Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pertama Kali di Indonesia, Mahasiswa Keperawatan Dibekali Nursing Journalism

Pertama Kali di Indonesia, Mahasiswa Keperawatan Dibekali Nursing Journalism

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
  • visibility 572
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Temanggung – Sebanyak 111 mahasiswa-mahasiswi Akademi Keperawatan (AKPER) Alkautsar Temanggung diberikan pelatihan jurnalisme keperawatan dalam agenda Kuliah Pakar Nursing Journalism dengan narasumber dosen AKPER Alkautsar Ratna Kurniawati, S.Kep., Ns., M.Kep, dan dosen Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, yang dimulai pukul 08.07 WIB, Jumat (14/2/2025).

Pengurus YAPTINU Temanggung, Miftakhul Hadi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, tema ini sangat up to date, dan kekinian. “Ini adalah kebutuhan masyarakat dan kebutuhan kita hari ini, bahwa kalau kita mau survive harus menguasai literasi,” tegasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa literasi sangat penting bagi kemajuan bangsa utamanya umat Islam itu sendiri. Oleh karena itu, kalau kita atau sebagian umat Islam tertinggal dalam literasi, sebenarnya kita tidak komitmen terhadap ajaran kita sendiri. Kita harus mengejar ketertinggalan literasi kita hari ini, yang tentu sangat berbeda saat saya kuliah, saat saya muda misalnya, karena perkembangan teknologi sangat cepat dan luar biasa,” kata Miftakhul Hadi saat membuka acara yang dilaksanakan di Aula KBIHU Babussalam NU, komplek INISNU Jalan Suwandi-Suwardi Km. 01 Madureso, Temanggung tersebut.

Mantan Ketua LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Temanggung itu juga menyoroti perkembangan informasi dalam dunia kesehatan yang sudah berkembangan kecerdasan buatan (AI) meski tidak benar dan tepat seratus persen. “Dulu, kalau kita buat makalah, papers kuliah, skripsi, kita itu masih menggunakan mesin ketik, namun sekarang sudah menggunakan laptop, ngetik pakai keyboard. Seperti itu suka dan dukanya mahasiswa zaman dulu. Kalau sekarang kan kalau buat makalah tentang Kesehatan, ini pakai AI langsung muncul semua jawabannya,” ujar dia.

Sementara itu, narasumber Hamidulloh Ibda dalam kesempatan itu, pihaknya mengatakan bahwa nursing journalism muncul sejak tahun 1900 dimulai dengan terbitnya The American Journal of Nursing (AJN). Nursing journalism berkembang menjadi cabang jurnalisme yang berfokus pada pemberitaan dan informasi terkait dunia keperawatan, perawatan kesehatan, serta isu-isu yang relevan dengan profesi perawat. “Peran nursing journalism, yaitu edukasi publik tentang dunia kesehatan/keperawatan, advokasi untuk tenaga keperawatan, meningkatkan pemahaman kesehatan masyarakat, meningkatkan transparansi dalam layanan kesehatan, dan branding lembaga kesehatan/keperawatan,” kata doktor lulusan UNY tersebut.

Sedangkan fungsi jurnalisme keperawatan, kata Ibda, yaitu menginformasikan dan edukasi masyarakat, meningkatkan kesadaran tentang isu kesehatan, memberikan suara untuk perawat dan profesional kesehatan, mempromosikan praktik keperawatan yang berbasis bukti, dan menjaga etika dan standar kesehatan.

“Saya sudah googling sejak seminggu lalu. Belum ditemukan mahasiswa keperawatan dilatih dan dibekali jurnalisme keperawatan. Jadi pelatihan ini bagi saya pertama kali di Indonesia,” tegas Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah tersebut.

Kuliah pakar tersebut menghadirkan Ibda untuk menguatkan kompetensi mahasiswa AKPER dalam bidang penulisan karya tulis jurnalistik keperawatan. Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan sejumlah materi utama, maliputi konsep, peran, dan fungsi nursing journalism,  potensi tema, topik, dan isu jurnalisme keperawatan, ragam karya tulis jurnalisme keperawatan,  rumus kliping dalam berita keperawatan, 10 ayat jurnalisme dan kode etik jurnalistik, keunikan jurnalisme keperawatan, konsep dan macam-macam berita jurnalisme keperawatan, anatomi berita jurnalisme keperawatan,  teknik penulisan berita jurnalisme keperawatan, praktik penulisan berita jurnalisme keperawatan, dan tindak lanjut.

Dalam kesempatan itu, dosen INISNU Temanggung tersebut mengajak mahasiswa AKPER untuk praktik penulisan berita keperawatan. “Setelah lulus, teman-teman akan menghadapi masalah yang riil dalam dunia keperawatan. Maka untuk menjaga profesionalisme, citra perawat harus dibranding menarik dan jangan sampai terjadi cover both side dalam berita media massa umum yang itu justru tidak dikawal oleh perawat itu sendiri,” tutur Ibda saat menyampaikan materi bertajuk ‘Merawat Tradisi Literat: Merawat Perawat, Merawat Jagat.’

Selain Direktur AKPER Alkautsar, hadir moderator Ahmad Fatih Musyarrof, M.Pd., dan mahasiswa sebagai peserta. Usai kegiatan kuliah pakar, mahasiswa dikawal untuk melaksanakan rillis kegiatan tentang praktik keperawatan, dan semua kegiatan AKPER Alkautsar yang perlu disebarluaskan di media massa. (*)

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puasa dari Godaan Hiburan

    Puasa dari Godaan Hiburan

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 619
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Bulan Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga saat yang tepat untuk membersihkan hati, pikiran, dan kebiasaan sehari-hari. Salah satu fenomena modern yang kini banyak menyita waktu dan perhatian adalah kecanduan game online. Para santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum, banyak yang terjerumus dalam dunia virtual hingga lupa […]

  • PCNU-PATI Photo by sogard

    Pohon Durian dan Kupu-Kupu

    • calendar_month Sen, 5 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Sore itu, sembari menunggu azan ashar, aku duduk di saung yang letaknya di kebun kantor tempatku bekerja. Di depan saung ada pohon durian. Pohon yang dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan, tidak ada pertumbuhan yang berarti. Aku tidak tahu bagaimana teorinya, mengapa pohon durian itu tidak […]

  • Kuatkan Mutu, INISNU Siap Laksanakan Pancadharma Internasional di Tiga Negara

    Kuatkan Mutu, INISNU Siap Laksanakan Pancadharma Internasional di Tiga Negara

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka memperkuat mutu dan internasionalisasi, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung terus berupaya melaksanakan berbagai program. Salah satunya di tahun ini adalah kegiatan Pancadharma Internasional pada tiga negara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal itu terungkap dalam sosialisasi oleh Panitia Pancadharma Internasional bersama travel pada Senin (28/4/2025) di aula lt.3 kampus […]

  • Perayaan Satu Abad NU di Alun-Alun Pati Dibanjiri Jama'ah

    Perayaan Satu Abad NU di Alun-Alun Pati Dibanjiri Jama’ah

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PATI-Gebyar perayaan Satu Abad Nahdlatul Ulama PCNU Pati banjir pengunjung. Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Pati Rabu (22/2) malam tersebut dipadati para pecinta Sholawat. Pasalnya, dalam agenda tersebut, dihadiri oleh Habib Ali Zainal Abidin dan KH. Zulfa Musthofa, Wakil Ketua PBNU. Bahkan, 3000 cup kopi yang dibagikan secara gratis oleh Lazisnu dan LPNU, habis […]

  • Ramadan itu Panen Pahala

    Ramadan itu Panen Pahala

    • calendar_month Sab, 22 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 634
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan hakikatnya kan bulan puasa, la kok disebut bulan panen? Ah sing pakem. Ya, panennya itu pahala. Begitu. Sebagai bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menantikan hadirnya bulan Ramadan yang istimewa ini. Di bulan Ramadan, Allah Swt membuka pintu rahmat-Nya yang selebar-lebarnya, memberikan kesempatan emas […]

  • Photo by Jubéo Hernandez

    Ketika Cinta Dipertanyakan

    • calendar_month Ming, 7 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Namaku Gami. Aku tinggal di desa paling utara Kabupaten Gresik. Kota sebelum ibukota jawa timur ini tak lebih besar dan tak kurang maju dari Surabaya. Dari lahir hingga kini sudah beranjak dewasa. Aku punya dua sahabat. Namanya Kristal dan Banu. Mereka juga lahir dan tinggal di sini. Kami bersahabat sejak kecil. […]

expand_less