Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Pati Gelar Pesantren Award 2026, Berikut Pemenangnya

PCNU Pati Gelar Pesantren Award 2026, Berikut Pemenangnya

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 20.957
  • comment 0 komentar

 

​Pcnupati.or.id— Puncak perayaan Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Pati yang dihelat oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati di halaman Pendopo Kabupaten Pati pada Sabtu (31/10/2026), berlangsung meriah. Ajang tahun ini menjadi semakin istimewa dengan digelarnya penganugerahan Pesantren Award 2026 bagi pondok di wilayah Kabupaten Pati.

​Penghargaan ini difokuskan pada tiga pilar utama pembangunan pesantren yang menjadi satu kesatuan tak terpisahkan. Di antaranya aspek ramah anak dan perempuan, kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta kemandirian ekonomi pesantren.

​Berdasarkan hasil penilaian akhir dari tim asesor, Pondok Pesantren Mansajul Ulum yang beralamat di Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso, sukses menduduki peringkat pertama dan meraih predikat kategori Paripurna dengan total perolehan nilai tertinggi yakni 1912.

​Pengasuh Pondok Pesantren Mansajul Ulum, KH M. Liwa’uddin, menyambut baik inisiatif yang digagas oleh PCNU Pati ini. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk menata, memperbaiki, dan mengawal citra pesantren agar senantiasa aman, nyaman, bersih, serta mandiri di tengah masyarakat luas.

​”Kami dari Insan Pesantren menyambut baik dari PCNU karena memang pesantren ini betul-betul harus ditata dan kemudian harus memperbaiki serta dikawal supaya masyarakat tetap cinta pesantren dan pesantren punya citra yang baik, punya citra yang bersih, dan tentu punya citra yang aman, nyaman, dan mandiri,” ujar KH M. Liwa’uddin.

​Kendati demikian, ia mengakui bahwa masih banyak pondok pesantren di berbagai kecamatan melalui RMI dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Pati (FKPP) yang belum berani mendaftar karena merasa belum memiliki ketiga aspek yang ditawarkan oleh PCNU. Padahal, aspek-aspek tersebut merupakan tulang punggung kemajuan pesantren.

​Di lingkungan Pondok Pesantren Mansajul Ulum sendiri, penerapan ketiga aspek tersebut telah berjalan jauh sebelum ajang penghargaan ini digelar. Terkait pesantren ramah anak dan perempuan, pihaknya menegaskan bahwa pondok pesantren yang diasuhnya sudah memiliki Surat Keputusan (SK) serta guru yang bersertifikat mendidik untuk melakukan sosialisasi pendidikan ramah anak.

​Bahkan, pihaknya menjelaskan bahwa pondoknya sudah melakukan sosialisasi baik tingkat Tsanawiyah maupun Aliyah melalui guru bersertifikat maupun pihak luar.

“Jadi, pondok kami jauh sebelum ada pesantren award ini sudah melakukan diskusi dengan KPAI dari Jakarta yang datang ke pondok kami untuk memberikan penyuluhan. Sehingga kami lebih siap, di tempat kami ada pengumuman, ada Kotak aduan beserta nomor telepon, walaupun banyak anak-anak kalaupun tidak nyaman baik di sekolah maupun di pondok itu mengadunya langsung kepada Satgas, nah Satgas PRA-nya,” terang KH M. Liwa’uddin.

​Sementara itu, terkait pemberdayaan ekonomi pesantren, ia menyampaikan bahwa pondoknya memiliki unit bisnis keripik tempe yang sudah berjalan hampir 3 tahun serta koperasi minimarket.

“Ini murni bukan bisnis pengasuh ya, karena kita melibatkan alumni, transparansi keuangan dengan akuntansi yang betul-betul bisa dilihat oleh mereka para pengurus pondok dan juga orang-orang yang bekerja. Kami mengupah secara profesional teman-teman alumni yang ikut di dalamnya. Begitu juga koperasi minimarket. Karena dulu itu adalah dapat bantuan dari Kemenag untuk pondok, bukan untuk pengasuh, sehingga ini kita kelola sampai sekarang dengan pembukuan yang insyaallah akuntabel,” jelas dia.

​Begitu pula dalam hal kebersihan dan kesehatan, pihaknya menyebutkan bahwa pengawasan dilakukan secara berkala mulai dari kebersihan lingkungan, pembuangan sampah, hingga dapur pondok.

“Kami ini melebihi dapur pengasuh, karena dulu memang dapur kami sekitar tahun 2022 dapat bantuan dari Kementerian Kesehatan termasuk dalam pembuangan sampah. Itu juga sama, dan ini juga dilihat oleh para asesor yang melihat secara langsung di dapur pondok, karena kami tidak ulek-ulek dapur itu dikelola oleh kang-kang pondok yang memang mengelola dan memasak di sana. Ya, ada kompor tanam, ada dapur bersih, dan lain sebagainya,” ungkap dia.

​KH M. Liwa’uddin berharap kesuksesan gelaran Pesantren Award 2026 ini dapat menjadi pelecut semangat bagi ratusan pondok pesantren lain di Kabupaten Pati yang jumlahnya mencapai sekitar 290 lembaga.

“Harapan kami di tahun depan banyak pondok yang akan mengikuti ini, karena ketiga ini sudah mulai disediakan di pondok masing-masing di Kabupaten Pati yang jumlahnya cukup banyak, ada 290. Semoga pesantren kita di Kabupaten Pati menjadi pesantren yang nyaman, yang aman, yang mandiri secara ekonomi, dan tentu menjadi pesantren yang sehat,” pungkas dia.

Berikut hasil penilaian Pesantren Award 2026 yang diselenggarakan oleh PCNU Pati.

Ketua Panitia: Dr. H. Jamal Makmur, MA

Tim Asesor: Dr. Agus Syakroni (Ketua merangkap Anggota), Dr. KH. Agus Jauhari (Anggota), Dr. Ali Subhan (Anggota), Ainur Rofiq, S.Pd., M.Pd.I. (Anggota), K. Maslahul Fu’ad (Anggota), dan K. Ladun Khobir (Anggota).

​Adapun rincian hasil penilaian pesantren adalah:

1. ​PP. Mansajul Ulum yang beralamat di Desa Cebolek Kecamatan Margoyoso memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 567, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 800, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 545. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1912 dengan peringkat 1 dan masuk dalam kategori Paripurna.
2. ​PP. Maslakul Quran yang beralamat di Desa Sirahan Kecamatan Cluwak memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 480, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 779, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 540. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1809 dengan peringkat 2 dan masuk dalam kategori Unggul.
3. ​PP. Mambaul Ulum yang beralamat di Desa Pakis Kecamatan Tayu memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 280, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 760, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 530. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1570 dengan peringkat 3 dan masuk dalam kategori Memuaskan.
4. ​PP. Madinatul Quran yang beralamat di Desa Winong Kecamatan Winong memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 290, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 371, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 800. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1461 dengan peringkat 4 dan masuk dalam kategori Baik.
5. ​PP. Roudlatul Quran yang beralamat di Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 230, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 782, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 350. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1362 dengan peringkat 5 dan masuk dalam kategori Baik.
6. ​PP. Nurul Jadid yang beralamat di Desa Sambilawang Kecamatan Trangkil memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 290, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 696, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 210. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 1196 dengan peringkat 6 dan masuk dalam kategori Cukup.
7. ​PP. Al Jamal yang beralamat di Desa Slungkep Kecamatan Kayen memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 280, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 525, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 0. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 805 dengan peringkat 7 dan masuk dalam kategori Cukup.
8. PP. Al Islah yang beralamat di Desa Kadilangu Kecamatan Trangkil memperoleh Nilai Aspek Ramah Anak dan Perempuan sebesar 110, Nilai Aspek Bersih dan Sehat sebesar 221, serta Nilai Aspek Mandiri Ekonomi sebesar 0. Total jumlah nilai yang didapatkan adalah 331 dengan peringkat 8 dan masuk dalam kategori Cukup.

(Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Tipologi Kiai di Masyarakat

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Tipologi Kiai di Masyarakat Oleh : Siswanto, M A Istilah kiai pada umumnya digunakan masyarakat untuk menyebutkan orang lain yang dinilai memiliki keilmuan dan dianggap pintar oleh masyarakat di kampung halamannya. Istilah kiai juga pada umumnya mengkrucut pada sosok yang dianggap alim dan memiliki pesantren, ahli kitab, serta memiliki ketertarikan pada kajian tradisional Islam di […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Gelar Orientasi Pengurus Harian

    PC IPNU IPPNU Pati Gelar Orientasi Pengurus Harian

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Suasana orientasi pengurus harian PC IPNU IPPNU Pati PATI – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati menggelar orientasi bagi pengurus harian di Sendang Sani, Kecamatan Tlogowungu, Sabtu-Minggu (2-3/10). Kegiatan ini dalam rangka merumuskan dan menata strategi organisasi selama satu periode. Ahmad Khoirul Anam Ketua Panitia Orientasi menuturkan, dalam kegiatan ini mengundang sejumlah alumni untuk memberikan pandangannya […]

  • PCNU - PATI

    Ketua PAC IPPNU Gembong: Peremajaan Usia Bukan Solusi yang Tepat

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    GEMBONG – Ketua PAC IPPNU Gembong, Sri Hayati menilai wacana kebijakan peremajaan usia dalam tubuh IPNU IPPNU tidak tepat. Menurutnya, jika wacana tersebut direalisasikan rasanya kurang pas. Hal ini melihat kondisi lingkungan di Gembong khususnya, masyarakatnya mayoritas belum mengenal apa itu IPNU IPPNU. “Akhir-akhir ini di Gembong banyak yang baru ingin tau apa IPNU IPPNU […]

  • PCNU-PATI

    Mustasyar PWNU Jateng KH Ahmad Wafat

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Kabar duka menyelimuti warga Nahdliyin di Jawa Tengah. Pasalnya KH Ahmad (88), mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah meninggal dunia, pada Selasa (23/5/2023) pukul 08.25 WIB. Almarhum dimakamkan di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati.  Semasa hidup, Mustasyar PWNU Jateng ini dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan aktif dalam berorganisasi.  Keponakan […]

  • PCNU-PATI

    Mendarat di Tebuireng,  Habib Umar bin Hafidz Singgung LGBT

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Tour Habib Umar bib Hafidz Yaman telah sampai ke Jawa Timur. Ponpes Tebu Ireng Jombang menjadi destinasi pertama setelah terbang dari Jakarta.  Dalam acara Multaqo’ Ulama bersama Habib Umar bin Hafidz, Selasa (22/8), Ulama asal Tarim itu menyinggung banyak hal. Dengan diterjemahkan oleh santrinya, Habib Jindan, Habib Umar bahkan berbicara soal karma yang menimpa […]

  • Muskerwil-VI BEM PTNU Jateng-DIY Dibuka Hari Ini

    Muskerwil-VI BEM PTNU Jateng-DIY Dibuka Hari Ini

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 732
    • 0Komentar

    PURWOREJO-Pagi tadi, Jumat (2/8) Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi NU se-Jawa Tengah dan DIY menggelar Musyawarah Kerja Wilayah-VI (Muslerwil). Kegiatan yang remcananya berlangsung hingga Minggu (4/8) ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional. Sebut saja KH. Ahmad Chalwani (Wakil Rois Syuriyah PW-NU Jawa tengah), Taj Yasin (Wakil Gubernur Jawa Tengah), Abdul Kadir Karding (Anggota DPR RI), Dr. […]

expand_less