LP Ma’arif NU Jateng Gembleng 200 Kepala Madrasah: Dorong Kepemimpinan Melayani, Inovasi Global, dan Penguatan Mutu Pendidikan
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 12 Okt 2026
- visibility 20.242
- comment 0 komentar

LP Ma’arif NU Jateng Gembleng 200 Kepala Madrasah: Dorong Kepemimpinan Melayani, Inovasi Global, dan Penguatan Mutu Pendidikan
SEMARANG — Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang resmi membuka Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah pada Senin (12/10/26). Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di Auditorium BDK Semarang ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubanul Wathon, dan Mars Ma’arif, dilanjutkan pembacaan doa serta tahlil bersama yang dipimpin oleh KH Ghufron Hamzah.
Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari (12–16/10/26), ini diikuti oleh 200 peserta. Mayoritas peserta merupakan kepala madrasah dari lingkungan Ma’arif NU Jawa Tengah, serta 5 peserta lintas daerah yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Pembukaan diklat ini dihadiri oleh jajaran tokoh dan pimpinan lembaga, di antaranya Kepala BDK Semarang H. Suyatno, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Zaki Fuad, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH Ghufron Hamzah, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani, Kepala Subbagian Tata Usaha BDK Semarang Siti Nur Maunah, Sekretaris LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah M. Ahsanul Husna, Ketua Tim Kerja Tenaga Kependidikan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng Muhammad Asyiq, serta sejumlah Widyaiswara.
Dalam sambutannya, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jateng, Fakhrudin Karmani, menyampaikan harapannya agar diklat ini memberikan kemanfaatan nyata dalam pengelolaan madrasah yang profesional, unggul, dan berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Ia mencatat bahwa selama tahun 2025–2026, sebanyak 680 kepala madrasah se-Jawa Tengah telah difasilitasi oleh LP Ma’arif NU Jateng untuk mengikuti diklat di BDK Semarang. Selain itu, LP Ma’arif NU Jateng juga menyiapkan berbagai program penguatan mutu berwawasan global, seperti pembelajaran bahasa Mandarin, seleksi studi beasiswa ke China, program magang ke Jepang, serta rencana fasilitasi Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik.
Di sisi lain, Kepala BDK Semarang, Suyatno, menegaskan pergeseran penting dalam paradigma kepemimpinan pendidikan.
“Kepala madrasah bukan penguasa, melainkan pelayan,” tegas Suyatno. Menurutnya, jabatan pimpinan adalah amanah untuk melayani kebutuhan guru, siswa, dan tenaga kependidikan yang berlandaskan pada keseimbangan kompetensi profesional serta kekuatan spiritual.
Pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan ini turut digarisbawahi oleh Muhammad Asyiq, yang mewakili Kanwil Kemenag Jateng. Mengingat Jawa Tengah memiliki ekosistem pendidikan yang besar dengan sekitar 11.900 madrasah, kepala madrasah dituntut menjadi manajer adaptif dalam membangun budaya kerja yang kondusif agar madrasah tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Sementara itu, KH Ahmad Zaki Fuad mengingatkan agar para pimpinan madrasah terus berinovasi dan terbuka terhadap teknologi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa modernisasi pembelajaran harus tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Melalui diklat ini, sinergi antara BDK Semarang dan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah diharapkan mampu menghasilkan aksi nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran, tata kelola lembaga, dan daya saing madrasah di tingkat nasional maupun internasional.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar