Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » GLM Plus, Ketua Ma’arif Jateng Ajak Prioritaskan Pendidikan Inklusi

GLM Plus, Ketua Ma’arif Jateng Ajak Prioritaskan Pendidikan Inklusi

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 18 Des 2024
  • visibility 168
  • comment 0 komentar

Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani mengajak semua guru dan kepala sekolah/madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU untuk inklusif dan memprioritaskan pendidikan inklusi.

“Tidak semua orang tua bisa mengakses sekolah berupa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari sisi jarak, keuangan, dan waktu yang sudah diselenggarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Maka dari itu, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengembangkan pendidikan inklusif melalui sekolah dan madrasah inklusif yang sudah kita mulai tahun 2018,” katanya saat membuka Pendidikan dan Pelatihan GLM Plus Part 8 Gerakan Pendidikan Inklusif Ma’arif yang digelar Tim Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Selasa (17/12/2024).

Dijelaskannya, dari kesepuluh program unggulan pengurus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029, kita mengangkat program penguatan pendidikan inklusif melalui peningkatan tata kelola kelembagaan. “Banyak pejabat yang saya temui, masih menolak pendidikan inklusif. Apa itu pendidikan inklusif? Nah ini masih banyak. Maka saya berharap jangan sampai ada sekolah dan madrasah inklusif menolak anak berkebutuhan khusus,” beber dia.

Sementara itu, Koordinator Tim Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah melaporkan bahwa GLM Plus sudah berjalan part 8 dan akan berakhir minggu depan pada part 9. “Secara umum tidak ada kendala. Pada part 7 sudah menjadi plus pada program GLM karena menghadirkan numerasi, dan hari ini adalah inklusi,” kata dia.

Narasumber Tim GLM Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah As’adul Yusro, MH., dalam materinya “Standar Layanan Pendidikan Inklusi Madrasah-Sekolah Ma’arif NU” mengatakan bahwa Stadard Pelayanan Minimal Sekolah/Madrasah Ma’arif adalah aspek Aswaja (Aqidah, Fikroh, Amaliyah, Harokah) dan LISAN (lingkungan Inklusif, Sehat, Aman dan Nyaman).

Dijelaskannya, bahwa lingkungan inklusif adalah lingkungan yang terbuka, menerima perbedaan, dan menghargai keragaman. “Lingkungan inklusif dapat mencakup lingkungan fisik dan nonfisik di lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar satuan pendidikan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Pusat Supriyono, M.Pd.I, mengatakan bahwa pendidikan inklusif  adalah suatu sistem pendidikan yang mencakup  semua peserta didik, dan menyambut serta  mendukung mereka untuk belajar, siapa pun mereka  dan apa pun kemampuan atau persyaratan mereka. “ Ini berarti memastikan bahwa pengajaran dan  kurikulum, gedung sekolah, ruang kelas, area  bermain, transportasi, dan toilet sesuai untuk semua  anak di semua tingkatan. Pendidikan inklusif berarti  semua peserta didik belajar bersama di sekolah yang  sama,” kata dia dalam materi bertajuk “Manajamen Pengelolaan Pendidikan Inklusi Madrasah-Sekolah Ma’arif NU”.

Dijelaskannya, bahwa strategi implementasi pendidikan inklusif di Ma’arif NU ada dua, yaitu mainstreaming dan modelling. “Mainstreaming itu adalah standar pelayanan pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah yang harus memenuhi syarat di Sisdiknu, karakter Aswaja Annahdliyah, dan ekosistem  pendidikan Aswaja Annahdliyah inklusif (Sehat, Aman, Ramah  Disabilitas),” kata dia.

Sementara Piloting-Modelling, katanya, adalah ,menjadi keunggulan Sekolah/Madrasah (kabupaten/kota) dengan syarat manajemen, kurikulum dan pembelajaran, dan layanan kebutuhan khusus. Dijelaskan pula, bahwa model sekolah/madrasah berkeunggulan inklusif harus memenuhi aspek manajemen mengacu delapan standar nasional pendidikan yang inklusif, kurikulum dan pembelajarna mengacu IAP, PPI, Kurikulum Adaptif, dan pembelajaran inklusif, dan layanan kebutuhan khusus. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Berkhidmah di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan anugerah dan karunia yang tidak didapat semua umat Islam. Banyak orang yang selalu mempertimbangkan aspek untung rugi dalam hal materi saat akan berkiprah di organisasi kemasyarakatan. Banyak orang lebih memilih aktif di organisasi profit daripada nirlaba yang sepi dari aspek keuntungan. Hal itu diungkapkan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa […]

  • Kegiatan Ramadhan PAC Muslimat Dukuhseti Berakhir

    Kegiatan Ramadhan PAC Muslimat Dukuhseti Berakhir

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2019
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pati, Kegiatan Romadlon tahun 2019 ini, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengadakan kegiatan kajian kitab tafsir dan fiqih di desa Dumpil, Jumat (31/5/2019). “Alhamdulilah acara ini diikuti ibu-ibu muslimat dan Fatayat Dumpil,” kata Ketua PAC Muslimat NU Dukuhseti Faridatussaadah. Kegiatan itu bertempat di Masjid Dumpil. Acara […]

  • PCNU-PATI

    Dari Keyakinan Menjadi Pembelaan

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Oleh :  Niam At Majha Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran penting dalam pembentukan sejarah Indonesia. Termasuk pilar utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai saat ini. Sejarah NU adalah sejarah umat, sejak terbentuknya tahun 1926 NU telah menunjukkan kekuatan-kekuatannya dalam memadukan tradisi masyarakat dengan tradisi keagamaan. Karena tradisi Islam Indonesia adalah tradisi terhadap ulama, […]

  • KH. Samu’in Jadi Ketua MWC-NU Margoyoso

    KH. Samu’in Jadi Ketua MWC-NU Margoyoso

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Para pememandu Konferensi MWC-NU Kecamatan Margoyoso. Dalam hal ini hadir langsung ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (kedua dari kanan)  memimpin jalannya konferensi MARGOYOSO-Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati sukses menggelar Konferensi Pemilihan Pengurus Baru di Ma’had Aly Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen pada Ahad (16/08/2020) mulai pukul 07.30 […]

  • RAPIMWIL IPNU JATENG: Aturan Kongres Perlu Tinjauan Ulang

    RAPIMWIL IPNU JATENG: Aturan Kongres Perlu Tinjauan Ulang

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

      Pemalang – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dengan agenda persiapan menjelang Kongres IPNU yang bertempat di Gedung DPRD Kab. Pemalang (19/03). Forum ini dihadiri oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU Se-Jawa Tengah. Forum ini menghasilkan beberapa ide dan gagasan yang akan diusung oleh kader-kader […]

  • Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    PATI-Ajang Porsema (Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif) tingkat Provinsi telah berlalu. Sekarang saatnya para juara untuk mempersiapkan diri menghadapi Porsema tingkat nasional.  Ketua LP Ma’arif NU Kab. Pati Drs. H Adib Al Arif, M.Ag., didampingi Kepala Madrasah MA Manahijul Huda (batik putih) dan sekretaris LP Ma’arif Pati Drs. Ahmad Mustaghfiri (batik hitam) Dalam ajang […]

expand_less