Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Napak Tilas Hari Santri 2026: Mengenang Perjuangan Mbah Hasyim Mahfudh, Syuhada Santri Asal Kajen

Napak Tilas Hari Santri 2026: Mengenang Perjuangan Mbah Hasyim Mahfudh, Syuhada Santri Asal Kajen

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 20.436
  • comment 0 komentar

​PATI— Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar pawai napak tilas perjuangan tokoh santri Mbah Hasyim Mahfudh pada Rabu (21/10/2026) siang.

​Rangkaian pawai dimulai dari Gedung MWCNU Sukolilo dan berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Pati. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari jajaran pengurus PCNU Pati, jajaran lembaga, badan otonom (banom) NU, serta ratusan santri dari berbagai pesantren dan Madrasah di Kabupaten Pati.

​Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim, menyampaikan bahwa kegiatan napak tilas ini merupakan bagian dari rangkaian agenda peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Pati.

​”Puncaknya besok, kita akan menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri secara masif di seluruh MWC kecamatan, madrasah, hingga pesantren,” ujar KH Yusuf Hasyim.

​Usai mengikuti apel dan pawai, para peserta berziarah ke makam Mbah Hasyim Mahfudh di TMP Giri Dharma untuk memanjatkan doa serta melakukan tabur bunga. Mbah Hasyim merupakan santri asal Pati yang gugur sebagai syuhada saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

​”Beliau adalah pahlawan santri kita di Kabupaten Pati. Kami berharap para santri dapat meneladani semangat beliau bahwa sejak usia muda kita sudah harus berkontribusi untuk NKRI. Kontribusi saat ini tidak lagi harus dengan perang fisik, melainkan melalui aksi nyata,” lanjut dia.

Napak Tilas Hari Santri 2026: Mengenang Perjuangan Mbah Hasyim Mahfudh, Syuhada Santri Asal Kajen

Napak Tilas Hari Santri 2026: Mengenang Perjuangan Mbah Hasyim Mahfudh, Syuhada Santri Asal Kajen

​Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi tinggi napak tilas ini. Ia mengutip pesan ulama bahwa kehidupan di dunia ini tidak kekal sehingga manusia perlu mengukir cerita dan warisan yang indah.

​”Hal itu sudah dibuktikan oleh Gus Hasyim Mahfudh yang sejarah perjuangannya terus kita kenang hingga hari ini. Melalui momentum napak tilas, dan ziarah ini, mari jadikan awal bagi para santri di Pati untuk terus meningkatkan ilmu dan dakwah,” kata Chandra.

​Chandra menekankan agar kegiatan peringatan ini tidak sekadar menjadi seremoni rutin.

​”Kita semua punya tujuan yang sama menuju Indonesia Emas, dan santri Kabupaten Pati harus menjadi tolak ukur kemajuan di masa mendatang. Lewat kegiatan ini, kita ingin mengabarkan bahwa santri Pati itu hebat dan luar biasa,” pungkas dia.

​Mengenal Gus Hasyim: Tokoh Muda Pejuang Kemerdekaan Asal Kajen
​Muhammad Hasyim Mahfudh, atau yang akrab disapa Gus Hasyim, merupakan santri asal Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati. Lahir pada tahun 1929, ia merupakan putra dari pasangan Mbah Mahfudh Salam dan Nyai Badiah.

​Gus Hasyim adalah anak sulung dari enam bersaudara, yang di antaranya Muhammad Hasyim, Hj. Muzayyanah (istri KH Mansyur Lasem atau ibu dari Gus Qoyyum), KH. MA. Sahal Mahfudh Kajen, Hj. Salmah (istri KH Mawardi Bugel Jepara), Hj. Fadhilah (istri KH Rodhi Sholeh Jakarta), dan Hj. Khodijah (istri KH Maddah Zawawi Kencong Jember).

​Jiwa perjuangan Gus Hasyim mewarisi keberanian sang ayah, KH Mahfudh Salam, seorang pejuang gigih melawan Belanda yang gugur di Penjara Ambarawa pada 17 Februari 1944. Sepeninggal sang ayah, Gus Hasyim bersama saudara-saudaranya diasuh oleh sang paman, KH Abdullah Zen Salam (Mbah Doellah Kajen).

​Gus Hasyim dikenal berkarakter tegas dan teguh memegang prinsip. Saat seruan Resolusi Jihad dikumandangkan oleh Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, Gus Hasyim langsung memimpin rekan-rekanya untuk terjun ke medan laga.

​Bergabung dalam barisan Laskar Hizbullah bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Gus Hasyim aktif dalam pertempuran sengit masa Agresi Militer Belanda I dan II. Ia mahir menyergap tentara Belanda, merampas senjata musuh, hingga menyimpan serta mendistribusikannya ke pejuang lain.

​Gugur Sebagai Syahid di Usia Muda

​Kepiawaian Gus Hasyim dalam melancarkan serangan mendadak di jalur patroli lawan membuatnya menjadi target utama operasi militer Belanda. Untuk menghindari intaian intelijen musuh, beliau tidak pernah menginap di satu lokasi lebih dari satu malam.

​Naas, pada penghujung tahun 1949 di sebuah surau wilayah Sukolilo, Pati, keberadaannya tercium musuh. Usai mengimami salat Asar bersama dua santri (Abdul Manan dan Sholeh) serta seorang anggota TNI (Harun), surau tersebut disergap oleh pasukan patroli Belanda.

​Gus Hasyim ditangkap saat sedang memanjatkan doa seusai salat. Pasukan Belanda lantas memberondongnya dengan senjata otomatis hingga beliau gugur sebagai syahid di usia yang sangat muda, yakni 20 tahun.

​Jasad beliau awalnya dimakamkan di Sukolilo. Namun, beberapa tahun kemudian, atas izin keluarga, makamnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Pati (Nomor Makam 95). Konon, saat proses pemindahan makam dilakukan, jasad Mbah Hasyim Mahfudh masih utuh.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Yusuf Onuk

     Penyabar dan Ringan Tangan, Sosok Kiai Haji Anwar

    • calendar_month Jum, 6 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    Oleh: Umi Nur Hasanah Kyai Haji Anwar merupakan salah satu ulama karismatik yang ada di kawasan Pucakwangi Pati. Ia memiliki perhatian besar pada dakwah Islam di kalangan masyarakat pedesaan. Sosok kyai kelahiran 1871 di Dukuh Nganguk Desa Sidomulyo Kecamatan  Jakenan- Pati tersebut, berpindah ke Dukuh Gragalan Desa Sokopuluhan Pucakwangi karena mengikuti sang Istri, yakni Nyai […]

  • PCNU - PATI

    Ketua IPPNU Pati Dukung Kebijakan Peremajaan Usia IPNU IPPNU

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

    PATI – Ketua PC IPPNU Kabupaten Pati, Melisa Yusrina mendukung wacana peremajaan usia IPNU IPPNU. Menurutnya, hal ini dibutuhkan untuk memetakan fokus garapan dalam IPNU IPPNU. Namun, ia memberikan catatan jika penerapan kebijakan ini diberikan waktu transisi hanya satu tahun, maka sangat memberatkan para pengurus yang ada di bawah “Apalagi dengan kondisi tiap daerah berbeda-beda. […]

  • Perayaan HPI Ke-11 : Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Goreskan Tanda Tangan Simbolik Cover Buku Antologi Puisi Penyair Perempuan Indonesia

    Perayaan HPI Ke-11 : Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Goreskan Tanda Tangan Simbolik Cover Buku Antologi Puisi Penyair Perempuan Indonesia

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis malam, 27/7/2023,-Pada Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) Ke-11 tahun (sesi pertama) yang berlangsung di Teater Kecil, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu sore, 26 Juli 2023 mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Penyair dan Sastrawan Pulo Lasman Simanjuntak (62 tahun) dipanggil oleh protokol (MC) acara HPI ke-11 […]

  • PCNU-PATI

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Gelar Lakmud, Ada Bazar dan Pertunjukan Musik

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- DUKUHSETI – Bertepatan dengan momentum pergantian tahun, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dukuhseti mengadakan Latihan Kader Muda (Lakmud). Kegiatan ini digelar di SMK Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, pada 29 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023. Ketua PAC IPNU Dukuhseti, Muhammad Lailun Najih […]

  • Kakanwil Kemenag Jateng Monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen

    Kakanwil Kemenag Jateng Monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen

    • calendar_month Rab, 15 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

      H. Mustain Ahmad, Kakanwil Krmenag Jateng memberikan pembinaan dan monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen PATI – Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Pembinaan dan Monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen, dengan di dampingi oleh Kepala Kemenag, Kasubag TU dan Kasi Penmad Kemenag Kabupaten Pati, Selasa (14/12).  Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi […]

  • PCNU-PATI Photo by The Cleveland Museum of Art

    Puisi- Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    • calendar_month Ming, 12 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    RUMAH MUNGIL TANAH MERDEKA rumah mungil tanah merdeka di sini puisiku bernyanyi bersama santi berwajah matahari disodorkan busana warna putih masa kanak-kanak lalu memanjang membentur pohon rambutan porselen antik jadi perhiasan mati hanya wajah Tuhan ada di jantung kami sehingga apa saja tergenang dalam sejarah dalam rumah tua boneka panda di kursi, patung porselen, kelinci […]

expand_less