Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
  • visibility 414
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Dalam Seminar Nasional Online (Sensasi Online) ke-7 yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia bertajuk “Reformasi Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (6/4/2024), disimpulkan bahwa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD perlu direformulasi.

Narasumber kegiatan tersebut yaitu dosen PGMI INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dosen PGMI UIN Antasari Banjarmasin Dr. Noor Alfulaila, M.Pd., dan dosen PGMI IAIN Langsa, Aceh, Chery Julida Panjaitan, M.Pd., yang dimoderatori oleh dosen PGMI IAIQH Bagu Lombok Tengah Aenullael Mukaromah, M.Pd.

Dalam Welcoming Speech, Ka. Div. Penjamin Mutu PD PGMI Indonesia yang juga dosen PGMI UIN Ar-Raniry Banda Aceh Misbahul Jannah, M.Pd, Ph.D., mengucapkan terima kasih dan apresiasi. “Kami ucapkan terima kasih Ketua Umum PD PGMI Indonesia yang telah mendukung kegiatan ini. Kami mengucapkan  terima kasih juga kepada semua pengurus PD PGMI, Kaprodi, Sekprodi PGMI seluruh Indonesia dan mahasiswa PGMI,” katanya.

Webinar kali ini, menurutnya, ini sesuai dengan Prodi PGMI yang menghasilkan calon guru MI/SD yang profesional yang ahli di lima bidang, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan PPKN jenjang MI/SD.

“Bahasa Indonesia sangat dibutuhkan di era global. Kita harus mengglobalkan Bahasa Indonesia. Saat ini banyak di forum global, termasuk percakapan dalam bidang ekonomi sudah terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia,” paparnya.

Narasumber pertama, dosen PGMI INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengatakan bahwa terdapat sejumlah alasan mengapa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD perlu direformulasi. “Temuan studi kami menemukan adanya problematika multibahasa di Indonesia, kanekaragaman bahasa, sastra, seni, dan budaya, kurangnya materi pembelajaran yang releven, belum terintegrasinya materi/CP Bahasa dari jenjang PAUD/TK sampai MI/SD, belum terintegrasinya materi kebahasaan, sastra, literasi, dan budaya, dianaktirikannya sastra Indonesia dan sastra lama, minimnya penguatan literasi digital dan literasi baru, PGMI/PGSD mencetak guru kelas, bukan mencetak guru Bahasa Indonesia, dan minim guru besar Bahasa Indonesia MI/SD di Prodi PGMI,” jelas Ibda.

Hal itu, menurut Ibda, menjadikan alasan mengapa Bahasa Indonesia MI/SD perlu dirumuskan ulang, dikaji, dan direformulasi dari sisi materi/bahan kajian, kurikulum, dan pembelajarannya.

Wakil Rektor INISNU Temanggung tersebut juga menyajikan temuan problematika kurikulum dan pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD, dan problematika kurikulum dan perkuliahan Bahasa Indonesia di PGMI/PGSD.

Dalam webinar ini, Dr. Ibda menawarkan sejumlah bahan reformulasi. Dimulai dari integrasi bahasa, sastra, budaya, dan karakter di MI/SD, reformulasi struktur dan pola pikir keilmuan bahasa Indonesia MI/SD, reformulasi kurikulum bahasa dan sastra Indonesia MI/SD, reformulasi kurikulum Prodi PGMI, sampai rencana aksi reformulasi struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD. “Reformulasi tidak hanya para sturktur dan pola pikir keilmuan saja, tapi juga kurikulum MI/SD dan kurikulum Prodi PGMI atau PGSD,” lanjutnya.

Dosen PGMI UIN Antasari Banjarmasin Dr. Noor Alfulaila, M.Pd., dalam paparannya mengatakan bahwa sejarah dan perkembangan Bahasa Indonesia dimulai dari Melayu, bahasa yang digunakan secara luas di Nusantara sejak abad ke-7 Masehi. “Kemudian terjadi pemurnian dan standardisasi, yaitu upaya pemurnian dan standardisasi Bahasa Indonesia yang dimulai setelah Sumpah Pemuda 1928 untuk menciptakan identitas kebangsaan yan kuat,” beber dia.

Setelah itu, katanya, perkembangan kontemporer, Bahasa Indonesia terus berkembangan, dinamis, menyerap kosakata baru dengan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengatakan bahwa pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia yaitu aspek deskriptif, meneliti bahasa apa danya, tanpa memberikan penilaian normatif. “Kedua adalah interdisipliner, mengintegrasikan perspektif dari berbagai bidang ilmu, seperti linguistik, sosiolinguistik, dan neurolinguistik. Ketiga adalah kontekstual, memahami bahasa dalam konteks sosial, budaya, dan sejarah yang melatarbelkanginya. “Saya setuju dengan Pak Ibda, bahwa materi Bahasa Indonesia di MI/SD perlu diupdate, perlu pengayaan, karena dari dulu ya itu-itu saja dan perlu diperluas sesesui perkembangan zaman,” kata dia.

Pihaknya mengatakan, terdapat tantangan prospek Bahasa Indonesia ke depan, dimulai dari digitalisasi, globalisais, kepunahan bahasa daerah, dan peluang pengembangan yang tinggi karena Bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembangan di era digital.

Sementara dosen PGMI IAIN Langsa Aceh, Chery Julida Panjaitan, M.Pd., dalam materinya berjudul “Integrasi Kecerdasan Buatan dan Kecakapan Hidup dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia” menegaskan bahwa kemampuan literais merupakan kemampuan mengritisi, menganalisis, mengevaluasi informasi dari berbagai sumber multidisiplin ilmu untuk mengomunikasikan informasi menjadi penting bagi reformulasi Bahasa Indonesia di MI/SD.

Dikatakannya, terdapat problematika pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD. Pertama, keterbatasan kemampuan MI/SD mengelola berbagai potensi dan sumber daya yang tersedia. Kedua, pembelajaran Bahasa Indoensia tidak komunikatif, rendahnya kompetensi komunikasi pendidik, model kelas yang besar, interaksi kelas kurang optimal. Ketiga, pembelajaran Bahasa Indoensia disajikan dalam bentuk diskrit bukan dalam bentuk integratif (tematis). Keempat, semangat dan motivasi siswa mempelajari Bahasa Indoensia masih rendah. Keliam, buku sumber referensi pembelajaran kurang variatif.

 

Atas problematika itu, pihaknya menawarkan sejumlah solusi. Pertama, pembelajaran Bahasa Indonesia mengarah kepada layanan pendidikan berbasis luas dengan pembekalan kecakapan hidup. Kedua, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak dapat dilakukan secara terpisah (integratif). Ketiga, pembelajaran Bahasa Indonesia dikaitkan dengan fungsinya untuk kepentingan komunikasi dan keperluan memenuhi keterampilan hidup.

“Pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan menjadi alat ekspresi diri, alat untuk kepentingan komunikasi, mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan, dan alat untuk melakukan kontrol sosial,” kata Chery.

Setelah pemaparan dari ketiga narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dari semua peserta. Hadir peserta dari unsur pengurus PD PGMI, Kaprodi dan Sekprodi PGMI, dosen dan mahasiswa PGMI, guru MI, dan sejumlah guru SD serta dosen PGSD di Indonesia. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by vihaels

    Pohon

    • calendar_month Rab, 21 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Air, tanah, angin dan pohon adalah satu dari kesatuan. Mereka komponen saling mengisi satu dengan lainnya. Jika salah satunya ada yang lebih dominan atau pun ada ketimpangan, maka kondisi alam menjadi tak stabil. Saat angin puting beliung hadir, menunjukkan keeksistensinnya; maka pohon menjadi pemecah angin tersebut agar tak bergerombol. Dengan […]

  • NU Peduli Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Juwana

    NU Peduli Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Juwana

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.931
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- NU PEDULI Kabupaten Pati kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak banjir dengan mendirikan Posko Kesehatan di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Posko ini disiapkan untuk melayani warga yang mengalami berbagai keluhan kesehatan akibat banjir, seperti gatal-gatal, flu, demam, masuk angin, dan gangguan kesehatan lainnya. Peresmian Posko Kesehatan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PCNU […]

  • Kuatkan Mutu, INISNU Siap Laksanakan Pancadharma Internasional di Tiga Negara

    Kuatkan Mutu, INISNU Siap Laksanakan Pancadharma Internasional di Tiga Negara

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka memperkuat mutu dan internasionalisasi, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung terus berupaya melaksanakan berbagai program. Salah satunya di tahun ini adalah kegiatan Pancadharma Internasional pada tiga negara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal itu terungkap dalam sosialisasi oleh Panitia Pancadharma Internasional bersama travel pada Senin (28/4/2025) di aula lt.3 kampus […]

  • PCNU-PATI

    Dosen Inisnu Beri 9 Tips Putus Mata Rantai Politik Uang dalam Pilkada

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Dalam rangka pelaksanaan pengawasan tahapan penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Temanggung tahun 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Serentak Tahun 2024 dengan tema “Sosialisasi dan Deklarasi Tokoh Masyarakat Tolak Politik Uang, Ujaran Kebencian, Berita Bohong, dan Politisasi SARA” pada Kamis (10/10/2024) di Aliyana Hotel & Resorts […]

  • Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

    Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

     KH. MA. Sahal Mahfudh sebagai seorang ulama besar yang peduli terhadap kesejahteraan umat berpikir dan bertindak untuk umat. Salah satu buah pemikiran Kiai Sahal adalah zakat produktif, yakni zakat yang mampu mengubah orang-orang miskin menjadi sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Pusat Studi Zakat dan Wakaf Prodi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati […]

  • Dua Atlet Petanque Salafiyah Kajen Sabet Medali di Ajang Popda

    Dua Atlet Petanque Salafiyah Kajen Sabet Medali di Ajang Popda

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

      Dua siswi Salafiyah yang membanggakan warga Pati lewat cabang olahraga Petanque  PATI – Dua atlet Cabang Olahraga (Cabor) Petanque Kabupaten Pati berhasil meraih dua medali pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Non Virtual Jateng 2021. Pertandingan tersebut  berlangsung di lapangan Petanque Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) 15 -16 November 2021. […]

expand_less