Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PWNU Jateng Desak Pemerintah Tinjau Kembali Kebijakan Full Day School

PWNU Jateng Desak Pemerintah Tinjau Kembali Kebijakan Full Day School

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
  • visibility 450
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id-SEMARANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mendesak kepada otoritas pendidikan agar meninjau kembali kebijakan full day school  yang dalam beberapa tahun lalu diterapkan di satuan-satuan pendidikan (satpen) tingkat dasar dan menengah (Dasmen).

Desakan itu mengemuka dalam rapat pleno pertama PWNU Jateng tahun 2025 yang berlangsung di aula Gedung NU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang, Sabtu (22/3/2025). Peserta  rapat pleno yang terdiri dari  unsur mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, a’wan , ketua-ketua badan otonom dan lembaga tingkat wilayah  Jateng itu  menyampaikan berbagai alasan agar kebijakan  full day school itu dihentikan.

Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin yang memimpin rapat pleno bersama rais PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan  full day school atau sekolah sepanjang hari yang berlangsung selama lima hari dalam seminggu dengan durasi 8 jam tiap hari (pagi-sore) itu telah memunculkan sisi-sisi negatif bagi peserta didik khususnya.

“Terutama peserta didik di satuan pendidikan yang tidak mampu menyediakan fasilitas ibadah sholat, luas tempat ibadah sholat tidak luas, sementara peserta didiknya sangat banyak, sehingga ibadah sholat dzuhur harus antri hingga beberapa gelombang,” kata Gus Rozin usai sidang pleno pertama  PWNU Jateng.

Menurutnya, ini berpotensi menjadikan peserta didik jenuh menunggu giliran sholat dzuhur  berjamaah, karena antreannya lama, sehingga lama-lama mereka tidak menjalankan sholat dzuhur, karena durasi waktu masa tunggunya habis namun  belum sempat menjalankan sholat.

Kasus semacam ini, lanjutnya, terjadi di banyak tempat, terutama di sekolah-sekolah di luar pesantren sebagaimana diinformasikan peserta pleno, karena itu kebijakan full day school perlu ditinjau kembali.

Dia menambahkan, sebagai gantinya, dikembalikan pada kebijakan sebelumnya yakni enam hari sekolah dalam seminggu, waktu sekolah tidak sampai sore.

Dengan kembali ke sistim lama itu,  peserta  didik memiliki waktu yang cukup untuk sholat dzuhur.

Selain itu, ujarnya , madrasah-madrasah diniyah   yang diselenggarakan pada siang hingga sore kembali bisa semakin berkembang. Karena peserta didik bisa pulang lebih awal atau  tidak sampai sore, maka   memiliki kesempatan untuk mengikuti pembelajaran agama di madrasah diniyah  pada siang hingga sore harinya sebagaimana sebelumnya ketika full day school  belum diterapkan.

Selain mendesak agar full day school digantikan dengan sistem sebelumnya,  PWNU Jateng juga meminta kepada pemerintah agar dalam  melaksanakan  kebijakan efisiensi anggaran pada sektor pendidikan terutama pada besaran Biaya Operasional Pendidikan (BOP) pada satuan pendidikan dibawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasnen) dan  yang berada dibawah Kementerian Agama (Kemenag) tidak dibeda-bedakan.

Dikatakan , saat ini yang terjadi  ada selisih besaran BOP antara satuan pendidikan dibawah Kemendikdasmen dengan  Kemenag, selisih besarannya antara Rp 400 ribu sampai Rp 450 ribu per peserta didik.

Pembedaan ini harus diakhiri alias disamakan, tidak boleh ada diskriminasi, karena semuanya sama-sama anak bangsa, orang tua peserta didik pada satuan pendidikan dibawah Kemenag  atau madrasah-madrasah juga pembayar pajak sebagaimana warga yang lain.

“Kami sangat berharap dalam menindaklanjuti  kebijakan  efisiensi tidak ada perbedaan besaran  BOP antara peserta didik dibawah Kemendikdasmen dengan Kemenag,” ujarnya

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relisensi LSP P2 Ma'arif PWNU Jawa Tengah

    Relisensi LSP P2 Ma’arif PWNU Jawa Tengah

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.084
    • 0Komentar

      Relisensi LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah merupakan proses penilaian ulang yang dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memastikan bahwa LSP tetap memenuhi standar mutu, tata kelola, dan kompetensi dalam pelaksanaan sertifikasi. Melalui relisensi ini, LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan sertifikasi, meningkatkan profesionalisme asesor, serta […]

  • Memandang Indonesia Saat Ini

    Memandang Indonesia Saat Ini

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Pati. Para Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah guna mempertajam wawasan dan pola pikir agar lebih maju dan berkembang. Maka pada kesempatan kali ini menghadirkan Dr. M. Imdadun Rahmat Ketua LAKSPEDAM NU pusat untuk mendiskusikan isu-isu terkini yang berada di Indonesia,kemarin. Moderatisme adalah masa depan politik Islam Indonesia. Moderatisme dalam politik meniscayakan power sharing (pembagian kekuasaan, […]

  • RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 816
    • 0Komentar

    MARGOYOSA-RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) NU kabupaten Pati, hari ini, Sabtu (10/8) mengadakan Silaturrahmi Pengasuh Pesantren untuk mendiskusikan program-program pemerintah yang berkaitan dengan pesantren. Suasana silaturrahim pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Pati di Ponpes Raudla at Thohiriyah, Kajen Acara yang berlangsung di Pesantren Raudlah At-Thohiriyah tersebut dihadiri sedikitnya 140 pengasuh pesantren se-kabupaten Pati. Turut hadir ketua Forum […]

  • Launching Infak via QRIS, Penggalangan Infak Masjid Al-Ittihad INISNU Terkumpul Rp10.840.000

    Launching Infak via QRIS, Penggalangan Infak Masjid Al-Ittihad INISNU Terkumpul Rp10.840.000

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.384
    • 0Komentar

      Temanggung – Penggalangan infak Masjid Al-Ittihad Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui sistem pembayaran digital QRIS berhasil menghimpun dana sebesar Rp10.840.000. Pengumpulan infak digital tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Nyadran Kampus Hijau yang digelar pada Jumat pagi (30/1/2026), sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi atau 1 Abad […]

  • Peringati Maulid Nabi, PR IPNU Blingjati Gelar Safari Maulid

    Peringati Maulid Nabi, PR IPNU Blingjati Gelar Safari Maulid

    • calendar_month Jum, 15 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

      WINONG – Pimpinan Ranting IPNU Blingjati menyelenggarakan acara Safari Maulid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.  Acara digelar selama selama 11 hari mulai dari tanggal 7 – 18 Oktober yang bertepatan dengan 1-12 Rabi’ul Awwal 1443 H.  Lokasi acara berpindah – pindah, menggunakan sistem ganjil – genap. Pada malam ganjil lokasi acara di […]

  • Rutin Santuni 10 Ribu Yatim, Sukun Gandeng NU dan Muhammadiyah

    Rutin Santuni 10 Ribu Yatim, Sukun Gandeng NU dan Muhammadiyah

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 586
    • 0Komentar

    PATI – Perusahaan Rokok (PR) Sukun kembali menggelar kegiatan santunan 10 ribu anak yatim pada Ramadhan tahun ini. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan asal Kudus tersebut. Agenda tersebut dilaksanakan di 10 kota di Jawa Tengah, salah satunya Pati. “Tahun ini merupakan tahun ke lima bagi kami dalam menjalankan program ini,” ungkap Koordinator Bidang […]

expand_less