Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berdakwah Dengan Penuh Kelembutan

Berdakwah Dengan Penuh Kelembutan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
  • visibility 562
  • comment 0 komentar

Pati. Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama beserta Banom-banomnya dan Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Se-Kab Pati mengadakan acara Halal Bi Halal dan Festival Hadrah di Komplek Pendopo Kabupaten Pati, 30/7 kemarin. 
KH M Aniq Muhammadun menyampaikan tausiyahnya pada acara tersebut, mengajak kepada umat Islam untuk meniru dakwah Nabi Muhammad SAW yang penuh kelembutan dan kasih sayang. Hal ini sesuai firman Allah SWT “Fabima rahmatin minallahi linta lahum, walau kunta fadldlan ghalidhal qalbi lanfadldluu min haulika, fa’fu anhum wastaghfirlahum wasyaawirhum fil amr, faidza ‘azamta fatawakkal alalllahi, innallaha yubibbul mutawakkiliin” (Qs Ali Imran 159), sebab kasih sayang Allah, kamu (Muhammad) mampu bersikap lemah lembut kepada kaum (masyarakat arab), jika kamu kasar dan keras hati maka mereka akan lari dari sekelilingmu, maka ampuni kesalahan mereka, mohonkan ampunan dosa-dosa mereka, dan ajak mereka bermusyawarah, maka jika kamu punya membulatkan tekad, maka berserah dirilah kepada Allah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berserah diri.
            Aniq melanjutkan supaya bisa berdakwah dengan penuh kelembutan, ada beberapa cara; Pertama, pahami Islam secara kontekstual. Dalam hal ini harus dibedakan konteks Arab dan Indonesia, khususnya Jawa. Sabda Nabi ittaqun naara walau bisyiqqi tamratin, jauhi neraka walau dengan sepotong kurma. Di Arab, sepotong kurma sudah berharga, tapi di Indonesia harus diartikan berkat (nasi dan ikan).
Kedua, jangan mudah menuduh orang lain dengan stigma negatif, seperti bid’ah, kafir, dan sesat. Dalam konteks bid’ah, hadis kullu bid’atin dlalalah, semua bid’ah adalah sesat, ditakhsis cakupan umumnya dengan hadis man sanna fil Islam sunnatan hasanatan falahu ajruha waajruman amila biha ba’dahu min ghairi anyanqusha min ujuurihim syaian, waman sanna fil Islami sunnatan sayyiatan, falahu wizruha wa wizru man amila biha ba’dahu min ghairi an yanqusha min auzaarihim syaian (HR Muslim). (barang siapa membuat tradisi baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahala dan pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya tanpa mengurangi pahala mereka, dan barang siapa membuat tradisi jelek dalam Islam, maka baginya dosa dan dosa orang yamg mengamalkannya sesudahnya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka).
Jadi, hadis kullu bid’atin dlalalah ditakhsis menjdi kullu bid’atin sayyiatin dlalalah, semua bid’ah yang jelek itu sesat. Jika bid’ahnya baik, maka tidak sesat, justru pahalanya berlipat-lipat.
Ketiga, melestarikan budaya leluhur yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Dalam Islam hal ini terjadi. Misalnya sa’i dari shawa menuju marwa yang sudah dilakukan pra Islam kemudian al-Quran melestarikannya (ada dalam al Quran, fala junaha alaihi an yaththawwafa bihima). Tradisi yg bertentangan dgn syariat Islam, seperti zina, minum-minuman keras, tentu harus dihilangkan secara bertahap.
Tradisi Halal Bi Halal merupakan tradisi baik leluhur yang harus dilestarikan, bahkan inisiator utamanya adalah Rais Am Syuriyah PBNU KH Abdul Wahab Hazbullah.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Majelis Masyayikh Kritik Paradoks Pendanaan Pendidikan: Sekolah Dibiayai, Pesantren Hanya Dibantu

    Majelis Masyayikh Kritik Paradoks Pendanaan Pendidikan: Sekolah Dibiayai, Pesantren Hanya Dibantu

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.701
    • 0Komentar

    Jakarta – Majelis Masyayikh menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk membiayai pendidikan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Pandangan tersebut disampaikan dalam keterangan sebagai Pihak Terkait pada persidangan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Perkara Nomor 75/PUU-XXIV/2026 tanggal 3 Juni 2026 […]

  • SUARA DAMAI NUSANTARA (SUDARA) BNPT LIBATKAN PELAJAR DALAM PENCEGAHAN TERORISME MELALUI DKI JAKARTA

    SUARA DAMAI NUSANTARA (SUDARA) BNPT LIBATKAN PELAJAR DALAM PENCEGAHAN TERORISME MELALUI DKI JAKARTA

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

      Jakarta, 27 Agustus 2025 – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Suara Damai Nusantara (SUDARA) pada Rabu, 27 Agustus 2025 di Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta. Acara ini diikuti 100 orang peserta yang berasal dari 15 sekolah SMP, SMA sederajat, serta mahasiswa/i […]

  • RMINU Pati  Lepas Santri Lirboyo Balik ke Pesantren

    RMINU Pati Lepas Santri Lirboyo Balik ke Pesantren

    • calendar_month Sen, 24 Mei 2021
    • account_circle admin
    • visibility 606
    • 0Komentar

    Pati. Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) bekerjasama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Pati mengawal pemberangkatan santri Lirboyo asal Kabupaten Pati  kembali ke pesantren. Keberangkatan santri Lirboyo dipimpin Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) K Muhammad Yusuf Hasyim.   Ketua PC RMINU Pati Kiai Liwa’udin menjelaskan, pengawalan pemberangkatan santri Lirboyo ini merupakan program tahunan […]

  • Ahwa, K. Ahmad Syarwo Pimpin NU Tayu hingga 2024

    Ahwa, K. Ahmad Syarwo Pimpin NU Tayu hingga 2024

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    TAYU-Agenda Konferensi pengurus NU merupakan kegiatan wajib yang dijalankan lima tahun sekali oleh pengurus NU di betbagai tingkatan. Kali ini, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tayu Menggelar konferensinya untuk memilih pimpinan baru. Para pengurus baru MWC NU Tayu berpose bersama pengurus PCNU Pati usai konferensi.  “Tertib mrlakukan reotganisasi adalah bukti bahwa organisasi masih […]

  • FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.842
    • 0Komentar

      Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah turut berperan aktif dalam pembahasan penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak dalam Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme melalui Bendahara FKPT Jateng Siti Maemunah dan Sekretaris FKPT Jateng Rahmad Winarto. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026), mulai pukul 10.00 […]

  • PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU ) Dukuhseti gelar acara buka bersama dan Musyawarah Pra Konferensi Anak Cabang (Konferancab) pada Sabtu (8/4/2023). Kegiatan ini berlangsung di Gedung MWC NU Dukuhseti. Hadir dalam kesempatan itu, Pembina IPNU dan Ketua PC IPNU Kabupaten Pati. Ketua PAC […]

expand_less