Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
  • visibility 533
  • comment 0 komentar
Warga Dukuh Sentul Melaksanakan Tradisi Barikan Kamis (1/7) malam. Acara ini ditujukan untuk tolak balak, terutama Covid-19
Warga Dukuh Sentul Melaksanakan Tradisi Barikan Kamis (1/7) malam. Acara ini ditujukan untuk tolak balak, terutama Covid-19

GEMBONG-Sudah setahun lebih, warga dunia hidup berdampingan dengan Virus Corona. Tidak terkecuali warga Jawa Tengah. Merebaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Pati, membuat beberapa elemen masyarakat berupaya maksimal untuk menghentikan laju penularan virus ini. 

Mulai usaha lahiriyah seperti mengenakan masker, membiasakan cuci tangan hingga menghindari kerumunan, sudah banyak dilakukan. Namun kasus Covid-19 yang belum menunjukkan angka penurunan, membuat sebagian warga memilih cara lain. 

Di Kecamatan Gembong, misalnya, cara spiritual dipilih sebagai salah satu ihtiar penanggulangan Covid-19. Tradisi Barikan yang hampir punah, pun dihidupkan kembali guna memerangi virus ini. 

“Ihtiar lahir kan sudah (dilakukan). Sekarang ikhtiar bathinnya. Kita memohon ampun kepada Allah, dan berdoa mudah-mudahan corona cepat hilang.” Ungkap H. Ahmad Suyono, salah seorang tokoh Masyarakat di Dukuh Sentul, Desa Gembong Kecamatan Gembong, Kamis (1/7) malam. 

Barikan tidak hanya dilakukan di Dukuh Sentul. Ada beberapa daerah di Kecamatan Gembong yang juga melaksanakan acara serupa. Di antaranya, di Desa Bermi, Bergad dan Pohgading. Biasanya kegiatan ini dilangsungkan di tepi perempatan atau pertigaan jalan. 

“Barikan ini isinya selamatan, doa bersama dan makan jajanan pasar bersama tapi tetap dengan prokes dan peserta yang dibatasi. Jangan sampai kita berusaha menghentikan Corona tapi dengan cara yang mempermudah penularan Corona.” Tutur Ariful Hadi, ketua Ranting NU Desa Bermi yang juga mempelopori tradisi barikan di desanya. 

Kegiatan Barikan ini merupakan tradisi yang hampir punah di lingkungan masyarakat masa kini. Namun berkat adanya Covid-19, justru tradisi ini hidup kembali sebagai wujud ketidakberdayaan manusia. 

“Kita ini kelihatannya saja gagah, tapi diserang makhluk sekecil virus saja tidak berdaya. Sudah saatnya kita mengingat kembali Sang Pencipta, barangkali kita banyak lupa dan dosa.” Imbuh Ariful. 

Ariful menambahkan bahwa upaya bathin juga harus diperkuat. Namun menurutnya, usaha lahir juga tetap harus dilaksanakan. 

“Kita yang bukan orang medis ikut saja imbauan dokter dan orang-orang medis. Dan jangan lupa berdoa dengan cara dan kepercayaan masing-masing.” Pungkasnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Polina Kuzovkova

    Nahdlatul Tujjar Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan NU

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 671
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Sebagaimana kita pahami Nahdlatul Ulama (NU) yang kita kenal tidak hanya konsen dalam gerakan sosial-keagamaan saja, melainkan juga fokus NU pada bidang wirausaha atau yang lebih kita kenal dengan gerakan ekonomi kerakyatan rakyat dan bisa juga disebut dengan Nahdlatul Tujjar (NT). Dalam sejarahnya oranganisasi NT didirikan pada tahun 1918 yang bergerak dalambidang ekonomi […]

  • PCNU-PATI Photo by frolicsomepl

    Menjadi Kaya seperti Tuhan

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati.  Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj […]

  • PCNU - PATI Photo by Dollar Gill

    Ustadz Macho

    • calendar_month Ming, 10 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Syakur dan Romli tergopoh-gopoh menuju ndalem. Lalu mereka keluar dengan membawa satu buah koper, dua  tas ransel milik Lora-nya dan tiga kardus dari Bu Nyai Haniva ke dalam bagasi mobil. Setelah memastikan beres mereka undur diri dan kembali berkutat pada pekerjaannya di dalam dapur. Tak berapa lama Farhan dan Habib muncul. Mereka berjalan beriringan menuju […]

  • 103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

    BANJARNEGARA – Sebanyak 103 guru di Kabupaten Banjarnegara dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah menuntaskan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahap 1. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara mendesak para pengajar segera mengimplementasikan materi tersebut di sekolah masing-masing. Penutupan pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan, sejak 13 Juli hingga 12 Oktober 2025, digelar […]

  • Pelantikan Pagar Nusa di MTs Tarbiyatul Islamiyah Jakenan

    Pelantikan Pagar Nusa di MTs Tarbiyatul Islamiyah Jakenan

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Ratusan Pendekar memadati halaman MTs Tarbiyatul Islamiyah (Taris) Kecamatan Jakenan-Pati, Sabtu (12/9) untuk menyambut kebangkitan Pagar Nusa di Madrasah tersebut. Beberapa tahun silam, Pagar Nusa pernah tumbuh dan berkembang di madrasah ini, namun ditengah perjalanan vakum. Selain memasukkan lagi Ekstrakurikuler Pagar Nusa, MTs Taris juga mendukung penuh kegiatan yang diadakan oleh pengurus. Dalam rilisnya, MTs […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Perempuan Dalam Tradisi Pesantren. Photo by Mufid Majnun on Usnplash.

    Perempuan dalam Tradisi Pesantren

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Tradisi pesantren selama ini yang kita kenal mempunyai kehidupan yang diwarnai dengan norma-norma ajaran Islam. Di mana ajaran Islam ini menekankan pada sikap patuh dan tawadlu’ kepada pengasuh pesantren (kiai). Seperti yang dijelaskan oleh Zamakhsyari Dhofir dalam bukunya, Tradisi Pesantren, sikap patuh dan tawadlu’ ini bisa terbentuk. Hal ini tidak lepas setiap harinya di lingkngan […]

expand_less