Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Bandar

Bandar

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 14 Jun 2023
  • visibility 558
  • comment 0 komentar

Oleh :  Niam At Majha

Sabtu kemarin saya sedang menikmati liburan di Kemuning Tawangmangu. Sebenarnya bukan liburan, akan tetapi diskusi membahas berbagai hal, dengan agenda utama menyikapi hiruk pikuk tahun politik sudah dihadapan sidang pemirsa. Bagaimana saya akan bersikap dengan adanya manuver-manuver senggol sana, sikut sini demi satu tujuan pemenangan. Dan rumah-rumah, kios-kios pemenangan telah didirikan dengan anggaran mengerikan.

Liburan kemarin hanya penghias saja. Akan tetapi maksud dan tujuan sebenarnya; seperti halnya dengan para balon saat ini, mengumpulkan, konsolidasi, pulang dikasih transportasi dengan menu makan tinggal pilih; sudah ada yang membayari. Realitas seperti ini tentu saya dan Anda sudah sedikit banyak memaklumi dikarenakan pembiasaan tersebut sering terjadi di sekeliling saya dan Anda saat ini.

Dalam diskusi yang terjalani saat ini, pada tempat dingin dengan pengambaran perihal perang dingin terkait orang-orang yang berebut kekuasaan, perebutan kepentingan, perebutan saling berpengaruh dan dipengaruhi, bandar dan yang di bandari, keduanya simbiosis mutualisme; saling tergantung satu dengan lainnya. Begitulah peta yang terjadi saat ini, ketika ada orang yang merasa mampu menjadi pemimpin maka orang tersebut akan mencari pemodal atau bandar untuk mendukung terkait maksud dengan tujuan dengan win win solution.

Maka, apabila bandar sudah bergerak dengan menyiapkan formasi-formasi nya tentu yang ada bukanlah ide dan visi misi jelas dengan memperjuangkan kepentingan rakyat dan umat, melainkan atas request dari yang membandari, sebab bandarlah yang membiayai dengan menyiapkan formasi-formasi agar menjadi pemenang meski dengan berbagai macam cara serta mencampuradukkan nurani dan naluri. Karena keduanya mempunyai satu tujuan yaitu kepentingan.

Dan jika kondisi seperti itu terjadi saya dan Anda yang seharusnya melakukan apa? Jawabannya adalah pada diri masing-masing. Sebab saya dan Anda sudah mengetahui asinnya garam dan manisnya gula, warna hitam dan abu abu; dengan begitu saya kira untuk menentukan bukanlah soal siapa yang membandari dan siapa yang membiayai akan tetapi soal nurani; akan dibawa kemana nurani hati ini?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respon Tantangan Zaman, 100 Pengelola Medsos Sekolah Ma'arif Pekalongan Ikuti Pelatihan Literasi Digital

    Respon Tantangan Zaman, 100 Pengelola Medsos Sekolah Ma’arif Pekalongan Ikuti Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.532
    • 0Komentar

    PEKALONGAN — Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan resmi menggandeng Institut Widya Pratama (IWIMA)Kota Pekalongan. Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui program pelatihan khusus bagi pengelola media sosial di lingkungan sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU Kota Pekalongan. Tak kurang dari 100 peserta dintanggal […]

  • PCNU-PATI

    Dalam Dekapan Ukhuwah

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Alangkah syahdu menjadi kepompong, berkarya dalamdiam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi bila tiba waktuuntuk jadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbangmenari; melantun kebaikan di antara bunga, menebarkeindahan pada dunia.Dan angin pun memeluknya, dalam sejukdan wangi surga.Alangkah damai menjadi bebijian; bersembunyi dikegelapan, menanti siraman hujan, menggali hunjamandalam-dalam. Tapi bila tiba saat untuk tumbuh dan mekar,tak ada pilihan […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kesadaran Kebangsaan dalam Pluralitas Bernegara

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan pada 31 Januari 1926 lahir dari gagasan sejumlah kiai pesantren yang tersebar di Pulai Jawa-Madura. Paling tidak, ada dua sosok kunci yang berjasa dalam tumbuh-kembangnya NU, yakni Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah. Jika KH. Wahab sebagai penggerak organisatornya, maka Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari  […]

  • Ulama Suu' dan Suu' Saja. Photo by Anna Jahn on Unsplash.

    Ulama Suu’ dan Suu’ Saja

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Di dunia ini, banyak sekali kisah ulama suu’ (ulama jahat). Sebut saja Barseso, ulama ribuan santri yang kepincut wedok-an akibat percaya ahli dzikir yang sebenarnya adalah syaithon. Atau Bal’am, seorang alim nan selalu kabul doanya, namun ia rela mengusik perjuangan Nabi Musa dan Harun AS akibat takut digantung Raja Balqa, musuh […]

  • PCNU-PATI

    Ilmuan Ilmuan Muslim

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Warisan sains Islam zaman pertengahan yang paling dikenal hingga saat ini adalah sistem angka Arab. Sistem angka yang juga digunakan di negara-negara Barat, mengalahkan sistem angka Yunani. Namun buku ini menunjukkan bahwa sains Islam jauh lebih hebat daripada hanya sistem angka, dan bahkan sangat berpengaruh sehingga menjadi dasar sains Eropa Barat yang muncul belakangan. Al-Khawarizmi, […]

expand_less