Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pembiasaan Ibadah Salat Dhuha, Asmaul Husna dan Dzikir Tahlil MI Terpadu Riyadhus Sholihin

Pembiasaan Ibadah Salat Dhuha, Asmaul Husna dan Dzikir Tahlil MI Terpadu Riyadhus Sholihin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
  • visibility 358
  • comment 0 komentar
Pcnupati.or.id- Sukoharjo – Di zaman yang modern ini, dampak kemajuan teknologi pada kemampuan anak semakin terlihat. Semua dapat dilihat dari seberapa sering anak bermain gadget. Jika ini terus berjalan tanpa adanya kontrol orangtua, maka besar kemungkinan perkembangan otak anak akan terhambat karena cenderung asik dengan dunia online (game). Anak yang kecanduan gadget akan cenderung malas untuk bergerak, berpikir kritis dan sulit mengontrol emosi karena merasa dunia nya ada pada gadget. Maka dari itu, untuk saat ini pemilihan madrasah atau sekolah yang dapat mengatur kegiatan anak yaitu memadukan ilmu pengetahuan dan religi sangat diperlukan.

 

Penanaman karakter yang dilakukan di sekolah atau madrasah memiliki waktu kurang lebih 6-7 jam dalam sehari, dengan waktu tersebut madrasah dapat memberikan kegiatan-kegiatan positif sebagai pembiasaan. Seperti di MI Terpadu Riyadhus Sholihin penanaman karakter religius selalu di terapkan setiap hari mulai pukul 07.00-08.30 WIB. Kegiatan anak ketika sampai di madrasah dimulai dengan berwudhu dan sholat dhuha berjama’ah, setelah itu anak-anak akan membaca do’a sholat dhuha dan Asmaul Husna bersama-sama. Hal itu diungkapkan Guru MI Terpadu Riyadhus Sholihin Nguter Sukoharjo, Diana Zulfa Nurfarihah kepada media, Sabtu (15/2/2025).

 

Dijelaskannya, bahwa semua kegiatan tersebut dilakukan menggunakan suara yang keras, serta dipimpin oleh imam, yang mana imam tersebut berasal dari anak laki-laki kelas 2-3 secara bergantian setiap harinya. Setelah kegiatan tersebut anak-anak akan melanjutkan kegiatan mengaji dengan metode “Talaqqi” yang mana dipimpin oleh Ustadzah Naela Nur Hayati Al-Hafidzoh sehingga bacaan dan hafalan Al-Qur’an anak-anak dipastikan bersanad. Kemudian setelah “Talaqqi” ada mengaji dengan sistem “sorogan” agar anak dapat membaca al-qur’an dengan lancar,madrasah menerapkan “Tahsin Metode Baghdadiyah” dan juga “sorogan” setoran hafalan pada ustadz dan ustadzah pengampu.

 

Selain semua kegiatan tersebut, madrasah menerapkan pembiasaan “Ziarah Kubur, Dzikir dan Tahlil” setiap hari Jum’at agar anak-anak mengerti adanya kehidupan setelah kematian dan betapa pentingnya do’a dari anak yang sholih dan sholihah. Setelah semua kegiatan tersebut selesai anak-anak akan belajar ilmu pengetahuan umum sampai waktu sholat dzuhur tiba. Kegiatan berjama’ah Sholat Dzuhur pun diterapkan, agar anak-anak tau jika ada ibadah wajib yaitu “Salat Fardhu” yang tidak boleh terlewat.

 

Menurutnya, dari sini, bisa menjadi pertimbangan betapa pentingnya pemilihan madrasah atau sekolah bagi anak. Mana madrasah yang mampu membawa anak memiliki karakter religius, sopan dan santun serta adapat mengatur waktu nya sendiri. Sehingga mereka mampu membedakan waktu, mana waktu untuk beribadah dan mana waktu untuk belajar dan bermain.

 

“Penanaman karakter melalui kegiatan religi pembiasaan ibadah dan mengaji di MI Terpadu Riyadhus Sholihin,” kata Guru MI Terpadu Riyadhus Sholihin Diana Zulfa Nurfarihah.

 

 

Kegiatan yang berjalan rutin dan tertib, anak-anak dapat membedakan mana waktu beribadah dan mana waktu belajar. Dewan guru sebagai pelaksana kegiatan yang mengawasi setiap kegiatan siswa, terutama kegiatan religi selalu membimbing dan mengarahkan siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. (*)

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Mau Petani Jadi Korban Premanisme, PCNU Pati Kawal Kasus Pundenrejo

    Tak Mau Petani Jadi Korban Premanisme, PCNU Pati Kawal Kasus Pundenrejo

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

      PCNUPati, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati tidak mau para petani Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu kembali menjadi korban aksi premanisme. Mereka pun ikut mengawal kasus sengketa lahan tersebut. Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim mengaku beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan keluhan dan aspirasi dari petani Pundenrejo Pati usai aksi premanisme terjadi yang […]

  • Jakenan Gelar Pelantikan PAC dan Ranting Muslimat NU dan Fatayat NU

    Jakenan Gelar Pelantikan PAC dan Ranting Muslimat NU dan Fatayat NU

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Jakenan – Fatayat NU dan Muslimat NU menggelar pelantikan Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting bersama, Sabtu (25/01/2020) pagi ini. Bertempat di Gedung Haji Jakenan, PAC Muslimat NU Jakenan Masa Khidmat 2020 – 2024, bersama Pimpinan Ranting se Kecamatan Jakenan berhasil dilantik. Pun dengan PAC Fatayat NU Kec. Jakenan beserta Pimpinan Ranting Fatayat se Kec. […]

  • Keluarga Denanyar Hadiri Haul KH. Syansuri Tayu

    Keluarga Denanyar Hadiri Haul KH. Syansuri Tayu

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    TAYU-Tidak banyak yang tahu bahwa KH. Bisri Syansuri, salah satu pendiri NU merupakan pria asal Pati, kota kecil yang berada di pantai utara Jawa Tengah. Ayahnya benama KH. Syansuri merupakan salah satu ulama besar yang tinggal di Tayu, salah satu kota kecamatan di ujung utara Kabupaten Pati. KH. Ahmad Asnawi memberikan tausyiyah dalam acara Haul […]

  • IPNU/IPPNU Trangkil Mantabkan Komitmen Pengurus

    IPNU/IPPNU Trangkil Mantabkan Komitmen Pengurus

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    TRANGKIL- PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil siang ini (26/7) mengadakan orientasi pengurus. Hal ini dirasa penting untuk menginternalisasikan nilai-nilai yang ada pada organisasi kedepannya. Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU/IPPNU Trangkil Orientasi yang dimaksud adalah tahap pengenalan pengurus pada dirinya sendiri, orang lain, organisasi. Berangkat dari kebutuhan organisasi yaitu komunikasi dan kekompakan harus dimulai sejak awal. […]

  • Kitab Idzonatun Nasyiin

    Kitab Idzonatun Nasyiin

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Kitab Idhotun Nasyiin berisi bimbingan yang masih relevan untuk generasi muda muslim ‘jaman now’. Berbagai nasehat ditulis dalam kitab ini. Dengan harapan menjadi manusia seutuhnya, berhiaskan akhlaq terpuji dan mengerti permasalahan yang dialami bangsa. Dalam menyajikan kajian kitab klasik ini, redaksi menggunakan panduan kitab yang sudah diterjemahkan oleh H.M. Fadlil Said An-Nadwi pada tahun 1421 […]

  • LP Ma’arif NU Jawa Tengah Terima Kunjungan dari Kampus China

    LP Ma’arif NU Jawa Tengah Terima Kunjungan dari Kampus China

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.884
    • 0Komentar

      Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah menerima kunjungan akademik dari sejumlah kampus asal Tiongkok pada Rabu (30/10) di Semarang. Kunjungan ini bertujuan menjajaki kerja sama pendidikan, khususnya pemberian beasiswa bagi para alumni madrasah dan sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah. Selain pertemuan resmi, rombongan juga meninjau langsung kegiatan […]

expand_less