Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Memaknai Satu Abad NU

Memaknai Satu Abad NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
  • visibility 452
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Tepat pada tanggal 7 Februari 2023 Nahdlatul Ulama (NU) berusia 100 tahun atau lebih tepatnya satu abad menurut kalender hijriyah. Tentunya di usia satu abad ini, NU memiliki kontribusi besar terhadap Indonesia dan dunia dalam hal dunia Islam. Dalam usia satu abad NU, ada tonggak-tonggak sejarah yang patut dicatat dan dikenang.

Adapun dalam hal ini, tonggak-tonggak NU dalam sejarahnya dapat kita lihat antara lain menurut hemat penulis yaitu.

Pertama, komitmen NU dalam menjaga keutuhan NKRI yang tercermin dalam pernyataan momentum resolusijihad yang berbunyi; “Berperang  menolak dan melawan penjajah itu fardu ain (yang harus dikerjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempuan, anak-anak,bersenjata atau tidak) bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 kilometer dari tempat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar itu, jadi fardu kifayah.”

Diktum resolusi jihad yang kemudian menjelma menjadi pemompa  semangat dan kenekatan perlawanan rakyat Indonesia yang didominasi sipil dan sebagaian besar dari kalangan santri itu adalah karya agung progresif nan-revolusioner yang lahir dari pikiran jernih dan hati yang suci ulama-ulama dan kiai saat itu,termasuk hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. Bisri Syansuri.

Penting untuk dicatat bahwa pemicu utama meletusnya pertempuran pada 26-29 Oktober 1945 di Surabaya antara rakyat sipil dan NICA adalah fatwa jihad fi sabilillah yang dikeluarkan oleh ulama-ulama NU yang diinisiasi oleh hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Dari adanya fatwa di atas, semua unsur elemen masyarakat khususnya kalangan santri terpelecut untuk melakukan jihad fi sabilillah dalam membela ibu pertiwi dari kolonialisme. Sehingga dari peristiwa tersebut hingga sekarang kita kenal dengan Peringatan Hari Santri Nasional.

Kedua, NU sebagai garda terdepan dalam mengawal Pancasila. Karena sejauh inimenurut hemat penulis, NU selalu membentengi Pancasila dan NKRI dari segala ancaman yang ingin memecah belah bangsa dari adanya terorisme, ekstremisme, fundamentalisme, dan radikalisme. Itu semua bertujuan untuk merusakporanda tatanan negara dari aliran-aliran yang tidak jelas. Maka, peran NU di sini selalu mengajak dan merangkul mereka yang sengaja ingin memecah belah bangsa untuk kembali pada ajaran Nabi Muhammad yang rahmatal lilalamin yakni agama rahmat bagi seluruh umat Islam di dunia. Karena Islam mengajarkan nilai-nilai rahman, rahim, welas-asih, kasih-sayang, dan mengajarkan sifat yang penuh dengan kedamaian.

Oleh karena itu, selama ini NU selalu mengajarkan dan mengamalkan nialai-nilai yang fleksibel di masyarakat tidak kaku, melainkan lebih menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang dijalankan oleh masyarakat adat setempat dan diselami dengan khasanah Islam. Sepertihalnya yang diajarkan oleh para wali songo. Sehingga peran NU di tengah-tengah masyarakat mudah diterima dan ajaraannya diamalkan oleh masyarakat.

Ketiga, komitmen NU untuk memajukan ekonomi kerakyatan. Dalam bidang ini, NU melalui Nahdlatut Tujjar bisa kita temukan dalam statute NU fatsal 3 yaitu; “mendirikan badan-badan untuk memajukan urusan pertanian, perniagaan, dan perusahaan yang tiada dilarang oleh sara.”

Mengenai salah satutujuan pendirian NU  yang berkonsentrasi untuk memberikan perhatian kepada ekonomi kerakyatan atau perdagangan. Dalam hal ini, tercantum dalam ekonomi kerakyatan ala NU dan menyangkut banyak bidang, seperti perdagangan, penyediaan barang dan jasa, dan tentu saja pertanian, serta kelautan. Sebab kita tahu, bahwa pertanian dan kelautan merupakan sektor dominan masyarakat Indonesia, khususnya kalangan nahdliyin. Oleh karena itu, melalui satu abad NU ini dan memasuki abad kedua NU, sudah sayogjanya NU harus berbenah dari pelbagai sektor, agar kedepan NU lebih baik dan menjadi pusat peradaban dunia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 658
    • 0Komentar

    KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia. Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH […]

  • Buka Acara Mapaba, Ini Pesan Sekum PC PMII Pati

    Buka Acara Mapaba, Ini Pesan Sekum PC PMII Pati

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Civitas akademika STAI Pati yang mengikuti Mapaba PMII Rayon Tarbiyah STAIP, berpose bersama beberapa pengurua PMII PATI – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tarbiyah STAI Pati menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) tahun 2021. dengan mengusung tema ‘Menumbuhkan loyalitas antar Anggota Berdaya Saing Tinggi sebagai Harapan Bangsa dan Agama, Mapaba tersebut diikuti sedikitnya oleh […]

  • Ketua PCNU Dukung Agenda Pengesahan Pelatih Pagar Nusa

    Ketua PCNU Dukung Agenda Pengesahan Pelatih Pagar Nusa

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 355
    • 0Komentar

    WINONG-Silaturrahim merupakan salah satu kebiasaan yang identik dengan umat islam khususnya warga NU. Tak terkecuali, para pendekar Pagar Nusa (PN) Pati yang selalu membudayakan kunjungan. Rabu (11/9) malam, rombongan Pengurus Cabang PN mengunjungi kediaman ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim, M.S.i. di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Rombongan yang dipimpin langsung oleh ketua Pagar Nusa pati, […]

  • MWC NU Winong Gelar Pelantikan Bersama Muslimat dan GP Ansor

    MWC NU Winong Gelar Pelantikan Bersama Muslimat dan GP Ansor

    • calendar_month Rab, 25 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 347
    • 0Komentar

    WINONG – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Winong menggelar pelantikan pengurus pada Rabu, 25/12 2019, menghadirkan KH. Ubaidillah Shodaqoh, Rois Syuriah PWNU Jateng, yang memberikan pembinaan langsung. Acara yang bertempat di gedung NU Kecamatan Winong tersebut juga bersamaan dengan pelantikan pengurus Muslimat, GP Ansor, Pengurus Ranting, dan Banom lainnya. Pelantikanyang berlangsung khidmat tersebut sekaligus […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb Melihat banyaknya buku dan kitab  yang menampilkan wirid, dzikir maupun doa-doa yang beredar disekitar kita dan kita ingin mengamalkannya tanpa melalui proses ijazah (digurukan) apakah hal itu diperbolehkan mengamalkannya ? Wa’alaikumsalam Wr Wb. Mengamalkan hal tersebut Boleh, apabila orang tersebut mempunyai keahlian dalam hal itu, dan ia juga bisa mendapatkan manfaat namun […]

  • Tingkatkan Kualitas Pendidik, LP Ma’arif PCNU Pati Gandeng STT Pati dalam Ma’arif English Community

    Tingkatkan Kualitas Pendidik, LP Ma’arif PCNU Pati Gandeng STT Pati dalam Ma’arif English Community

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.832
    • 0Komentar

      ​pcnupati. or.id – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Kabupaten Pati resmi meluncurkan program Ma’arif English Community (MEC) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) Pati. Kegiatan yang berfokus pada peningkatan kualitas pengajaran guru Bahasa Inggris di lingkungan Madrasah dan Sekolah Ma’arif se-Kabupaten Pati ini digelar pada Sabtu, (3/1/2026) pagi di […]

expand_less