Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif

Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 27 Des 2025
  • visibility 6.475
  • comment 0 komentar

 

​Pcnupati.or.id – Paguyuban Sopir Pati (PSP) memeriahkan hari jadinya yang ke-4 dengan semangat kebersamaan. Perayaan tahun ini dikemas secara edukatif melalui Dialog Interaktif bertajuk “Melakukan Sebuah Kebaikan, Dilakukan Oleh Siapa Saja” yang digelar di Yutaka Farm, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Sabtu (27/12/2025) sore.

​Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting bagi para pengemudi di Kabupaten Pati untuk merefleksikan peran mereka, tidak hanya sebagai pekerja di jalan raya, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial kemanusiaan.

​Sebagai organisasi yang bernaung di bawah bendera Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) NU Pati, PSP menghadirkan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Konfederasi Sarbumusi, Ika Rostianti, untuk memberikan arahan dan motivasi kepada puluhan sopir yang hadir.

Pada kesempatan itu, Ika memaparkan progres signifikan terkait kebijakan penindakan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

​Ika menilai, pembahasan soal ODOL periode ini menunjukkan kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari kuatnya koordinasi antarlembaga dan kementerian yang lebih berkomitmen.

“ODOL sebetulnya sejauh ini saya menilai ini progres yang paling signifikan dari pada periode-periode sebelumnya. Pertama dilihat dari koordinasi antarlembaga, antarkementerian, bagaimana mereka cukup komitmen,” ungkap dia.

Satu terobosan penting yang diungkapkan Ika adalah pelibatan langsung asosiasi pengemudi dalam penyusunan kebijakan. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menginisiasi pembentukan Tim Kecil yang melibatkan berbagai stakeholder.

“Jadi kali ini pengemudi dilibatkan. Tapi terputus karena kita ada bencana, terus Kementerian Perhubungan sebagai host-nya pembentukan tim kecil ini sedang fokus Nataru disambung lagi Idulfitri. Mungkin akan dilanjutkan tim kecil ini untuk perubahan regulasi dan semua hal yang berkaitan dengan ODOL itu kalau misalnya pascatahun baru tidak terkejar, ya, setelah Idulfitri,” ungkap dia.

Menurut Ika, Tim Kecil ini dibagi menjadi beberapa klaster. Pertama, tim khusus yang fokus ke perubahan regulasi undang-undang transportasi. Kedua, tim yang mengurus kesejahteraan sopir.

“Berarti mereka bikin skema pengupahan, apakah skema borongan akan dilanjutkan di Indonesia atau akan diganti dengan yang lain,” ucap dia.

Kemudia yang ketiga, lanjut Ika, ada tim berfokus pada pemberdayaan.

“Artinya bicara tentang sertifikasi, pelatihan, vokasi, dan sebagainya. Masing-masing tim kecil itu nanti akan melibatkan stakeholder yang berkaitan dengan pembahasan itu. Dan setiap tim akan ada perwakilan dari sopir,” beber dia.

Ketua Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) ini juga menekankan pentingnya keseimbangan antara industri dan pekerja. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kita support tetapi jangan sampai ada pihak yang ditinggalkan. Pengusahanya, ya, harus dibikin sehat iklim usahanya, industri logistiknya juga harus sehat, tetapi pekerjanya, kan, harus sejahtera, jangan ditinggalin. Tau-tau ada regulasi tanpa diajak ngobrol. Sedangkan sopir-sopir ini selalu menjadi objek di lapangan,” tutur dia.

Sementara itu Ketua PSP, Muhammad Syahidul Anam, menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Wasekjen DPP Konfederasi Sarbumusi yang hadir langsung di Pati. Menurutnya, ini memberikan harapan baru bagi perjuangan para sopir di daerah.

​”Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Ika. Ini adalah momentum bagi kami untuk memperjuangkan nasib driver Pati, terutama dalam mengawal isu ODOL agar berpihak pada kemanusiaan. Semoga misi ini diberikan kelancaran dan kesuksesan,” ungkap Anam.

​Lebih lanjut, Anam berharap pertemuan ini menjadi awal dari relasi yang lebih strategis antara pengemudi di daerah dengan pembuat kebijakan di Jakarta.

“Kami ingin PSP memiliki jalur komunikasi (link) yang kuat dengan Sarbumusi pusat. Dengan begitu, setiap aspirasi dan kendala yang dihadapi sopir di bawah bisa langsung tersampaikan ke tingkat nasional,” pungkas dia. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkat Koin NU, MWC Batangan Bangun Gedung Baru Senilai 2 Milyar

    Berkat Koin NU, MWC Batangan Bangun Gedung Baru Senilai 2 Milyar

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim (jongkok), dalam seremoni peletakan batu pertama pembangunan gedung MWC NU Kecamatan Batangan, Minggu (12/9) pagi. BATANGAN – Koin NU memberikan dampak besar bagi organisasi dan masyarakat luas. Di berbagai daerah, manfaat gerakan sosial ini telah dirasakan oleh banyak kalangan.  Mulai dari santunan paling sederhana, misalnya bantuan kemanusiaan untuk warga miskin, santunan yatim, […]

  • PERSYARATAN PENGAJUAN  BHPNU

    PERSYARATAN PENGAJUAN BHPNU

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

        1.     Surat Pengajuan SK di tanda tangani oleh Pengurus Ta’mir dan Ranting NU atau MWC NU     a)      Mushola/ Ta’mir masjid di tunjukan kepada Ketua Lembaga Ta’mir masjid NU Cabang Pati.    b)      Madrasah/Sekolah, TPQ, Madin di tunjukan kepada Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Pati.   c)      Pondok Pesantren di tunjukan kepada Ketua […]

  • YPI Monumen Mujahidin Bageng Gelar Selawatan Bareng Habib Ali Zainal Abidin

    YPI Monumen Mujahidin Bageng Gelar Selawatan Bareng Habib Ali Zainal Abidin

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. GEMBONG -Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, gelar Selawatan bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Jepara dengan iringan Rebana Khoirul Amilin Ngemplak Kidul, pada pada Sabtu (30/9/2023) malam. Ribuan orang pun berbondong-bondong untuk mengukuti acara yang berlangsung di kompleks yayasan tersebut.  Selawatan ini merupakan puncak dari rangkaian acara […]

  • Menangkap Cahaya Rayyan

    Menangkap Cahaya Rayyan

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    “Sesungguhnya di syurga ada satu pintu bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya…. Maka jika orang-orang yang berpuasa telah memasukinya, maka (Pintu Rayyan) akan ditutup dan taka da seorangpun lagi yang memasukinya.” Begitu spesialnya ibadah puasa, hingga diabadikan dalam banyak hadits. Salah […]

  • Menumbuhkan Generasi Entrepeneurship

    Menumbuhkan Generasi Entrepeneurship

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Pendidikan entrepreneurship sudah lama digerakkan di berbagai Negara. Mereka paham bahwa kemajuan suatu Negara sangat ditunjang oleh munculnya kelas ekonomi menengah yang tangguh dan kreatif yang dimaksud adalah para pengusaha yang gigih mengembangkan kreatifitas dan produktivitasnya dalam dunia usaha. Menurut Amin Rais dalam bukunya Tauhid Sosial, kelas menengah adalah kelompok yang tetap eksis dalam suatu […]

  • Teliti Kurikulum Merdeka, Fakhruddin Karmani Minta Kemendikbud dan Kemenag Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    Teliti Kurikulum Merdeka, Fakhruddin Karmani Minta Kemendikbud dan Kemenag Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.918
    • 0Komentar

      Semarang – Penelitian disertasi Fakhruddin Karmani tidak hanya menawarkan model integrasi nilai, tetapi juga memberikan pesan strategis kepada pembuat kebijakan pendidikan nasional. Dalam temuannya, integrasi nilai Islam Nusantara menjadi jembatan yang menghubungkan ajaran Islam dengan Pancasila dan kebhinekaan Indonesia tanpa menciptakan dikotomi antara agama dan negara. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sistem pendidikan […]

expand_less