Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Seni Perebutan Kepentingan

Seni Perebutan Kepentingan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
  • visibility 240
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Belakang ini; di berbagai tempat seperti warung kopi, cafe, dan restoran-restoran lama saji. Banyak yang membicarakan, mendiskusikan, diopinikan perihal perayaan tahun depan. Pergantian pemimpin, siklus lima tahunan untuk melanjutkan estafet tentang perubahan baik dari segi keluarga dan negara.

Kondisi demikian tak dapat terelakan, karena lima tahunan pergantian dan setiap orang mempunyai hak untuk mencalonkan, menunjukan ke eksistensi nya dalam berbagai disiplin kemampuan; kemampuan menjual ide, gagasan, bahkan bisa kehormatan. Lebih spesifik yaitu bidang ke ilmuan atau non keilmuan. Bahkan untuk menunjukan hal tersebut ada yang perang baliho besar besar dengan wajah tersenyum penuh dengan tanda tanya. Senyum untuk kepentingan bersama atau untuk kemakmuran keluarga. Soal itu semua, hanya wajah di baleho tersebut yang bisa memahaminya dan menjelaskannya.

Meskipun saya tak terlibat langsung dalam urusan ini. Kegiatan menata negara dan umat terasa amat begitu berat. Bahkan apabila saya pun disuruh dan dibiayai untuk maju membuat perubahan, menggantikan yang sudah ada, dengan memamerkan wajah terpampang di pertigaan jalan, perempatan jalan raya besar, dengan senyuman, dengan janji yang dituliskan. Saya tak akan kuat sebab pengabdian dan memimpin orang banyak itu berat. Apalagi soal seni perebutan kepentingan lebih berat lagi.

Melihat fenomena sekarang ini banyak yang berperang menggunakan baliho baliho besar, yang tersebar dimana mana, semua itu adalah bentuk permainan seni dalam perebutan kepentingan. Bagaimana orang orang itu mampu memberikan keyakinan atau klaim-klaim nya terkait program-program yang ditawarkan dan direncanakan. Selain itu, harus mampu memainkan peran, merencanakan strategi; apa pun caranya harus ditempuh dengan satu tujuan harus jadi. Sebab  bandar sudah menggelar.

Jika hal demikian terjadi, maka bukan lagi sebuah perjuangan untuk kemakmuran negara dan umat, akan tetapi untuk sebuah kepentingan-kepentingan siapa pemodalnya dan bagaimana cara mengembalikannya. Jadi apabila sudah begitu, tentu inti dari sebuah perjuangan dan dasar pengabdian tak akan terwujudkan.

“Apa pun itu, semuanya membutuhkan modal mas, nyalon apapun itu harus ada modalnya dan tak hanya punya modal status sosial tentu harus mencari orang yang memodali. Jadi tak usah heran atau pura pura tak tahu, jika sudah jadi akan melupakan apa yang sudah dijanjikan itu sudah pasti. Tak usah ber serius serius membahas atau pun ikutan ikutan percaturan mereka, kita ini wong cilik bisanya hanya melirik pertarungan yang menarik tersebut, ada sebuah pengabdian yang diperebutkan”celetuk teman saya.

Dalam urusan seni itu bebas. Dan apabila seni tersebut diterapkan dalam sebuah kepentingan kekuasaan tentu akan menghalalkan segala cara, akan menempuh cara apapun untuk tercapainya sebuah tujuan. Karena yang tertanam dalam diri tak ada orang lain selain dirinya sendiri.

“Saya yang terbaik, dari segi sosial dari segi keilmuan, dari segi keturunan dan lainnnya, bukan mereka yang tak terlahir dari siapa siapa”

Seni yang dimainkan adalah tentang identitas, tentang status sosial atau paling spesial. Bahkan ada yang memainkan tentang rekam jejak kepemimpinan nya atau pun prestasinya. Semua boleh boleh saja, sebab itu adalah seni berperan, maka jika ada yang peran kocak akan terbahak bahak, peran yang sedih akan tertatih tatih, peran yang pintar akan berkoar koar. Itulah yang akan terjadi pada tahun tahun intrik dan politik.

Sebelum berperan atau memainkan seni perebutan kepentingan alangkah baiknya jujur terhadap diri sendiri, jika tak jujur nanti akan kecewa pada suatu hari hanti terhadap diri sendiri atas program yang sudah ditulis di baliho baliho di pinggir jalan. Percaya diri boleh, mengklaim yang terbaik juga boleh, asalkan semua itu tersadarkan dari sadar diri yang murni.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Launching Menara Masjid, Hadirkan Az-Zahir

    Launching Menara Masjid, Hadirkan Az-Zahir

    • calendar_month Rab, 8 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    WEDARI JAKSA – Masjid Baiturrahman Desa Tlogoharum, Kecamatan Wedarijaksa meresmikan, melaunching menara masjid dengan menggelar tasyakuran bertajuk sholawatan menghadirkan Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Pekalongan. Acara tersebut dihadiri Bupati Pati, H. Haryanto didampingi oleh Forkopimcam, ada Kapolsek dan Komandan Koramil Kecamatan Wedarijaksa (Selasa malam, 7/06/2022). Bupati Pati, H. Haryanto mengatakan, “Selamat atas berdirinya Menara […]

  • Tanggapi PPKM, PCNU : Jangan Abai, Jangan Lebay

    Tanggapi PPKM, PCNU : Jangan Abai, Jangan Lebay

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim saat menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menaati peraturan pemerintah terkait pemutusan mata rantainpenyebaran covid-19 KOTA-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang dicanangkan oleh Pemerintah berdampak besar bagi masyarakat. Sektor ekonomi, pendidikan hingga sosial keagamaan merupakan sektor yang menerima pengaruh langsung dari PPKM. Pengaruh yang didapatkan kebanyakan merupakan efek […]

  • Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

    Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Susur Sungai Silugonggo Desa Kedungpancing, Juwana oleh para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP Yogyakarta. Langkah ini merupakan babak awal Program Bina Desa KMPP Yogyakarta tahun 2021 PATI – Para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP (Keluarga Pelajar-Mahasiswa Pati) Yogyakarta kembali menggelar aksi sosial. Mengambil tema besar Bina Desa KMPP Yogyakarta Tahun 2021, dengan tajuk utama ‘Lentera […]

  • gysd-jpg-2

    Belajar dari Gus Dur

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

      “Dengan lelucon, kita sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.” Kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Honoris Causa” itu sudah biasa.  Sedangkan kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Humoris causa” itu baru luar biasa. Kira-kira itulah gelar yang pas untuk disematkan kepada KH. Abdurrahman Wahid atau yang […]

  • Puasa Mutih dan Patigeni

    Puasa Mutih dan Patigeni

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 2.831
    • 0Komentar

    Seorang kyai memberikan ijazah/amalan yang berupa puasa mutih (makan nasi saja) selama tujuh hari yang diakhiri dengan pati geni (tidak makan dan tidak minum dan tidak tidur) mulai maghrib sampai maghrib yang akan datang. Pertanyaan : Bolehkah amalan tersebut menurut kacamata fiqih ?   Jawaban : Boleh apabila tidak ada niat wishol dan amalan tersebut […]

  • Lestarikan Tradisi NU, Para Pelajar Asempapan Gelar Ziarah Makam Sesepuh Desa

    Lestarikan Tradisi NU, Para Pelajar Asempapan Gelar Ziarah Makam Sesepuh Desa

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Kegiatan ziarah  makam sesepuh desa yang dilaksanakan oleh Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Asempapan, Trangkil. PATI – Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati rutin gelar ziarah bareng di makam sesepuh desa yang berada di Maqbaroh Desa Asempapan. Kegiatan tersebut digelar satu bulan sekali, setiap hari Jumat pada Minggu pertama. Ihtasya Aulia F.Z, […]

expand_less