai angka lima ribu lebih menjadikan program ini menunai kritik pedas. Wali murid dan publik sangat menyayangkan kasus keracunan ini. Analisis banyak kalangan menyatakan bahwa anggaran besar MBG yang mencapai 335 triyun ini jika tidak diawasi dengan ketat dan disiplin […]

  • Fatayat NU Pati Semarakan Idul Adha dengan Twibonse

    Fatayat NU Pati Semarakan Idul Adha dengan Twibonse

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Berikut ini cara memasang Foto pada twibons Fatayat NU Pati 1 1.  Buka Link di akhir tutorial ini (Pelajari  terlebih dahulu cara pemasanganya) 2. Setelah itu kita akan di arahkan ke gambar yang ada di bawah ini,     Klik pada ‘Brwose Image’ untuk memilih foto yang ingin kita pasang 3. Kemudian Atur  dan crop foto sesuai […]

expand_less