Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Kiai Sahal Mahfudh; Sosok Organisitatoris dan Produktif dalam Berkarya

Kiai Sahal Mahfudh; Sosok Organisitatoris dan Produktif dalam Berkarya

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
  • visibility 385
  • comment 0 komentar

 

KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara  dari pasangan KH. Mahfudh Salam (w. 1944) dan Nyai Hj. Badi’ah (w.1945). Kiai Sahal lahir di Desa Kajen  Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah pada 17 Desember 1937. Sebuah desa yang melahirkan banyak ulama hebat dan masyhur dari Pantai Utara Kabupaten Pati.

Kiai Sahal sejak kecil memang terkenal gemar membaca baik bacaan kitab kuning maupun buku ilmiah. Dari kegemaran membaca inilah Kiai Sahal tumbuh menjadi seorang ulama dan kiai besar yang selama hidupnya dihabiskan untuk memberikan sumbangsih pemikiran kepada bangsa dan negara.

Kajen bagi Kiai Sahal adalah desa tempat di mana dia mempelajarai ilmu-ilmu yang menjadi dasar bagi segala ilmu pengetahuannya. Sebelum belajar ke berbagai pesantren di Indonesia, beliau terlebih dahulu kursus melalui Kiai Fauzan. Selain itu, dibawah bimbingan ayahnya Kiai Mahfudh Salam, Kiai Sahal belajar mengkaji (membaca) Alquran, hal yang sudah lazim sebagaimana anak-anak kecil dalam keluarga agamis.

Sedangkan dari ayahnya dia belajar bahasa arab secara aplikatif.  Kiai Sahal belajar agama tidak lama dengan ayahnya, karena ayahnya lebih dulu meninggal di penjara Belanda Ambarawa, ketika itu Kiai Sahal baru berumur tujuh tahun, setahun kemudian ibunya Nyai Badi’ah meninggal.

Semasa hidup, ayahnya dikenang  sebagai orang tua yang disiplin dan tegas terutama dalam mendidik anaknya. Bentuk ketegasan dari ayahnya kadang terasa sebagai sesuatu yang keras. Tetapi apapun bentuk kegalakannya, ayahnya selalu mengimbanginya dengan kompensasi yang dapat membesarkan hati.

Pola pembelajaran dalam bentuk kegalakan pada satu sisi dan kompensasi pada sisi yang lain, bagi anak-anaknya setelah dewasa dirasakan sebagai sebuah pola pembelajaran yang efektif semata-mata agar anak-anaknya disiplin dan rajin belajar. Pada saat yang lain kompensasi dari ayahnya mencerminkan pencurahan kasih sayang yang tulus dan perhatian yang mendalam. Sehingga memberikan sebuah pengertian bahwa kegalakan dari sang ayah bukan karena kebencian atau berniat menyakiti melainkan bentuk lain dari kasih sayang dan kecintaan orang tua demi kepentingan anak-anaknya di masa-masa yang akan datang.

Aktivitas Organisasi Sosial Keagamaan

Aktivitas Kiai Sahal dalam organisasi sosial keagamaan dimulai forum diskusi kecil ulama di Desa Kajen yang disebut Raudlah Musyawarah. Peranannya yang signifikan di forum Raudlah Musyawarah menarik para ulama setempat. Peranannya itu meningkat dengan amanat yang diberikan kepada Kiai Sahal sebagai Katib Syuriah NU cabang Pati (1967-1975) pada waktu yang bersamaan Kiai Sahal juga menjabat Ketua II Lembaga Pendidikan Ma’arif NU cabang Pati. Tahun 1977-78 ia menjadi ketua Asosiasi Pesantren atau Rabithah Ma’ahid al-islamiyyah (RMI) cabang Pati, kemudian pada tahun 1980-18-982 dia mulai berperan di tingkat wilayah dengan berperan sebagai Katib Syuriah NU wilayah Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah karir organisasinya terus menanjak, pada tahun 1982-1985 Kiai Sahal dipercaya sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah. Kemudian peranannya di lembaga syuriah tersebut mulai naik ke tingkat pusat dengan dipercaya sebagai salah satu Rais Syurian Penguruh Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak tahun 1984- 1999. Pada Muktamar Lirboyo peran Kiai Sahal di lembaga dikukuhkan sebagai Rais Aam PBNU (1999-2004). Amanat sebagai Rais Aam ternyata masih berlanjut setelah Kiai Sahal kembali dikukuhkan sebagai Rais Aam periode 2004-2009, dan dikukuhkan kembali pada Muktamar di Makasar untuk periode 2009-2014. Pada saat yang hampir bersamaan Kiai Sahal juga menjabat Ketua Umum MUI Pusat sejak 2000-2005, 2005-2010, dan 2010-2014. 

Selain di beberapa lembaga tersebut, Kiai Sahal langsung terlibat dalam berbagai macam aktifitas pendidikan sejak tahun 1960-an. Pertama kali beliau manjadi guru yang mengajar di pesantrennya Maslakul Huda Kajen Pati, kemudian sekaligus sebagai pengasuh sejak 1963 sampai 2014. Pada saat yang sama  juga beliau mengajar di Perguruan Islam Mathali’ul Falah   (PIM) Kajen Pati, dan kemudian pada 1963 beliau diberi amanat menjadi direktur di PIM.

Oleh karena itu, keterlibatan Kiai Sahal di dunia pendidikan semakin mengukuhkan dirinya sebagai tokoh pesantren dan pejuang sosial yang lintas batas. Beliau tidak saja bergaul dengan lingkungan pesantren tetapi juga dengan lingkungan pendidikan non pesantren serta dengan lingkungan sosial yang lain. Dalam hal ini perguruan-perguruan tinggi dan organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan.

Bagi kalangan awam mungkin ketokohan Kiai Sahal tidak begitu dikenal kecuali sebagai tokoh NU. Hal ini karena Kiai Sahal sangat jarang berbicara pada media massa dan jarang pula tampil di forum-forum umum atau terbuka. Semisal dalam kegiatan seminar maupun workshop. Kiai Sahal justru lebih suka pada forum-forum terbatas yang dialogis, terukur, terencana dan berkelanjutan.

Karya Ilmiah Kiai Sahal

Sejak muda, Kiai Sahal sering menulis dan mengekspresikan perasaannya dengan syair-syair arab atau tulisan apa saja. Setelah melanjutkan ke pesantren lain, kebiasaanya menulis terus berlanjut terutama yang berhubungan dengan pelajaran yang diampunya. Dan semakin lama tulisannya semakin matang seiring dengan kematangan keilmuannya.

Kemudian pada tahun-tahun berikutnya tulisan-tulisan itu menjadi buku antara lain; Thariqat al-Husul A’la Ghayah al-Wusul, Al-Bayan Al-Mulamma’ Fi Alfadhi Al-luma’ (Semarang: Toha Putra, 1999), Faidlul Hija ala Naili Raja (1999), Intifah Al-Wadijain Fi Munadharati Ulamai Hajain (1959), Al-Faraidil Ajibah (1959), Ats-Stamrah Al-hajainiyyah, (1960), Nuansa Fikih Sosial (1994), Ensiklopedi Ijma’, karya ini merupakan terjemahan dari kitab Mausu’ah al Ijma’ karya yang diterjemahkan bersama dengan KH. Musthofa Bisri (Gus Mus), Pesantren Mencari Makna (1997), Era Baru Fikih Indonesia, karya ini merupakan tulisan yang berisi tentang produk hukum beserta metodologi istimbatnya, dan Dialog Dengan Kiai Sahal (1997).

Dari beberapa karya di atas baik dalam bentuk buku maupun makalah telah menempatkan Kiai Sahal bukan hanya sebagai tokoh pesantren. Melainkan Kiai Sahal sebagai  seorang intelektual yang karya-karyanya menjadi referensi anak bangsa dan lembaga-lembaga pendidikan baik pesantren, perguruan tinggi, dan pekerja sosial yang ide-idenya menjadi inspirasi perubahan masyarakat. (Siswanto, Penulis Lepas)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Tersirat dari Film Disney . Photo by Jeremy Yap on Unsplash.

    Nilai Tersirat dari Film Disney

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun NajikahBeberapa waktu yang lalu, saya sempat menemukan postingan seseorang di media sosial. Hal yang ia bagikan adalah sesuatu yang saya sendiri pun tak menduganya. Sesuatu yang tak banyak orang lain mengetahuinya. Nilai positif yang ada pada beberapa film disney. Cerita disney memang sarat akan cerita imajinatif yang sangat disukai anak-anak. Bahkan bukan […]

  • Kader Pati, Ikut Apel Akbar

    Kader Pati, Ikut Apel Akbar

    • calendar_month Sab, 22 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Pati; Para Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Pati, ikut serta dalam Istighosah dan Apel Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila sebagai Dasar Negara pada 15-16 April 2017 di Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Apel  tersebut  di ikuti sekitar 10 ribu Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Tengah. Ketua Kordinator Pati, Maskan, mengatakan kader-kader NU di Pati […]

  • Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

    Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 749
    • 0Komentar

    Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita. Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang […]

  • Pemimpin Tegas Pemberani

    Pemimpin Tegas Pemberani

    • calendar_month Jum, 21 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Jamal Makmur Salah satu kader terbaik NU Pati telah berpulang ke rahmatullah, yaitu KH. Imam Shofwan. Beliau pernah menduduki posisi puncak sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Pati periode 2009-2013. Beliau terpilih bersama KH. Asmui Syadzali dalam konferensi NU di Pondok Ar-Roudloh At-Thohiriyyah asuhan KH. A. Mu’adz Thohir Kajen Margoyoso Pati. Beliau menggantikan KH. […]

  • PCNU - PATI Photo by RyanMcGuire

    Ke (IRI) an

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Sepulang dari bekerja. Perjalanan pulang dengan santai. Sebab kemarin saat saya berusaha pulang lebih cepat, pada akhirnya saya terjatuh dengan kaki lecet dan tangan masih terasa linu linu hingga saat ini; bahkan saat saya menulis parodi ini, kaki, tangan dan badan masih terasa pegel linu bahkan sedikit meriang. Setelah melakukan aktifitas rutinan, saya mendapatkan pesan […]

  • IKA PMII Pati Gelar Halalbihalal di Kayen

    IKA PMII Pati Gelar Halalbihalal di Kayen

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.938
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Pati menggelar acara Halalbihalal sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII dengan khidmat. Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Peran Kader PMII untuk Indonesia Tangguh di Era Global”, kegiatan ini dipusatkan di TPQ Al Ittihad Jatiroto, Kecamatan Kayen, pada Ahad (12/4/2026). ​Acara […]

expand_less