Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PAC Fatayat NU Margoyoso Gelar Pelantikan dan Raker

PAC Fatayat NU Margoyoso Gelar Pelantikan dan Raker

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
  • visibility 533
  • comment 0 komentar

MARGOYOSO – Bertempat di Pondok Pesantren Al Fakhry Hadiwijaya Kajen Margoyoso, Kemarin (Jum’at, 10/09/2021) PAC Fatayat NU menggelar Pelantikan Pengurus.  Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua Tanfidziyah MWC NU Margoyoso KH. Samu’in Wage, PC Fatayat NU Pati yang diwakili oleh Nining Sugiharti, Ketua PAC Muslimat Margoyoso Dr. Munifah, dan perwakilan dari PAC IPNU IPPNU Margoyoso.
Ketua PAC Fatayat NU Margoyoso terpilih, Arlina Fitroh menuturkan bahwa Fatayat NU merupakan organisasi perempuan muda NU yang memiliki tugas strategis dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Dan kebutuhan dasar bagi kehidupan meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga.
Beberapa program utama yang akan dikembangkan pada periode ini selain penguatan organisasi dan pengkaderan, beliau juga menuturkan bahwa periode ini juga terfokus pada bidang kesehatan dan lingkungan hidup.
“Selain organisasi, kaderisasi, kemudian pemberdayaan ekonomi perempuan dengan harapan mandiri secara ekonomi dan mampu berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Selain itu, Fatayat NU Margoyoso juga terfokus pada bidang kesehatan dan lingkungan hidup yaitu dengan terus menggalakkan pola gaya hidup sehat.” Ungkapnya saat dihubungi PC LTN NU Pati via telephone.
Mengangkat tema “Bersama Fatayat Kita Wujudkan Keluarga Maslahah an-Nahdliyyah Menuju Indonesia Maju” tema pelantikan dan raker ini mengambil konsep yang disampaikan para tokoh NU bahwa keluarga memegang peranan penting dalam kemajuan bangsa.
 keluarga yang sakinah berupa ketenangan jiwa setiap anggota keluarga yang berimplikasi pada masyarakat, bangsa dan semesta alam. 
Arlina juga berharap agar kebersamaan anggota Fatayat terlebih di Kecamatan Margoyoso terus terjaga.
“Semoga kebersamaan anggota Fatayat menjadi nilai yang tidak pernah luntur. Semoga menjadi budaya yang senantiasa lekat di kalangan warga Nahdliyyin”
Ketua Tanfidziyah MWC NU Margoyoso, KH. Samu’in Wage memberikan ucapan selamat dan juga pesan  bahwa harus terus nguri-nguri NU dan meneruskan perjuangan para ulama. Kita harus memberikan yg kita punyai pada kepentingan umat. 
“Kalau bukan kita siapa lagi yang meneruskan perjuangan para Ulama?” 
Sebelumnya, saat prosesi pelantikan yang dipimpin Ketua PC Fatayat NU Pati, Arlina Fitroh diketahui menggantikan Noor Hidayah sebagai Ketua PAC Fatayat NU Margoyoso. Ia resmi menggantikan ketua sebelumnya, yang telah berakhir masa jabatannya. (LTN/Yaroh)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng Lesbumi Pati, Gandrung Sastra Muncul Kembali

    Gandeng Lesbumi Pati, Gandrung Sastra Muncul Kembali

    • calendar_month Jum, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 610
    • 0Komentar

      Pati – Gandrung Sastra muncul kembali menjelang bulan suci Ramadan, Kamis (20/2/2025) malam. Acara tadarus puisi ini menggandeng beberapa pihak, salah satunya Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pati. Gairah sastra di Bumi Mina Tani pun kembali menggeliat dalam gandrung Gandrung Sastra #13 itu. Suasana syahdu pun tercipta di Rumah Gandrung Sastra Desa Sekarjalak, […]

  • PCNU-PATI

    Kunci Sukses Meraih Ridha-Nya?

    • calendar_month Sen, 5 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Belajar memahami Islam menjadi modal dalam memilah dan memilih jalan untuk mencapai hidup sukses dan mulia. Pemahaman yang benar akan menjaga kita dari kesesatan dan kerugian. Merasa sudah ada di jalan yang akan menghantarkan pada kesuksesan dan kemuliaan, ternyata akhir yang didapat tidak sesuai dengan yang diharap. Pemahaman yang benar tentang Islam akan menuntun setiap […]

  • PCNU - PATI kegiatan_akad_nikah_di_masjid

    Sighot Ta’liq dalam Pernikahan

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 822
    • 0Komentar

       Berikut ini kami sertakan potongan dari sighot ta’liq : ‘selanjutnya saya sekarang membaca sighot ta’liq atas istri saya itu sebagai berikut : sewaktu-waktu saya  : Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya selama 3 bulan lamanya Atau saya menyakiti badan atau jasmani istri saya itu Atau saya membiarkan […]

  • Branding Lembaga Pendidikan Ma’arif Bisa Manfaatkan Meme, Video, Lagu

    Branding Lembaga Pendidikan Ma’arif Bisa Manfaatkan Meme, Video, Lagu

    • calendar_month Rab, 4 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Part 6 bertajuk “Gerakan Literasi Digital”, narasumber Tim GLM Plus dan Direktur Mikopedia, Miftakhul Khoiri, menegaskan bahwa branding sekolah dan madrasah Ma’arif NU sangat ditentukan oleh meme, gambar, video, maupun lagu. Hal itu dipaparkannya dalam Diklat GLM Part 6 Selasa (3/12/2024) melalui Zoom […]

  • Mandi dan Memakai Wangi-Wangian, ketika Khotib Sudah Khotbah

    Mandi dan Memakai Wangi-Wangian, ketika Khotib Sudah Khotbah

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Bagaimana hukumnya mandi dan memakai wangi-wangian, ketika khotib sudah mulai khotbah (Jum`at)?   Jawaban :Hukumnya mandi dan memakai wangi-wangian tetap disunnahkan, apabila aman dari tafwit al-jum`ah (menghabiskan waktu jum`ah).   Referensi : & Nihâyat az-Zain, hal. 142 & Muhadzdzab, vol. 1 hal. 113 & As-syarwâni, vol. 2 hal. 465 & Tausyîh, hal. […]

  • Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Keberadaan KH Gholib di daerah bambu seribu atau Pringsewu, Provinsi Lampung membawa “lampu yang terang”. Begitu H.A Musa Achmad pada tahun 1973 menggambarkannya. Lampu adalah madrasah, penerang anak-anak dengan pendidikan agama Islam. Berikut kisah KH Gholib dalam perjuangan di bidang agama, pendidikan dan sosial yang dituturkan Dr. Dra. Hj. Farida Ariyani, M.Pd, cucu KH Gholib, […]

expand_less