INISNU Temanggung Gandeng Department of Education Benguet Filipina Gelar Seminar Internasional tentang Ketidakpastian Global dan Teologi Publik
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 20.791
- comment 0 komentar

INISNU Temanggung Gandeng Department of Education Benguet Filipina Gelar Seminar Internasional tentang Ketidakpastian Global dan Teologi Publik
TEMANGGUNG – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung bersama sejumlah perguruan tinggi mitra berkolaborasi dengan Department of Education Benguet, Filipina, dalam penyelenggaraan seminar internasional bertajuk “Global Uncertainty and Public Theology in the Philippines and Indonesia”, Rabu (28/10/2026) secara hybrid.
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di aula lantai 3 INISNU Temanggung dan didukung partisipasi melalui Zoom Meeting ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif Indonesia dan Filipina dalam membahas ketidakpastian global, kemanusiaan, solidaritas lintas bangsa, serta relevansi teologi publik dalam kehidupan masyarakat kontemporer.
Seminar internasional tersebut mengangkat tema besar “Faith, Humanity, and Global Solidarity: Reimagining Public Theology in Indonesia and the Philippines”. Tema ini menempatkan agama tidak hanya sebagai urusan keyakinan personal, tetapi juga sebagai sumber nilai etis untuk merespons persoalan publik, membangun kemanusiaan, dan memperkuat solidaritas di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks.
Dari Indonesia, kegiatan ini melibatkan akademisi dan praktisi pendidikan dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya INISNU Temanggung, STAI Al-Kamal Rembang, STAI Al-Anwar Sarang, AKPER Al-Kautsar Temanggung, STAIKAP Pekalongan, STAINU Purworejo, UNUSIDA Sidoarjo, STIT Tunas Bangsa Banjarnegara, STIKes KBN Magelang, Akademi Kesehatan (Akkes) dr. Soedjono Magelang, serta IA An Nawawi Purworejo. Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut memperluas ruang pertukaran gagasan dan memperkuat jejaring akademik internasional.
Sementara itu, dari Filipina, seminar menghadirkan Lorna M. Yaco, Ph.D., Education Program Specialist/Principal, Social Mobilization and Networking Section, Department of Education Benguet, serta Carmel F. Meris, Ph.D., Schools Division Superintendent, Department of Education Benguet. Kehadiran kedua narasumber memberikan perspektif mengenai peran pendidikan dan institusi publik dalam merespons tantangan sosial serta memperkuat nilai kemanusiaan.
Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan pidato pembukaan (opening speech). Adapun moderator seminar adalah Mohammad Farhan Zeb Khan, M.Pd., peneliti dari India, dan penerima beasiswa KNB dari Kemdiktisaintek.
Ketidakpastian global menjadi tantangan bersama yang membutuhkan respons lintas disiplin, institusi, dan negara. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, persoalan kemanusiaan, serta dinamika hubungan antarbangsa menuntut masyarakat untuk membangun cara pandang yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Dalam konteks tersebut, teologi publik menjadi salah satu perspektif penting untuk mendiskusikan hubungan antara keyakinan, etika, kehidupan sosial, dan tanggung jawab warga negara. Agama memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membangun keadilan, menghormati martabat manusia, merawat keberagaman, dan mendorong penyelesaian persoalan bersama secara damai.
Seminar ini juga membuka kesempatan bagi para akademisi untuk mendiskusikan bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata di ruang publik. Tantangannya bukan sekadar bagaimana agama dipahami sebagai seperangkat ajaran, melainkan bagaimana nilai-nilai tersebut hadir dalam kebijakan, pendidikan, relasi sosial, dan praktik kehidupan sehari-hari.
Perspektif Indonesia dan Filipina menjadi penting karena kedua negara memiliki pengalaman sosial dan keagamaan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bersama. Pertukaran gagasan antarnegara memungkinkan para peserta melihat persoalan global dari sudut pandang yang berbeda, sekaligus menemukan titik temu dalam memperjuangkan kemanusiaan dan solidaritas.
Dikatakan Rektor INISNU Dr Hamidulloh Ibda, bagi INISNU Temanggung, penyelenggaraan seminar internasional bersama perguruan tinggi mitra dan Department of Education Benguet merupakan bagian dari upaya memperluas ruang kolaborasi akademik. Kerja sama semacam ini dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, publikasi ilmiah, serta penguatan jejaring dosen dan mahasiswa lintas negara.
Kolaborasi internasional juga penting untuk mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menjadi pusat pembelajaran di tingkat lokal, tetapi mampu terlibat dalam percakapan akademik global. Pengalaman dan pengetahuan lokal dapat dipertemukan dengan perspektif internasional untuk menghasilkan pemahaman yang lebih utuh terhadap persoalan masyarakat.
Melalui forum ini, peserta diharapkan memperoleh perspektif baru mengenai hubungan agama, kemanusiaan, pendidikan, dan kehidupan publik. Lebih dari sekadar pertemuan ilmiah, seminar internasional tersebut menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perbedaan latar belakang negara, budaya, dan tradisi keagamaan tidak harus menjadi penghalang kerja sama.
Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi sumber pembelajaran bersama untuk membangun solidaritas global. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab strategis untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan, menumbuhkan sikap kritis, serta mendorong kehidupan masyarakat yang lebih adil, damai, dan manusiawi. (*)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar