Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 288
  • comment 0 komentar

 

Pati – Dalam rangka Pekan Muharram, Reuni Akbar dan Hari Lahir (Harlah) ke-90 Madrasah Salafiyah, Ikatan Kelauarga Alumni Salafiyah (IKLAS) Kajen, Pati, menggelar Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Budaya Keilmuan di Pesantren”, Jumat (4/7/2025). Acara ini juga dirangkaikan dengan telaah dan bedah kitab Nihayatul Bidayah fil Akhlaqil Mardliyyah karya KH. M. Muhibbi Hamzawi, salah satu ulama penting di madrasah tersebut.

Acara yang digelar sejak pukul 07.30 WIB di halaman MA Salafiyah Kajen ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan akademisi dan tokoh pesantren. Di antaranya, Dr. H. Syafi’i, MA; Dr. M. Hasan Chabibie; Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA; Prof. Dr. Islah Gusmian, M.Ag; serta Dr. KH. M. Shofi Sugito, MA. Sementara itu, Dr. Mahrus El Mawa hadir sebagai keynote speaker, mewakili Menteri Agama Republik Indonesia.

Ketua pelaksana, Jamilun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Madrasah Salafiyah memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan telah melahirkan banyak karya keislaman dari para masyayikh yang pernah mengajar di madrasah ini.

“Kitab Nihayatul Bidayah fil Akhlaqil Mardliyyah adalah salah satu warisan intelektual penting yang ditulis oleh KH. M. Muhibbi Hamzawi. Bedah kitab ini adalah bagian dari upaya kami untuk mentradisikan kembali nilai-nilai luhur yang telah digagas para kiai terdahulu, agar tetap menjadi ciri khas pendidikan berbasis pesantren,” ujar Jamilun.

Ketua Yayasan Salafiyah Kajen Pati, KH. Ubaidillah Wahab, menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya acara yang digagas oleh Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah ini.

“Kitab ini sangat relevan untuk dikaji bersama. Di dalamnya dijelaskan secara sistematis tentang akhlak seorang hamba kepada Allah taala, akhlak guru kepada murid, akhlak murid kepada guru, akhlak anak kepada orang tua, serta etika pergaulan di masyarakat,” jelas KH. Ubaidillah.

Melalui seminar ini, panitia berharap akan tumbuh kesadaran kolektif untuk memperkuat pendidikan karakter yang berbasis pada nilai-nilai tradisi dan budaya keilmuan pesantren, sekaligus memperkuat posisi pesantren dalam membentuk generasi berakhlak mulia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    K. Sholikhin (Ketua MWC NU Gembong) membuka Konferensi PAC Fatayat NU Gembong GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong menyelenggarakan konferensi pada Minggu (31/10). Kegiatan ini dilangsungkan di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong.  Pembukaan Konferensi dimulai pada pukul 09.00 WIB. Dalam agenda tersebut, hadir Ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah. Dalam sambutannya, Asmonah memberikan wejangan kepada […]

  • the sun is setting over a mountain range

    Jiwa Sheril Part II

    • calendar_month Ming, 17 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada POV Sheril Syahdu, nama yang indah. Pertama kali aku masuk sekolah yang ku cari adalah sosoknya. Cowo tengil bermata sipit, rambut pirang kulit putih, sudah seperti chinese. Tapi orang tuanya asli jawa. Anak paling pintar di Sekolah Dasar seberang sekolah dasarku dulu. Hanya sering mendengar namanya, dan belum pernah bertemu secara […]

  • Semarak Hari Santri, MA Manahijul Huda Ngagel Adakan Lomba Baca Kitab Kuning

    Semarak Hari Santri, MA Manahijul Huda Ngagel Adakan Lomba Baca Kitab Kuning

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.515
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, MA Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, menggelar berbagai lomba, salah satunya Lomba Baca Kitab Kuning yang berlangsung pada Rabu (22/10/2025). Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Ah. Nasyith, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud karakteristik madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan ilmu agama dan melestarikan tradisi intelektual para […]

  • PTM Madrasah Tertunda Lagi

    PTM Madrasah Tertunda Lagi

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

      Ilustrasi PTM di madrasah (sumber : NU Online) PATI – Keinginan Madrasah di Kabupaten Pati untuk kembali melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tampaknya harus ditunda terlebih dahulu. Pasalnya Bupati Pati Haryanto mengaku belum memberikan izin kepada madrasah yang ada di wilayahnya untuk menggelar uji coba atau simulasi (PTM).  Menanggapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang […]

  • Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Puncak haul Syaikh Ahmad Mutamakin Kajen berlangsung malam ini, Kamis (27/7). Sedikitnya tiga ribu tamu undangan memadati area makam. Sementara, enam ribu undangan lainnya ditempatkan di Masjid Kajen. Sedangkan untuk jama’ah umum, diperkenankan untuk menduduki pos-pos yang telah ditentukan panitia. Strategi ini dilakukan untuk memecah titik kerumunan. Sebab, diperkirakan, pada malam ini ada […]

  • PCNU - PATI kaligrafi-kubah-masjid

    Kaligrafi di dalam Masjid

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Sekarang banyak sekali berbagai macam kaligrafi tulisan arab dengan bentuk seperti pohon, masjid dll. Pertanyaan : Apakah boleh menulis huruf Al-Qur’an dengan khot yang berbagai macam bentuk? Jawaban : Boleh jika : 1. Tidak berbentuk makhluk yang bernyawa 2. Tidah ada unsur ihanah (merendahkan) 3. Menggunakan rosm / khot ustmani menurut mayoritas ulama’     Referensi : […]

expand_less