Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rembuk Merah Putih, FKPT Jawa Tengah Ajak Suarakan Anti Radikalisme dan Terorisme Melalui Narasi Damai

Rembuk Merah Putih, FKPT Jawa Tengah Ajak Suarakan Anti Radikalisme dan Terorisme Melalui Narasi Damai

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
  • visibility 561
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id SEMARANG – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Rembuk Merah Putih di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini mengangkat tema mewujudkan pemuda cerdas, kritis dan cinta tanah air.

Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengatakan Rembuk Merah Putih merupakan program mandatori Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) melalui FKPT khusus Bidang Media, Hukum, dan Humas dan Bidang Perempuan dan Anak. Pihaknya mengundang peserta dari unsur mahasiswa kritis, organisasi masyarakat, perempuan dan anak serta kalangan media massa.

“Harapannya agar mereka bisa menyuarakan pendidikan untuk mencegah terorisme dan radikalisme,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Ibda, sejak 2020 hingga 2024 gejala-gejala radikalisme masih berjalan di masyarakat seperti beberapa demonstrasi anarkis yang sudah berlalu kemarin.

“Ini menjadi salah satu tugas kita bersama dalam rangka menciptakan narasi damai dan kontra radikalisasi serta deradikalisasi khususnya melalui fasilitasi oleh negara maupun yang lewat mandatori maupun yang sudah dilakukan,” imbuhnya.

Sementara Deputi Bidang Pencegahan, perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen TNI Sudaryanto mengatakan radikalisme dan terorisme adalah ancaman nyata yang terus merongrong bangsa. Tidak hanya mengancam keamanan namun juga merusak sendi sendi kebhinekaan yang menjadi fondasi NKRI.

“Kita harus terus memperkuat nilai nilai toleransi cinta kasih dan persaudaraan untuk melawan segala bentuk pemikiran yang mengarah pada kekerasan ,”ujarnya

Melalui Rembuk Merah Putih, imbuh Sudaryanto, BNPT berkomitmen membangun karakter generasi muda yang penuh kasih sayang toleransi dan cinta perdamaian. “Hal ini bukan sekadar slogan tetapi gerakan nyata untuk menanamkan nilai-nilai luhur cinta kepada Tuhan, sesama manusia dan diri sendiri,” tandasnya.

Kegiatan yang berlangsung setengah hari itu menghadirkan narasumber sebagai keynote speaker Anggota Komisi XIII DPR RI, dr. Raja Faisal Manganju Sitorus. Usai itu dilanjut diskusi panel bersama Direktur Pencegahan BNPT RI Prof. Dr. Irfan Idris, M.A., penulis skenario nasional Swastika Nohara S.Psi, M.A., Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Jateng Ermy Sri Ardhyanti, S.Sos., yang dimoderatori Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI Kolonel (Sus) Dr. Harianto, S.Pd., M.Pd.

Rembuk Merah Putih ditutup dengan lomba penulisan feature tentang antiradikalisme dan terorisme yang diikuti peserta.(*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - LAZISNU Pati Luncurkan Program Beasiswa

    LAZISNU Pati Luncurkan Program Beasiswa

    • calendar_month Ming, 14 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Pati- Program beasiswa kembali diluncurkan oleh PC Lazisnu Pati untuk membantu anak bangsa untuk meraih pendidikan pada jenjang perguruan tinggi yang ada di salah satu kampus di Pati. Teguh santoso, selaku sekretaris PC Lazisnu Pati yang diberi tanggung jawab atas program ini mengatakan bahwa program ini merupakan kali kedua setelah peluncuran program beasiswa yang pertama.“Kami […]

  • PCNU-PATI

    Bumi

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Seli merupakan sahabat sekaligus teman semeja Raib. Suatu hari, seli bertabrakan dengan Ali si Biang kerok, mereka bertengkar dan Raib dapat membereskan pertengkaran kecil itu. Saat pelajaran miss keriting alias miss selena, Raib dan Ali di hukum. Mereka tidak boleh mengikuti pelajaran matematika kala itu karena mereka tidak mengumpulkan tugas. Raib menutup wajahnya dan mengintip […]

  • PCNU - PATI

    Ketua PAC IPPNU Gembong: Peremajaan Usia Bukan Solusi yang Tepat

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    GEMBONG – Ketua PAC IPPNU Gembong, Sri Hayati menilai wacana kebijakan peremajaan usia dalam tubuh IPNU IPPNU tidak tepat. Menurutnya, jika wacana tersebut direalisasikan rasanya kurang pas. Hal ini melihat kondisi lingkungan di Gembong khususnya, masyarakatnya mayoritas belum mengenal apa itu IPNU IPPNU. “Akhir-akhir ini di Gembong banyak yang baru ingin tau apa IPNU IPPNU […]

  • PCNU-PATI

    PC Fatayat NU Pati; Launching LAPPA

    • calendar_month Rab, 17 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pimpinan Cabang Fatayat NU Pati, bertepatan dengan pertemuan rutin triwulan pengurus PC Fatayat NU dan PAC Fatayat NU Se kabupaten Pati pada Ahad (14/01) kemarin. Launching Layanan Aduan dan Pemberdayaan Perempuan (LAPPA) di bawah bidang Hukum Politik dan Advokasi dilaksanakan di Ponpes Al-Karnadiyah Gus AKA, Tlogowungu. Acara ini dihadiri oleh anggota PC Fatayat NU […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Please Forgive me. Photo by Brett Jordan on Unsplash.

    Maaf dan Terima Kasih

    • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Hidup tak luput dari perselisihan. Bagaimanapun jalannya disana pasti akan berjumpa dengan perselisihan. Salah paham, lebih mengedepankan ego dan sengaja melukai merupakan bibit awal timbulnya perselisihan. Dari perselisihan kita bisa belajar dewasa, sekaligus bijaksana, dalam berbicara dan bertindak. Beberapa waktu lalu saya tengah menghadapi perselisihan dengan seorang kawan. Salah paham dan mengedepankan ego lah penyebabnya. […]

  • Belajar Menjadi Bijaksana

    Belajar Menjadi Bijaksana

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

                Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.             M. […]

expand_less