Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ‎Lewat Seminar, Dukungan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional Makin Kuat

‎Lewat Seminar, Dukungan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional Makin Kuat

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 18 Okt 2026
  • visibility 20.361
  • comment 0 komentar

‎TEMANGGUNG – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar Seminar Nasional Pengusulan KH. Subuki sebagai Pahlawan Nasional di Hall Babussalam NU Temanggung, Kamis (15/10/2026). Forum akademik ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kajian sejarah, menghimpun bukti perjuangan, dan membangun sinergi lintas lembaga guna mendorong pengakuan negara terhadap jasa ulama asal Parakan tersebut.
‎
‎Seminar Nasional ini merupakan hasil kerjasama antara INISNU Temanggung, AKPER Alkautsar, Badan Penyelenggara Pelaksana (BPP) INISNU Temanggung, Nata Parakan Luwes (NPL), PCNU Temanggung, KBIHU Babussalam NU Temanggung yang menghadirkan Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial RI Dr. Salahuddin Yahya, anggota Komisi VIII DPR RI H. Wibowo Prasetyo, sejarawan dan dosen UIN Walisongo Semarang Dr. KH. Anasom, serta sejarawan Temanggung KH. Adhilin Basri.
‎
‎Dukungan terhadap pengusulan KH. Subuki, yang dikenal dalam sejarah perjuangan Parakan melalui gerakan bambu runcing, juga disampaikan Bupati Temanggung Agus Setyawan. Sementara itu, Wibowo Prasetyo menyatakan kesiapannya mengawal proses pengusulan melalui fungsi pengawasan dan koordinasi dengan Kementerian Sosial.
‎
‎INISNU Ambil Tanggung Jawab Akademik
‎
‎Ketua Badan Penyelenggara Pelaksana (BPP) INISNU Temanggung, H. Nur Makhsun, menjelaskan bahwa inisiatif pengusulan KH. Subuki sebagai Pahlawan Nasional merupakan bagian dari tanggung jawab akademik dan kepedulian terhadap sejarah perjuangan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
‎
‎Menurutnya, KH. Subuki merupakan tokoh penting dalam sejarah perjuangan rakyat Temanggung. Kontribusinya perlu diteliti lebih jauh untuk memperlihatkan hubungan antara perjuangan di Parakan dan dinamika revolusi kemerdekaan di berbagai wilayah.
‎
‎INISNU, lanjutnya, diharapkan dapat mengambil peran dalam menghimpun dokumen sejarah, mengembangkan penelitian, dan memperkuat naskah akademik sebagai bagian dari proses pengusulan.
‎
‎Sementara Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan pengusulan itu harus dibangun melalui kerja akademik yang serius, berbasis bukti, dan berkelanjutan. Menurutnya, seminar nasional tidak boleh berhenti sebagai forum diskusi, tetapi perlu menjadi titik tolak bagi gerakan penelitian dan dokumentasi sejarah yang terorganisasi.
‎
‎“Pengusulan Pahlawan Nasional bukan semata-mata tentang memberikan gelar kepada seorang tokoh. Lebih dari itu, ini merupakan ikhtiar akademik untuk menghadirkan keadilan sejarah, menguji bukti perjuangan secara objektif, dan memastikan kontribusi para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia memperoleh perhatian yang semestinya,” tegasnya.
‎
‎Dikatakannya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab penting dalam menjembatani ingatan kolektif masyarakat dengan pembuktian sejarah yang memenuhi standar akademik. Cerita perjuangan yang diwariskan secara turun-temurun perlu ditelusuri melalui arsip, dokumen, kesaksian, sumber tertulis, serta penelitian sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
‎
‎Ia menilai, Temanggung mempunyai tanggung jawab moral sekaligus akademik untuk merawat sejarah perjuangan KH. Subuki. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang tumbuh di lingkungan masyarakat dengan tradisi keislaman dan ke-NU-an yang kuat, INISNU harus mengambil peran dalam mengembangkan penelitian, menghimpun sumber sejarah, dan memperluas literasi sejarah perjuangan bangsa.
‎
‎DPR RI Siap Kawal Pengusulan
‎
‎Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo menyampaikan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak hanya berlangsung melalui pertempuran bersenjata dan diplomasi politik. Perjuangan juga ditopang kekuatan moral dan spiritual yang membangkitkan keberanian rakyat untuk melawan penjajahan.
‎
‎Menurut Wibowo, KH. Subuki memiliki peran penting dalam membangkitkan semangat perlawanan rakyat melalui gerakan bambu runcing di Parakan. Pengaruh gerakan tersebut perlu dikaji secara mendalam, terutama untuk menelusuri keterkaitannya dengan jaringan laskar perjuangan dari berbagai daerah.
‎
‎Ia menegaskan, DPR RI tidak memiliki kewenangan menetapkan seseorang sebagai Pahlawan Nasional karena keputusan tersebut merupakan kewenangan Presiden. Namun, DPR dapat menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi untuk mengawal proses pengusulan agar berlangsung transparan, objektif, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
‎
‎Wibowo juga mendorong pembentukan tim pengusulan terpadu yang melibatkan INISNU, PCNU, keluarga KH. Subuki, sejarawan, dan pemerintah daerah. Tim tersebut diharapkan dapat bekerja secara terukur untuk memperkuat naskah akademik, melengkapi bukti sejarah, serta memenuhi persyaratan administratif.
‎
‎Bupati Temanggung Berikan Dukungan
‎
‎Bupati Temanggung H. Agus Setyawan, SE., turut menyampaikan dukungan terhadap pengusulan KH. Subuki sebagai Pahlawan Nasional. Upaya tersebut dinilai penting untuk memberikan penghormatan terhadap jasa tokoh daerah yang berkontribusi dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
‎
‎Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting dalam membangun sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, sejarah perjuangan KH. Subuki diharapkan dapat terdokumentasi dengan lebih baik dan dikenal secara lebih luas.
‎
‎
‎Kemensos Tekankan Pembuktian Sejarah
‎
‎Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial RI Dr. Salahuddin Yahya menekankan bahwa pengusulan gelar Pahlawan Nasional harus memenuhi persyaratan substantif dan administratif secara berjenjang.
‎
‎Menurutnya, penghormatan masyarakat terhadap seorang tokoh perlu disertai pembuktian sejarah yang kredibel. Pengkajian terhadap KH. Subuki perlu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar, antara lain kontribusi perjuangannya, bentuk pengabdian yang melampaui tugas keulamaan, serta jangkauan dampak perjuangannya bagi bangsa Indonesia.
‎
‎Proses pengusulan membutuhkan kelengkapan biografi perjuangan, naskah akademik, hasil penelitian, dokumentasi sejarah, dan rekomendasi pemerintah daerah. Karena itu, kerja sama antara peneliti, pemerintah, keluarga tokoh, dan organisasi masyarakat menjadi sangat penting.
‎
‎Menggali Jejak Perjuangan Parakan
‎
‎Sejarawan dan dosen UIN Walisongo Semarang Dr. KH. Anasom, M.Hum., menguraikan kedudukan Parakan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, terutama sebagai pusat penguatan spiritual dan mobilisasi para pejuang bambu runcing.
‎
‎Dengan merujuk pada catatan KH. Saifuddin Zuhri dalam buku Guruku Orang-orang dari Pesantren, Anasom menjelaskan bahwa Parakan menjadi tempat yang didatangi para pejuang untuk memperoleh doa dan penguatan semangat sebelum menghadapi pertempuran.
‎
‎Ia juga mengangkat kisah pengorbanan keluarga KH. Subuki ketika tentara Belanda melakukan pengejaran pada 1948. Dalam kisah tersebut, putra KH. Subuki, H. Abdurrahman, disebut gugur ditembak tentara Belanda yang diduga mengira dirinya sebagai sang kiai. Kisah ini menjadi salah satu bagian sejarah yang memerlukan penelusuran dan verifikasi melalui sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
‎
‎Sementara itu, sejarawan Temanggung KH. Adhilin Basri memaparkan luasnya pengaruh gerakan bambu runcing Parakan dalam berbagai peristiwa perjuangan pada masa revolusi kemerdekaan, termasuk di Magelang, Semarang, Surabaya, dan Ambarawa.
‎
‎Ia juga menyinggung kedatangan para pejuang dari berbagai wilayah ke Parakan untuk memperoleh penguatan spiritual, serta hubungan gerakan perjuangan tersebut dengan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Jenderal Soedirman, Bung Tomo, KH. Wahid Hasyim, dan KH. Masykur.
‎
‎Paparan para sejarawan tersebut menegaskan pentingnya penelitian lanjutan untuk menguji sumber, memperjelas kronologi, dan mengukur jangkauan kontribusi KH. Subuki dalam sejarah perjuangan nasional.
‎
‎Dari Seminar Menuju Gerakan Akademik Berkelanjutan
‎
‎Bagi INISNU Temanggung, seminar nasional ini menjadi awal untuk memperkuat kolaborasi penelitian dan dokumentasi sejarah perjuangan KH. Subuki. Langkah selanjutnya perlu diarahkan pada pengumpulan arsip, verifikasi kesaksian, penyusunan biografi berbasis sumber, serta pengembangan naskah akademik sesuai persyaratan pengusulan Pahlawan Nasional.
‎
‎Hamidulloh menegaskan bahwa keberhasilan pengusulan tidak cukup ditentukan oleh besarnya dukungan publik, tetapi juga oleh kekuatan bukti dan konsistensi kerja seluruh pihak yang terlibat.
‎
‎“Kita perlu memastikan bahwa semangat menghormati KH. Subuki diterjemahkan menjadi kerja nyata. Arsip harus dicari, kesaksian harus diuji, kronologi harus diperjelas, dan naskah akademik harus disusun secara cermat. Dengan begitu, pengusulan ini tidak hanya kuat secara moral, tetapi juga kokoh secara historis dan akademik,” ujarnya.
‎
‎Ia berharap seminar nasional tersebut menjadi momentum bagi Temanggung untuk memperkuat tradisi penelitian sejarah sekaligus mewariskan nilai perjuangan para ulama kepada generasi muda.
‎
‎Dengan kolaborasi antara INISNU, pemerintah daerah, DPR RI, Kementerian Sosial, Nahdlatul Ulama, keluarga KH. Subuki, dan para sejarawan, pengusulan KH. Subuki diharapkan dapat berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan memenuhi ketentuan yang berlaku. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • A couple of men sitting on top of a bench

    Pesantren, Pendidikan Karakter, dan Kekerasan Seksual

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.289
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Kekerasan seksual yang terjadi di pesantren adalah anomali dari fungsi pesantren sebagai lembaga moral dan intelektual sekaligus. Pesantren yang selama ini dipandang sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan pendidikan karakter berubah menjadi tempat yang sangat menakutkan dan tidak manusiawi. Ini adalah realitas ironis yang semestinya tidak terjadi di pesantren. Pesantren adalah lembaga […]

  • PCNU-PATI

    About Love

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    Jatuh cinta adalah salah satu anugerah terbaik. Cinta memberi kita kesempatan untuk memahami banyak hal. Cinta juga menjadikan kita lebih dewasa, lebih berani, dan bertanggung jawab. Cinta pula yang menjadikan manusia sebagai manusia. Masing-masing dari kita memiliki kutipan favorit tentang cinta. Satu, sepuluh, atau bahkan seratus kutipan seperti yang ada dalam buku ini bisa menjadi […]

  • Memandang Indonesia Saat Ini

    Memandang Indonesia Saat Ini

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Pati. Para Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah guna mempertajam wawasan dan pola pikir agar lebih maju dan berkembang. Maka pada kesempatan kali ini menghadirkan Dr. M. Imdadun Rahmat Ketua LAKSPEDAM NU pusat untuk mendiskusikan isu-isu terkini yang berada di Indonesia,kemarin. Moderatisme adalah masa depan politik Islam Indonesia. Moderatisme dalam politik meniscayakan power sharing (pembagian kekuasaan, […]

  • BLKK An Noor Cetak Santri Barista Profesional

    BLKK An Noor Cetak Santri Barista Profesional

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Pengurus Yayasan An Noor, Ziyad Naim Shobah (kiri) bersama para peserta pelatihan barista di BLKK An Noor Kajen MARGOYOSO – Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) An-Noor Kajen yang berbasis kompetensi Barista telah mengakhiri pelatihan, Selasa (24/8) lalu. Sedikitnya ada 16 peserta yang mayoritas lolos dalam pelatihan di BLKK yang berada di bawah naungan Yayasan An […]

  • Ahmad Farichin Nahkodai PKC PMII Jawa Tengah

    Ahmad Farichin Nahkodai PKC PMII Jawa Tengah

    • calendar_month Sen, 24 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Blora – Dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXIII PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah 2025 yang terlaksana di Hotel Grand Mega & Resort dan Ponpes Al Muhammad Cepu, Blora, Jawa Tengah pada 17-21 Februari 2025 kemarin, Ahmad Farichin resmi terpilih sebagai Ketua PKC PMII Jawa Tengah periode 2025-2027. Mantan Ketua PC PMII […]

  • PCNU-PATI

    Gandeng Ranting IPNU Gelang, Tim KKN IPMAFA Selenggarakan Pelatihan Bilal

    • calendar_month Sel, 15 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Jepara – Kelompok Kuliah Kerja Nyata 21 “Tim Wianggeni” Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) mengadakan Pelatihan Bilal, Kamis (10/8/2023). Acara tersebut diikuti oleh peserta didik laki-laki Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Ulum dan anggota Pimpinan Ranting IPNU Gelang, dengan jumlah peserta 25 orang. Antusiasme peserta sangat terlihat dengan […]

expand_less