Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 27 Des 2025
- visibility 6.379
- comment 0 komentar

Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif
Pcnupati.or.id – Paguyuban Sopir Pati (PSP) memeriahkan hari jadinya yang ke-4 dengan semangat kebersamaan. Perayaan tahun ini dikemas secara edukatif melalui Dialog Interaktif bertajuk “Melakukan Sebuah Kebaikan, Dilakukan Oleh Siapa Saja” yang digelar di Yutaka Farm, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Sabtu (27/12/2025) sore.
Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting bagi para pengemudi di Kabupaten Pati untuk merefleksikan peran mereka, tidak hanya sebagai pekerja di jalan raya, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial kemanusiaan.
Sebagai organisasi yang bernaung di bawah bendera Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) NU Pati, PSP menghadirkan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Konfederasi Sarbumusi, Ika Rostianti, untuk memberikan arahan dan motivasi kepada puluhan sopir yang hadir.
Pada kesempatan itu, Ika memaparkan progres signifikan terkait kebijakan penindakan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Ika menilai, pembahasan soal ODOL periode ini menunjukkan kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari kuatnya koordinasi antarlembaga dan kementerian yang lebih berkomitmen.
“ODOL sebetulnya sejauh ini saya menilai ini progres yang paling signifikan dari pada periode-periode sebelumnya. Pertama dilihat dari koordinasi antarlembaga, antarkementerian, bagaimana mereka cukup komitmen,” ungkap dia.
Satu terobosan penting yang diungkapkan Ika adalah pelibatan langsung asosiasi pengemudi dalam penyusunan kebijakan. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menginisiasi pembentukan Tim Kecil yang melibatkan berbagai stakeholder.
“Jadi kali ini pengemudi dilibatkan. Tapi terputus karena kita ada bencana, terus Kementerian Perhubungan sebagai host-nya pembentukan tim kecil ini sedang fokus Nataru disambung lagi Idulfitri. Mungkin akan dilanjutkan tim kecil ini untuk perubahan regulasi dan semua hal yang berkaitan dengan ODOL itu kalau misalnya pascatahun baru tidak terkejar, ya, setelah Idulfitri,” ungkap dia.
Menurut Ika, Tim Kecil ini dibagi menjadi beberapa klaster. Pertama, tim khusus yang fokus ke perubahan regulasi undang-undang transportasi. Kedua, tim yang mengurus kesejahteraan sopir.
“Berarti mereka bikin skema pengupahan, apakah skema borongan akan dilanjutkan di Indonesia atau akan diganti dengan yang lain,” ucap dia.
Kemudia yang ketiga, lanjut Ika, ada tim berfokus pada pemberdayaan.
“Artinya bicara tentang sertifikasi, pelatihan, vokasi, dan sebagainya. Masing-masing tim kecil itu nanti akan melibatkan stakeholder yang berkaitan dengan pembahasan itu. Dan setiap tim akan ada perwakilan dari sopir,” beber dia.
Ketua Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) ini juga menekankan pentingnya keseimbangan antara industri dan pekerja. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
“Kita support tetapi jangan sampai ada pihak yang ditinggalkan. Pengusahanya, ya, harus dibikin sehat iklim usahanya, industri logistiknya juga harus sehat, tetapi pekerjanya, kan, harus sejahtera, jangan ditinggalin. Tau-tau ada regulasi tanpa diajak ngobrol. Sedangkan sopir-sopir ini selalu menjadi objek di lapangan,” tutur dia.
Sementara itu Ketua PSP, Muhammad Syahidul Anam, menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Wasekjen DPP Konfederasi Sarbumusi yang hadir langsung di Pati. Menurutnya, ini memberikan harapan baru bagi perjuangan para sopir di daerah.
”Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Ika. Ini adalah momentum bagi kami untuk memperjuangkan nasib driver Pati, terutama dalam mengawal isu ODOL agar berpihak pada kemanusiaan. Semoga misi ini diberikan kelancaran dan kesuksesan,” ungkap Anam.
Lebih lanjut, Anam berharap pertemuan ini menjadi awal dari relasi yang lebih strategis antara pengemudi di daerah dengan pembuat kebijakan di Jakarta.
“Kami ingin PSP memiliki jalur komunikasi (link) yang kuat dengan Sarbumusi pusat. Dengan begitu, setiap aspirasi dan kendala yang dihadapi sopir di bawah bisa langsung tersampaikan ke tingkat nasional,” pungkas dia. (Angga/LTN)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar