Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dialog Interaktif sebagai Bentuk Merajut Kerukunan Antar Umat Beragama

Dialog Interaktif sebagai Bentuk Merajut Kerukunan Antar Umat Beragama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
  • visibility 249
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Jepara-Segenap Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) yangsedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Desa Tempur Kecamatan Keling kabupaten Jepara melakukan kegiatan dialog interaktif kampung moderasi beragama, dengan tema “Merajut Kerukunan antar Umat Beragama”. Senin (04/09/23).

Kegiatan yang dimulai dari sambutan Perangkat Desa oleh Bapak Mahfudh mengapresiasi adanya dialog interaktif antar umat beragama, karena menurutnya kegiatan ini baru pertama kali diadakan antar umat beragama.

“Lebih lanjut beliau juga menjelaskan bahwa di Desa Tempur umat beragama baik Islam maupun non-muslim (Kristen) hidup berjejeran dan saling mengayomi satu sama lain. Bahkan uniknya ketika ada salah satu warga Tempur yang meninggal, justru umat Kristen memakai sarung dan peci, sedangkang umat Islam memakai celana dan kaos, sehingga dari situ banyak orang yang menilai kalau yang ikut takziyah adalah umat islam semua, melainkan juga umat Kristen ikut menghadiri untuk memberikan penghormatan. Begitulah indahnya toleransi antar umat beragama.”

Selain itu juga saat dialog interaktif dimulai dari perspektif agama yang disampaikan oleh Miftahul Munif menjelaskan bahwa dalam sejarahnya Nabi Muhammad saw tidak melarang jamaah umat Kristen kala itu melakukan kebaktian di Masjid Nabawi. Hal ini menurut beliau merupakan bentuk toleransi yang sudah ada di zaman Rasulluahi saw.

Sedangkan menurut Nur Salam selaku tokoh umat Islam menjelaskan dalam perspektif kearifan lokal mencontohkan bahwa, di Tempur baik umat Islam dan umat Kristen sudah biasanya hidup saling berdampingan dan saling bahu-membahu dalam mengikuti kegiatan baik diselenggarakan dari umat Islam maupun umat Kristen. Misalnya dalam hal ini adalah saat melakukan istighosah di masjid yang jamaahnya meludak sampai ke jalan dan rumah warga. Dari umat Kristen membuka selebar-lebarnya teras Gereja untuk dipakai jamaah umat Islam, kata beliau.

Adapaun menurut  Suwadi selaku tokoh umat Kristen menjelaskan bahwa bentuk toleransi yang terjalin Ketika Pembangunan Gereja umat Islam tidak ikut sumbangsih dalam bentuk tenaga saja, melainkan juga ikut membelikan material.

Selain itu juga saat umat Kristen merayakan Hari Natal yang bertugas menjadi keamaan adalah dari Ansor dan Banser untuk menertibkan keamanan di lokasi. Dan Ketika jamaah umat Kristen meludak teras atau serambi masjid juga diperbolehkan untuk ditempati oleh Umat Kristen. Tambahnya.

Dan perlu diingat di Desa Tempur tidak hanya dalam bentuk toleransinya tinggi juga yang unik letak antar masjid dan gereja hanya berjarak lima meter, sehingga dari situ banyak dari pengunjung luar negeri maupun dari akademisi untuk melakukan penelitian di desa tempur.

Adapun kedepannya, harapannya dengan adanya dialog ini desa Tempur bisa menjadi desa percontohan dalam bentuk toleransi antar umat beragama.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • fff-png-2

    Bekerja Menjadi WTS

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

      1.       Dizaman sekarang ini banyak sekali yang namanya WTS (wanita tuna susila), diantara alasan wts-wts tersebut adalah  bekerja sebagai WTS guna menghidupi kebutuhan hidup dirinya dan juga keluarganya.   Pertanyaan : a.      Bagaimana hukum menjadi WTS dengan alasan diatas, dan bagaimana jika karena menuruti hawa nafsu ?   Jawaban :Menjadi WTS sudah jelas hukumnya […]

  • MHI Rutinkan Student Match Setiap Jelang 17-an

    MHI Rutinkan Student Match Setiap Jelang 17-an

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    GEMBONG-Aroma kemerdekaan sudah tercium dari sekarang. Agustus memang dikenal sebagai bulannya Bangsa Indonesia. Peristiwa bersejarah 17 Agustus 1945 sebagai tonggak kemerdekaan menjadi pengingat beratnya perjuangan merebut kemerdekaan. Meskipun setelah proklamasi masih ada beberapa upaya untuk merebut kedaulatan Indonesia, namun secara de facto, Indonesia telah meredeka sejak tanggal tersebut. Itulah yang disampaikan oleh Sholikhin, S.Pd.I., kepala […]

  • Mengenal Ushul Fiqih Multikultural Gus Dur

    Mengenal Ushul Fiqih Multikultural Gus Dur

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur merupakan seorang kiayi sekaligus intelektual kontemporer yang pemikirannya sering menimbulkan kontroversi dan tak jarang disalah pahami sebagian kalangan. Padahal jika dikaji secara mendalam, kerangka pemikiran Gus Dur yang kritis dan komprehensif dalam memandang realitas agama, sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan kenegaraan tak lepas dari argumen-argumen dan kaidah […]

  • Gus Baha Isi Posisi Rois Syuriyah PBNU

    Gus Baha Isi Posisi Rois Syuriyah PBNU

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    JAKARTA-KH. Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha’ merupakan salah satu ulama muda kharismatik. Putra KH. Nursalim tersebut terbilang kiai pendatang baru namanya melejit cukup instan. KH. Baha’uddin Nursalim (Gus Baha) sedang memberikan ceramah (foto: suaranahdliyin.com Usianya baru 49 tahun, namun wawasan keilmuwannya telah diakui oleh semua kalangan. Bukan hanya itu, sikapnya yang santai dan […]

  • ​Tingkatkan Kreativitas Anak, YPMNU Pati Gelar Festival Drumband di Harlah Muslimat NU ke-80

    ​Tingkatkan Kreativitas Anak, YPMNU Pati Gelar Festival Drumband di Harlah Muslimat NU ke-80

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.004
    • 0Komentar

    ​PATI – GOR Pesantenan Pati menjadi saksi keceriaan dan semangat ribuan anak-anak dalam ajang Festival Drumband TK-RA yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPMNU) Kabupaten Pati, Ahad (19/4/2026). ​Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80 ini mengusung tema “Mengembangkan Keterampilan dan Kreativitas Menuju Kemandirian”. ​Ketua YPMNU Kabupaten Pati […]

  • Tebasan padi

    Tebasan padi

    • calendar_month Sel, 24 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Sering kita dengar praktek penjualan padi yang masih ada di sawah dengan sistem tebasan (borongan) pada saat musim panen tiba, hal itu dilakukan karena para petani tidak mau mengambil resiko ongkos panen yang cukup besar. Pertanyaan : Bolehkah praktek jual beli secara tebasan tersebut ? Jawaban : Tafsil : Ø Boleh bila belum mencapai nishob, Tidak boleh […]

expand_less